JAKARTA, DKI JAKARTA – Kunto Aji Diteror Buzzer hingga pengalaman tidak menyenangkan tersebut merambah dari media sosial ke alamat tempat tinggalnya.
Pelantun Rehat itu mengaku pernah menerima pesanan makanan dan minuman melalui ojek online yang sama sekali tidak ia pesan.
Orderan tersebut datang tanpa pembayaran ketika salah satu cuitannya sedang ramai diperbincangkan di media sosial.
Nilainya juga tidak sedikit, mencapai ratusan ribu rupiah.
Kunto mengaitkan kejadian itu dengan berbagai serangan yang diterimanya setelah aktif menyuarakan keresahan publik.
Namun, ia tidak menyebut identitas orang yang mengirim pesanan tersebut dan belum ada informasi publik yang membuktikan siapa pelakunya.
Kunto Aji Diteror Buzzer
Kunto Aji mengungkap pengalaman tersebut saat menghadiri AMI Awards 2026 di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu, 4 November 2026.
Ia ditanya mengenai risiko yang dihadapi karena cukup aktif menyampaikan pandangan mengenai berbagai persoalan melalui media sosial.
Kunto mengatakan serangan yang diterimanya sudah cukup banyak.
Bukan hanya komentar negatif, ia juga menyebut pesan langsung atau DM hingga berbagai kiriman yang tidak diinginkan pernah diterimanya.
Salah satu kejadian paling aneh menurutnya adalah pesanan makanan yang mendadak datang ke rumah.
Teror Tak Berhenti di Media Sosial
Serangan di ruang digital umumnya identik dengan komentar, mention, atau pesan langsung.
Namun, pengalaman Kunto berbeda karena gangguan tersebut menurut pengakuannya sampai menyentuh ruang pribadinya.
Alamat rumah digunakan untuk mengirim pesanan melalui layanan ojek online.
Kunto mengatakan dirinya tidak pernah melakukan pemesanan tersebut.
Situasi ini membuat persoalan tidak lagi berhenti pada perdebatan di media sosial.
Ketika alamat pribadi ikut digunakan, dampaknya juga dapat melibatkan orang lain seperti keluarga hingga pengemudi ojol.
Rumah Dikirimi Orderan Makanan Fiktif
Kunto menceritakan sejumlah makanan dan minuman tiba-tiba datang ke rumahnya.
Pesanan dikirim menggunakan layanan ojek online dan belum dibayar.
Ia mengaku cukup terkejut karena jumlah yang datang tidak hanya satu.
Setidaknya ada dua pengemudi yang membawa makanan dan minuman ke alamat rumahnya.
Kunto menyebut kejadian tersebut sebagai sesuatu yang aneh dan tidak masuk akal.
Bayangkan sedang tidak memesan makan malam, lalu dua pengemudi datang membawa tagihan sekaligus. Jelas bukan promo yang ingin diterima siapa pun.
Nilai Pesanan Capai Ratusan Ribu Rupiah
Kunto tidak mengingat angka persis nilai pesanan.
Namun, ia memperkirakan totalnya mencapai ratusan ribu rupiah.
Nominal tersebut menunjukkan orderan bukan sekadar satu makanan kecil yang salah alamat.
Ada beberapa makanan dan minuman yang dikirim melalui dua pengemudi.
Kunto juga mengatakan pesanan belum dibayar sehingga berpotensi menimbulkan kerugian maupun kebingungan bagi pihak pengantar.
Terjadi Saat Cuitannya Sedang Viral
Menurut Kunto, kejadian berlangsung pada 2026.
Waktunya bertepatan ketika salah satu cuitannya sedang ramai diperbincangkan.
Ia tidak menjelaskan secara spesifik unggahan mana yang dimaksud.
Karena itu, tidak tepat menghubungkan orderan fiktif tersebut dengan isu politik atau pihak tertentu tanpa bukti tambahan.
Yang dapat dipastikan dari pengakuan Kunto adalah terdapat hubungan waktu antara cuitannya yang ramai dan munculnya pesanan tersebut.
Kunto Aji Mengaku Sudah Sering Diserang Buzzer
Kunto juga mengatakan pengalaman menghadapi akun yang ia nilai sebagai buzzer bukan hal baru.
Ia mengaku sudah sering mendapat serangan melalui media sosial.
