Korban Meninggal KM Virgo Jadi 13 Orang

BANJARMASIN, KALIMANTAN SELATAN – Korban meninggal KM Virgo jadi 13 orang setelah tim penyelam Basarnas Special Group kembali menemukan satu jenazah di dalam badan KM Virgo Transport 8 pada Senin, 21 September 2026.

Korban terbaru ditemukan sekitar pukul 14.24 WITA ketika penyelam melakukan penyisiran di dalam kapal yang tenggelam di perairan Masalembo, Laut Jawa. Jenazah kemudian dievakuasi untuk menjalani penanganan serta proses identifikasi.

Penemuan tersebut merupakan temuan ketiga pada hari yang sama. Sebelumnya, dua korban berjenis kelamin laki-laki ditemukan pada pukul 09.04 dan 09.13 WITA.

Dengan perkembangan terbaru hingga sekitar pukul 16.00 WITA, Basarnas mencatat 121 orang sudah ditemukan. Rinciannya, 108 orang selamat dan 13 meninggal dunia. Sebanyak 122 orang lainnya masih dalam proses pencarian berdasarkan total 243 orang yang tercantum dalam manifes kapal.

Tiga Jenazah Ditemukan dalam Satu Hari

Operasi pencarian pada hari kesembilan memberikan perkembangan cukup signifikan.

Pada Senin pagi, penyelam Basarnas Special Group atau BSG menemukan dua korban di dalam KM Virgo Transport 8.

Korban pertama ditemukan pukul 09.04 WITA, kemudian korban kedua sekitar sembilan menit setelahnya pada pukul 09.13 WITA. Keduanya diketahui berjenis kelamin laki-laki.

Dua jenazah tersebut selanjutnya dievakuasi menggunakan Helikopter HR 3601 menuju Banjarmasin untuk diserahkan kepada tim yang menangani proses identifikasi.

Pencarian tidak berhenti setelah dua temuan tersebut.

Pada pukul 14.24 WITA, penyelam kembali menemukan satu jenazah ketika menyisir bagian dalam badan kapal.

Temuan ketiga inilah yang membuat korban meninggal KM Virgo jadi 13 orang.

Korban Terbaru Ditemukan di Dalam Badan Kapal

Kepala Basarnas Mohammad Syafii memastikan pencarian difokuskan pula pada bagian dalam KM Virgo Transport 8.

Tim penyelam menduga masih terdapat korban yang berada di dalam badan kapal.

Basarnas menyatakan pencarian akan terus dilakukan secara maksimal, tetapi keselamatan penyelam tetap menjadi pertimbangan utama.

Penyelaman bawah laut memang menjadi bagian yang sangat penting dalam operasi saat ini.

Sejumlah korban yang ditemukan beberapa hari terakhir berada di dalam badan kapal, termasuk dua korban pada Senin pagi dan korban terbaru yang ditemukan pada siang harinya.

Artinya, pencarian kini tidak hanya dilakukan di permukaan dan area perairan di sekitar lokasi kecelakaan.

Bagian dalam bangkai kapal juga terus diperiksa selama kondisi bawah laut memungkinkan.

Korban Meninggal KM Virgo Jadi 13 Orang

Data Basarnas hingga Senin sore mencatat:

  • 108 orang ditemukan selamat
  • 13 orang ditemukan meninggal dunia
  • 122 orang masih dalam pencarian
  • Total acuan manifes sebanyak 243 orang

Dengan demikian, total korban yang telah ditemukan mencapai 121 orang.

Angka ini merupakan perkembangan terbaru setelah dalam beberapa hari sebelumnya jumlah korban meninggal terus bertambah seiring penyelam berhasil memasuki bagian kapal.

Pada Minggu, 20 September, satu korban meninggal juga ditemukan di bagian badan KM Virgo sekitar pukul 14.14 WITA. Korban kemudian dievakuasi menuju KN SAR Kamajaya.

Sehari kemudian, tiga korban kembali ditemukan.

