Denny Wirawan Rancang Kostum Srikandi Raisa

JAKARTA, DKI JAKARTA – Denny Wirawan rancang kostum Srikandi Raisa dengan pendekatan yang jauh dari sekadar memilih kain cantik lalu menambahkan ornamen. Desainer senior Indonesia tersebut melakukan riset mendalam terhadap karakter Srikandi sebelum menerjemahkannya menjadi busana untuk Raisa Andriana dalam Pagelaran Sabang Merauke 2026.

Raisa akan memerankan Srikandi dalam pertunjukan bertema Hikayat Srikandi Nusantara. Bagi Denny, tantangannya bukan hanya membuat Raisa tampil memukau, tetapi memastikan penonton langsung menangkap karakter Srikandi begitu sosok tersebut muncul di atas panggung.

Kami melihat pendekatan itu menarik karena kostum akhirnya tidak berfungsi sekadar sebagai pakaian. Busana menjadi bagian dari bahasa cerita.

Denny Wirawan Memulai dari Riset Karakter Srikandi

Sebelum menentukan potongan, kain, bordir, atau aksesori, Denny terlebih dahulu menggali karakter Srikandi dalam kisah pewayangan.

Dari riset tersebut, ia menemukan tiga karakter utama yang ingin diterjemahkan melalui kostum, yaitu keberanian, ketegasan, dan kelembutan. Ketiganya kemudian menjadi fondasi dari keseluruhan rancangan yang akan dikenakan Raisa.

Pendekatan ini membuat proses desain tidak hanya berorientasi pada estetika.

Denny ingin kostum membantu memperkenalkan karakter kepada penonton bahkan sebelum dialog, musik, maupun adegan berkembang lebih jauh.

Bisa dibilang, Srikandi belum perlu banyak bicara. Bajunya sudah memberikan spoiler tentang kepribadiannya.

Sisi Berani dan Tegas Harus Langsung Terlihat

Srikandi dikenal sebagai tokoh perempuan dengan keberanian dan kemampuan bertarung yang kuat.

Namun, Denny tidak ingin menampilkan keberanian itu secara satu dimensi.

Ia mencoba menghadirkan sosok yang tegas dan kuat, tetapi tetap mempunyai kelembutan sebagai perempuan. Inilah alasan kostum Raisa tidak dibuat sepenuhnya menyerupai pakaian perang yang keras dan berat.

Menurut kami, keseimbangan tersebut menjadi salah satu kekuatan konsepnya.

Raisa harus terlihat seperti seorang Srikandi yang mampu memasuki medan perjuangan, tetapi pada saat yang sama tetap memiliki keanggunan visual yang cocok dengan karakter dan panggung musikal.

Bustier dan Kemben Jadi Dasar Kostum Srikandi Raisa

Untuk membangun siluet utama, Denny memilih bentuk bustier atau kemben sebagai dasar kostum.

Pilihan ini kemudian dikembangkan dengan berbagai detail dekoratif sehingga tampilan akhirnya tidak berhenti pada bentuk busana tradisional yang sudah sering terlihat.

Siluet tersebut membantu mempertahankan sisi feminin Raisa sekaligus memberikan ruang bagi Denny untuk memasukkan berbagai detail bernuansa Nusantara.

Dengan begitu, kostum dapat terasa tradisional tetapi tidak kehilangan sentuhan kontemporer.

Pendekatan seperti ini juga cukup konsisten dengan karakter karya Denny Wirawan. Melalui label Balijava yang dirintis sejak 2008, Denny memang dikenal menggunakan wastra dan unsur tradisi Indonesia dengan pendekatan desain modern.

Baca juga: Artis Indonesia Tercantik yang Pesonanya Selalu Mencuri Perhatian

Bordir Ukiran Nusantara Jadi Detail Penting

Identitas Indonesia kemudian diperkuat melalui detail bordir bermotif ukiran Nusantara.

Denny tidak membiarkan permukaan kostum terlihat polos. Detail tersebut menjadi elemen penting untuk memberikan tekstur sekaligus memperkuat karakter visual Srikandi.

Bordir juga memberikan keuntungan besar untuk kostum panggung.

Ketika dilihat dari jarak dekat, penonton dapat menikmati detailnya. Sementara dari jarak jauh, bentuk dan kilau ornamen tetap membantu busana terlihat menonjol.

Hal semacam ini penting karena kostum pertunjukan memiliki kebutuhan berbeda dibanding pakaian yang hanya digunakan untuk pemotretan.

Cantik di kamera saja belum cukup. Dari kursi penonton yang jauh pun kostum harus tetap “bicara”.

Benang Gim dan Kristal Beri Efek Dramatis

Denny menggunakan kombinasi benang gim dan kristal untuk mengembangkan detail kostum Raisa.