Berbagai DM dan komentar menjadi bagian dari pengalaman yang dihadapinya ketika mengutarakan pendapat.
Meski demikian, istilah buzzer dalam konteks ini merupakan penyebutan dari Kunto terhadap akun-akun yang menyerangnya.
Belum ada identifikasi publik mengenai siapa pemilik akun, apakah mereka berkoordinasi, atau siapa yang mengarahkan aktivitas tersebut.
Baca juga laporan Parepos mengenai geng motor bersenjata serang warga untuk perkembangan peristiwa nasional lainnya.
Beruntung Sudah Berpindah Tempat Tinggal
Penggunaan alamat rumah untuk orderan fiktif tentu menimbulkan persoalan privasi.
Kunto mengatakan dirinya cukup beruntung karena sudah berpindah tempat tinggal.
Ia memang kerap berpindah rumah sehingga kondisi tersebut sedikit mengurangi kekhawatirannya mengenai alamat lama.
Meski begitu, pengalaman ini memperlihatkan risiko ketika informasi alamat pribadi seseorang diketahui pihak lain.
Gangguan digital bisa berubah menjadi persoalan di dunia nyata jika data pribadi digunakan tanpa izin.
Tidak Membuat Kunto Berhenti Bersuara
Meski pernah mengalami pengalaman tersebut, Kunto tidak menunjukkan keinginan untuk berhenti menyampaikan pendapat.
Ia justru mengatakan risiko seperti itu sudah menjadi sesuatu yang harus dihadapi.
Kunto selama ini memang dikenal kerap menyampaikan keresahan mengenai kondisi sosial melalui karya maupun media sosial.
Baginya, memiliki ruang dan audiens berarti juga memiliki kesempatan untuk membawa persoalan yang dirasakan masyarakat ke permukaan.
Musisi Dinilai Punya Ruang Menyuarakan Keresahan
Kunto menilai musisi tidak hanya berperan menghasilkan karya hiburan.
Menurutnya, musisi juga memiliki ruang untuk membawa keresahan masyarakat yang mungkin tidak memiliki akses sebesar figur publik.
Ia memandang musik sebagai salah satu penanda perkembangan budaya dan peradaban.
Atas dasar itu, Kunto mengatakan musisi seharusnya berani menyampaikan keresahan.
Pandangan tersebut merupakan sikap pribadi Kunto mengenai peran seorang musisi di ruang publik, bukan kewajiban yang harus diikuti semua pekerja seni.
Karier Musik Disebut Tidak Terganggu
Meski mengalami serangan di media sosial, Kunto mengatakan pekerjaannya sejauh ini tidak terlalu terdampak.
Tawaran panggung dan aktivitas di industri musik masih berjalan.
Ia juga merasa banyak pihak di industri memiliki keresahan yang serupa.
Menurut Kunto, isu yang disampaikannya bukan semata-mata kepentingan pribadi.
Ia melihat sejumlah persoalan sebagai keresahan kolektif yang juga dirasakan banyak orang.
Hal tersebut menjadi salah satu alasan dirinya tetap memilih bersuara.
Kesimpulan
Kunto Aji Diteror Buzzer menjadi sorotan setelah sang musisi mengungkap pengalaman menerima orderan makanan fiktif ke alamat rumah.
Kejadian tersebut berlangsung pada 2026 ketika salah satu cuitannya sedang ramai di media sosial.
Kunto mengatakan makanan dan minuman senilai ratusan ribu rupiah datang melalui dua pengemudi ojol tanpa pernah ia pesan dan dalam kondisi belum dibayar.
Ia juga mengaku sudah sering menerima serangan berupa komentar dan DM dari akun yang disebutnya sebagai buzzer.
Namun, belum diketahui siapa pihak yang mengirim pesanan fiktif maupun apakah orang tersebut benar-benar terkait dengan akun yang menyerangnya.
Pengalaman tersebut tidak membuat Kunto berhenti bersuara.
Ia tetap menilai musisi memiliki ruang untuk menyampaikan keresahan masyarakat, sementara karier musiknya sejauh ini disebut tidak mengalami dampak berarti.

Baca berita terkini di Parepos untuk mengikuti perkembangan hiburan, sosial, nasional, Sulawesi, dan informasi terbaru lainnya. Parepos, Membawa Terang Informasi.