Operasi SAR Sudah Memasuki Hari Kesembilan

KM Virgo Transport 8 mengalami kecelakaan di perairan Laut Jawa pada Minggu, 13 September 2026.

Kapal tersebut sedang berlayar dari Surabaya menuju Banjarmasin dengan total 243 orang tercatat dalam manifes.

Operasi SAR kini sudah memasuki hari kesembilan dan melibatkan berbagai unsur, termasuk Basarnas, TNI AL, Polri, kapal SAR, helikopter, penyelam khusus, serta berbagai unsur pendukung lainnya.

Pencarian dalam beberapa hari pertama sempat menghadapi hambatan karena kondisi cuaca dan arus bawah laut.

Situasi itu membuat penyelaman tidak dapat dilakukan setiap saat karena dapat membahayakan tim SAR.

Baca juga: Prabowo Perintahkan Investigasi KM Virgo, Pastikan Hak Keluarga Korban

Operasi SAR Diperpanjang Tujuh Hari

Secara normal, operasi pencarian memasuki evaluasi setelah tujuh hari.

Namun dalam kasus KM Virgo, Basarnas memutuskan memperpanjang pencarian selama tujuh hari berikutnya.

Keputusan tersebut diumumkan pada Sabtu, 19 September 2026 setelah dilakukan koordinasi dengan berbagai unsur yang terlibat dalam operasi SAR serta tim salvage yang ditangani pihak pemilik kapal.

Direktur Operasi Basarnas Laksamana Pertama TNI Yudhi Bramantyo Nur Sasongko menjelaskan perpanjangan diperlukan karena masih banyak korban yang belum ditemukan.

Persiapan operasi salvage terhadap badan kapal juga membutuhkan waktu.

Penyelaman kemudian terus dilanjutkan, dan hasilnya terlihat dari penemuan beberapa korban di dalam kapal pada Minggu dan Senin.

Tim DVI Langsung Lakukan Identifikasi

Setiap jenazah yang berhasil dievakuasi tidak langsung diumumkan identitasnya.

Tim Disaster Victim Identification atau DVI Polri harus melakukan pemeriksaan dan mencocokkan data korban dengan informasi ante mortem yang diberikan keluarga.

Pada Senin siang, dua jenazah yang ditemukan pada pagi hari sudah tiba di Rumah Sakit Bhayangkara Banjarmasin dan langsung menjalani proses identifikasi.

Tim DVI menggunakan berbagai metode.

Jika kondisi memungkinkan, sidik jari dapat membantu mempercepat identifikasi. Data gigi, ciri fisik, dokumen pribadi, data medis, hingga DNA keluarga juga dapat digunakan apabila dibutuhkan.

Tim DVI sebelumnya telah meminta keluarga yang kehilangan anggota keluarganya dalam kecelakaan KM Virgo melengkapi data ante mortem untuk membantu proses pencocokan. Lebih dari 100 data ante mortem telah diterima hingga akhir pekan lalu.

Identifikasi Bisa Membutuhkan Waktu Berbeda

Tidak semua jenazah dapat diidentifikasi dengan kecepatan yang sama.

Kondisi korban saat ditemukan sangat memengaruhi metode yang dapat digunakan.

Untuk enam korban pertama, proses identifikasi relatif cepat karena kondisi jenazah masih memungkinkan pemeriksaan sidik jari dan sejumlah korban membawa identitas pribadi.

Namun semakin lama korban berada di air, proses identifikasi dapat menjadi lebih kompleks.

Karena itu, tim DVI mengumpulkan sampel DNA keluarga sebagai pembanding.

Di Jawa Timur saja, hingga 20 September tim DVI telah menerima 76 data ante mortem serta mengumpulkan 42 sampel DNA keluarga inti korban.

Ada Masalah Lain: 22 Penyintas Tak Tercatat di Manifes

Di tengah bertambahnya korban yang ditemukan, muncul persoalan penting mengenai data penumpang KM Virgo Transport 8.

