Aksi Begal Sopir Taksi Online di Tangsel

TANGERANG SELATAN, BANTEN – Aksi Begal Sopir Taksi Online di Tangsel berakhir di tangan polisi setelah seorang pria berinisial AA (21) ditangkap terkait perampasan mobil pengemudi taksi online di kawasan Pamulang.

Kejadian ini bermula dari sebuah order perjalanan yang terlihat biasa. Namun, siapa sangka penumpang yang datang justru berbeda dengan identitas yang tercantum dalam aplikasi.

Dari kronologi yang kami telusuri, korban bahkan sempat menolak membawa penumpang tersebut. Perjalanan akhirnya tetap dilakukan hingga berujung pada aksi kekerasan dan perampasan kendaraan.

Aksi Begal Sopir Taksi Online di Tangsel

Peristiwa tersebut terjadi di Jalan Alam Segar I, Pamulang Barat, Pamulang, Tangerang Selatan, pada Senin, 5 Oktober 2026 sekitar pukul 01.30 WIB.

Korban yang juga berinisial AA sebelumnya menerima pesanan untuk menjemput penumpang dari kawasan Ciledug dengan tujuan Pamulang.

Namun, ada kejanggalan sejak awal proses penjemputan.

Identitas penumpang yang datang tidak sesuai dengan informasi pada aplikasi.

Order Berawal dari Kawasan Ciledug

Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Abdul Rahim menjelaskan korban menerima order di sekitar perempatan Ciledug.

Setelah tiba di lokasi penjemputan, korban mendapati orang yang datang bukan penumpang sebagaimana tercantum dalam pesanan.

Akun tersebut seharusnya digunakan oleh seorang perempuan, tetapi yang muncul justru seorang laki-laki.

Situasi ini sempat membuat korban ragu untuk melanjutkan perjalanan.

Penumpang Berbeda dengan Identitas Pemesan

Korban sempat menolak mengantar pria tersebut karena identitasnya berbeda dengan pemesan di aplikasi.

Namun, pelaku meminta agar tetap diantar ke kawasan Pamulang.

Pelaku disebut mengatakan pesanan tersebut dibuat oleh temannya.

Korban kemudian bersedia melakukan perjalanan.

Kalau dipikir-pikir, order yang awalnya terlihat seperti perjalanan biasa ternyata sudah menunjukkan tanda tidak beres sejak penjemputan.

Pelaku Beralasan Hendak Mengambil Uang

Dalam perjalanan dari Ciledug menuju Pamulang, korban dan pelaku sempat berbincang.

Sesampainya di lokasi kejadian, pelaku turun dari mobil dengan alasan hendak mengambil uang tunai di tempat tinggalnya untuk membayar perjalanan.

Namun, situasinya kemudian berubah.

Pelaku diduga melakukan penyerangan terhadap korban.

Korban Diserang hingga Mobil Dibawa Kabur

Korban mengalami kekerasan hingga sejumlah luka.

Sebelumnya polisi menjelaskan korban sempat dicekik, ditusuk, kemudian dikeluarkan dari mobil.

Dalam keadaan terluka, korban berusaha mencari pertolongan warga sekitar.

Sementara itu, pelaku membawa kabur mobil korban.

Kejadian tersebut kemudian dilaporkan kepada kepolisian dan penyelidikan langsung dilakukan.

Baca juga peristiwa kriminal lainnya mengenai pria di Lumajang yang menabrak begal motor.

Polisi Temukan Pisau di Lokasi

Saat melakukan pengecekan tempat kejadian perkara, polisi menemukan sebilah pisau.

Kapolsek Pamulang AKP Galuh Febri Saputra mengatakan pisau tersebut diduga berkaitan dengan aksi kekerasan terhadap korban.

Berdasarkan keterangan awal korban, pelaku diduga memperoleh senjata tajam tersebut di sekitar lokasi sebelum melakukan penyerangan.

Pisau itu selanjutnya menjadi bagian dari barang yang diperiksa penyidik untuk mengungkap rangkaian kejadian.

Pelaku Akhirnya Ditangkap

Aksi Begal Sopir Taksi Online di Tangsel Berakhir di Kantor Polisi setelah tim Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya melakukan penyelidikan.

Polisi terlebih dahulu meminta keterangan korban, termasuk mengenai ciri-ciri pelaku.

Informasi tersebut kemudian digunakan untuk melakukan penelusuran.

Pelaku berinisial AA (21) akhirnya berhasil diamankan pada Kamis, 8 Oktober 2026 sekitar pukul 15.15 WIB.

Kasus tersebut selanjutnya ditangani kepolisian untuk proses hukum lebih lanjut.

Penangkapan itu sekaligus mengakhiri pelarian pelaku setelah aksi perampasan yang dialami sang pengemudi.

Kesimpulan

Aksi Begal Sopir Taksi Online di Tangsel bermula ketika korban menerima pesanan perjalanan dari kawasan Ciledug menuju Pamulang.

Kejanggalan muncul karena penumpang yang datang berbeda dengan identitas pemesan pada aplikasi.

Korban tetap mengantar pelaku setelah mendapat penjelasan bahwa pesanan dibuat oleh temannya. Namun, setibanya di Pamulang, korban justru diserang hingga mengalami luka dan mobilnya dibawa kabur.

Polisi menemukan sebilah pisau yang diduga berkaitan dengan kejadian tersebut. Setelah melakukan penyelidikan, pelaku berinisial AA (21) berhasil ditangkap.

Kasus ini juga menjadi pengingat bagi pengemudi transportasi online untuk tetap waspada ketika terdapat ketidaksesuaian antara identitas pemesan dan orang yang menggunakan layanan.

Parepos logo text

Baca berita terkini di Parepos untuk mengikuti perkembangan kriminal, nasional, Sulawesi, hukum, dan informasi terbaru lainnya. Parepos, Membawa Terang Informasi.

By admin