Benang gim dimanfaatkan untuk memberikan efek dekoratif sekaligus kilau pada permukaan busana. Kristal kemudian ditambahkan untuk menghasilkan tampilan yang lebih dramatis dan mewah ketika terkena pencahayaan panggung.

Pemilihan material tersebut bukan semata urusan glamor.

Panggung Pagelaran Sabang Merauke memiliki skala besar. Karena itu, kostum karakter utama membutuhkan detail yang cukup kuat agar tetap memiliki daya tarik visual di tengah tata cahaya, koreografi, penari, musik, dan berbagai elemen pertunjukan lainnya.

Denny ingin ketika Raisa pertama kali muncul sebagai Srikandi, perhatian penonton dapat langsung tertuju kepadanya.

Unsur Feminin Srikandi Tetap Dipertahankan

Meski membawa karakter seorang pejuang, Denny tidak menghilangkan sisi feminin Srikandi.

Bentuk kostum tetap dirancang untuk menghadirkan kesan anggun dan lembut. Hal tersebut menjadi cara Denny menjaga keseimbangan antara kekuatan dan feminitas karakter.

Inilah yang membuat kostum Srikandi Raisa cukup menarik.

Alih-alih memilih satu karakter ekstrem, Denny menggabungkan beberapa lapisan sifat sekaligus.

Berani tetapi tetap anggun. Tegas tetapi tidak kehilangan kelembutan.

Kalau diterjemahkan ke bahasa media sosial: strong woman, tetapi tidak harus selalu pakai armor dari kepala sampai kaki.

Raisa Pertama Kali Bergabung di Pagelaran Sabang Merauke

Pagelaran Sabang Merauke 2026 juga menjadi pengalaman baru bagi Raisa.

Penyanyi tersebut untuk pertama kalinya bergabung dalam pertunjukan dan mendapatkan peran sentral sebagai Srikandi.

Peran tersebut membuat Raisa tidak hanya dituntut tampil sebagai penyanyi.

Ia juga harus membawa karakter dan cerita melalui ekspresi, penampilan, serta interaksinya dengan keseluruhan elemen pertunjukan.

Kostum Denny Wirawan akhirnya menjadi salah satu komponen utama yang membantu transformasi Raisa dari penyanyi yang selama ini dikenal publik menjadi tokoh Srikandi di atas panggung.

Pagelaran Sabang Merauke 2026 Digelar di Indonesia Arena

Pagelaran Sabang Merauke 2026 mengusung tema Hikayat Srikandi Nusantara dan dijadwalkan berlangsung pada 21 hingga 23 Agustus 2026 di Indonesia Arena, Senayan, Jakarta.

Pertunjukan yang dipersembahkan iForte bersama BCA tersebut memasuki penyelenggaraan ketujuh dan melibatkan lebih dari 1.700 pelaku seni serta tim produksi dari berbagai daerah di Indonesia.

Selain Raisa, pertunjukan tersebut juga menghadirkan Yura Yunita sebagai Mahadewi.

Nama lain seperti Padi Reborn, Batavia Madrigal Singers, serta berbagai komunitas seni budaya dari sejumlah wilayah Indonesia turut terlibat dalam pagelaran tersebut.

Skalanya jelas bukan pertunjukan yang bisa mengandalkan satu elemen saja.

Musik, tari, busana, visual, tata cahaya, dan cerita harus bergerak dalam arah yang sama.

Kostum Srikandi Menjadi Bagian dari Storytelling

Cerita Denny Wirawan rancang kostum Srikandi Raisa menunjukkan bahwa desain kostum panggung bukan hanya urusan apakah pakaian terlihat cantik atau mahal.

Ada riset karakter, pemilihan siluet, motif, material, sampai pertimbangan bagaimana kostum akan terlihat dari kursi penonton.

Dalam rancangan untuk Raisa, Denny menerjemahkan keberanian dan ketegasan Srikandi melalui struktur visual yang kuat, kemudian menyeimbangkannya dengan unsur feminin melalui siluet bustier atau kemben.

Bordir bermotif ukiran Nusantara, benang gim, dan kristal selanjutnya memperkuat kesan dramatis di atas panggung.

Kami melihat hasil akhirnya sebagai pertemuan antara karakter pewayangan, identitas budaya Nusantara, dan kebutuhan pertunjukan modern.

Raisa mungkin menjadi orang yang mengenakan kostumnya. Namun sebelum ia menyanyikan satu nada sekalipun, rancangan Denny Wirawan sudah lebih dulu mulai menceritakan siapa Srikandi.

Parepos logo text

Baca berita terkini di Parepos untuk mendapatkan informasi terbaru seputar Sulawesi, nasional, hiburan, budaya, musik, olahraga, dan berbagai peristiwa penting lainnya.

By admin