KSOP Kelas I Banjarmasin menemukan 22 orang dari 108 penyintas ternyata tidak terdapat dalam manifes kapal yang diterima dari Surabaya.

Kepala KSOP Banjarmasin Heri Purwanto mengatakan pihaknya masih melakukan pencocokan data.

Informasi ini penting karena angka resmi 243 orang yang selama ini digunakan Basarnas berasal dari manifes kapal.

Namun, keberadaan 22 penyintas yang namanya tidak tercantum tidak serta-merta berarti total penumpang pasti harus ditambah 22 orang.

Petugas perlu lebih dulu memeriksa kemungkinan adanya perbedaan nama, data ganda, pergantian penumpang, kesalahan administrasi, atau persoalan pencatatan lainnya.

Karena proses tersebut belum selesai, angka resmi yang digunakan Basarnas untuk operasi SAR masih mengacu pada 243 orang dalam manifes.

Data Manifes Penting bagi Pencarian Korban

Ketidaksesuaian data manifes bukan perkara administratif kecil.

Dalam kecelakaan transportasi, manifes menjadi salah satu sumber utama untuk mengetahui siapa saja yang berada di dalam kendaraan.

Data tersebut digunakan untuk menentukan jumlah korban, menghubungi keluarga, melakukan identifikasi, hingga menghitung berapa orang yang belum ditemukan.

Karena itu, verifikasi yang dilakukan KSOP menjadi bagian penting dari penanganan KM Virgo.

Jika nantinya terdapat perubahan jumlah orang yang benar-benar berada di kapal, data korban selamat, meninggal, dan hilang juga harus disesuaikan.

Untuk sementara, publik sebaiknya menggunakan angka Basarnas sambil menunggu proses pencocokan selesai.

Keluarga Korban Masih Menunggu Kepastian

Meski korban meninggal KM Virgo jadi 13 orang, bagian paling berat dari tragedi ini belum selesai.

Masih ada 122 orang dalam proses pencarian berdasarkan perhitungan resmi Basarnas hingga Senin sore.

Di sisi lain, keluarga terus menunggu di berbagai daerah.

Setiap jenazah yang ditemukan harus menjalani identifikasi sebelum dapat diserahkan kepada keluarga.

Basarnas menegaskan setiap temuan merupakan bagian dari upaya memberi kepastian bagi keluarga yang masih menunggu kabar.

Itulah mengapa operasi pencarian tetap berlanjut meski telah melewati tujuh hari pertama.

Pencarian KM Virgo Belum Berakhir

Satu jenazah kembali ditemukan pada Senin pukul 14.24 WITA dan membuat korban meninggal KM Virgo jadi 13 orang.

Temuan tersebut datang beberapa jam setelah dua korban laki-laki ditemukan di dalam kapal pada pukul 09.04 dan 09.13 WITA.

Dengan tiga temuan pada Senin, Basarnas mencatat 121 korban KM Virgo Transport 8 telah ditemukan, terdiri atas 108 orang selamat dan 13 meninggal dunia.

Sebanyak 122 orang masih dicari dari acuan 243 orang dalam manifes.

Namun, angka tersebut masih memiliki catatan penting.

KSOP tengah memverifikasi temuan 22 penyintas yang identitasnya tidak tercantum dalam manifes kapal. Karena itu, pencocokan data penumpang menjadi pekerjaan lain yang tidak kalah penting di samping operasi pencarian.

Operasi SAR sendiri telah diperpanjang selama tujuh hari. Tim penyelam akan terus memeriksa badan KM Virgo selama kondisi memungkinkan, sementara DVI menyiapkan proses identifikasi bagi setiap korban yang berhasil ditemukan.

Bagi keluarga, setiap perkembangan berarti satu langkah menuju kepastian.

Parepos logo text

Baca berita terkini di Parepos untuk mendapatkan informasi terbaru seputar nasional, kecelakaan laut, operasi SAR, transportasi, dan berbagai peristiwa penting lainnya.

By admin