Nagita Slavina

JAKARTA, DKI JAKARTA – Artis Indonesia yang punya bisnis kini bukan lagi pemandangan langka. Popularitas di layar kaca ternyata dimanfaatkan sejumlah selebritas sebagai modal awal untuk membangun usaha di luar dunia hiburan, mulai dari kuliner, fashion, kecantikan hingga perusahaan media.

Menariknya, beberapa artis tidak hanya menjadi wajah promosi. Mereka membangun brand yang sangat identik dengan nama atau persona mereka sendiri.

Fenomena ini sebenarnya sudah berlangsung lama. Artikel Liputan6 pada 2019 misalnya pernah mencatat sejumlah nama seperti Ruben Onsu, Raisa, Raffi Ahmad, Ashanty, Aurel Hermansyah, Inul Daratista, dan Luna Maya sebagai selebritas yang mengembangkan bisnis. Namun beberapa tahun kemudian, peta bisnis artis telah berubah cukup banyak.

Karena itu, kami menyusun daftar yang lebih relevan dengan melihat bisnis yang masih berkembang atau memiliki jejak pasar hingga beberapa tahun terakhir.

12 Artis Indonesia yang Punya Bisnis Sendiri

1. Raffi Ahmad dan Nagita Slavina – RANS

Nagita Slavina

Raffi Ahmad dan Nagita Slavina menjadi salah satu contoh paling mudah ketika membicarakan artis Indonesia yang punya bisnis.

Keduanya membangun RANS Entertainment sejak 2015. Bisnis yang awalnya sangat identik dengan kanal digital keluarga tersebut berkembang menjadi ekosistem yang mencakup produksi konten, musik, event, olahraga, hingga berbagai lini komersial lain.

Nama RANS sendiri identik dengan Raffi Ahmad dan Nagita Slavina sehingga personal branding keluarga mereka ikut menjadi aset bisnis.

Dulu bikin vlog keluarga. Sekarang nama keluarganya sudah seperti holding company. Level upgrade-nya lumayan jauh.

2. Inul Daratista – Inul Vizta

Inul Daratista - Inul Vizta

Inul Daratista tidak hanya terkenal lewat goyang ngebor.

Pedangdut asal Pasuruan tersebut membangun Inul Vizta, bisnis karaoke keluarga yang telah berjalan sekitar dua dekade dan masih memiliki aktivitas pada 2026. Akun resmi Inul Vizta bahkan memperingati perjalanan bisnisnya yang sudah mencapai 20 tahun.

Penggunaan nama “Inul” membuat hubungan antara pemilik dan brand sangat mudah dikenali.

Ini merupakan contoh personal branding yang sederhana tetapi efektif: orang dengar Inul, langsung tahu siapa pemiliknya.

3. Luna Maya – NAMA Beauty

luna maya dituding sering ke gunung kawi

Luna Maya memilih industri kecantikan melalui NAMA Beauty.

Brand tersebut didirikan pada 2019 dan menawarkan produk skincare serta makeup. NAMA Beauty juga masih aktif mengembangkan produk dan penjualan hingga 2025-2026.

Menariknya, nama “NAMA” sejak awal dikaitkan dengan identitas Luna Maya.

Kami melihat strateginya cukup pintar. Brand tidak memakai nama “Luna Maya Beauty” secara mentah, tetapi tetap memiliki koneksi personal yang kuat dengan pendirinya.

4. Ivan Gunawan – Mandjha Ivan Gunawan

Ivan Gunawan - Mandjha Ivan Gunawan

Ivan Gunawan sejak lama dikenal bukan hanya sebagai presenter tetapi juga desainer.

Ia mengembangkan sejumlah lini fashion seperti Mandjha Ivan Gunawan dan Ivan Gunawan Deluxe. Hingga 2026, kedua nama tersebut masih terlihat aktif dalam ekosistem bisnis dan fashion Ivan.

Ivan juga pernah meluncurkan lini kosmetik dengan namanya sendiri.

Untuk kasus Ivan, bisnis dan profesinya memang menyatu. Masuk acara TV bisa jadi presenter, keluar studio bisa langsung cek koleksi fashion.

5. Zaskia Sungkar – Zaskia Sungkar Jakarta

Zaskia Sungkar - Zaskia Sungkar Jakarta

Zaskia Sungkar berhasil menjadikan namanya sebagai brand modest fashion.

Situs resminya menyebut Zaskia Sungkar fashion brand didirikan langsung oleh Zaskia untuk memenuhi kebutuhan pasar modest fashion. Brand tersebut masih memiliki koleksi dan jaringan penjualan aktif pada 2026.

Penggunaan nama pribadi menjadi keuntungan karena publik sudah mengenal gaya berhijab Zaskia jauh sebelum membeli produknya.

Dengan kata lain, personal style berubah menjadi brand equity.

6. Atta Halilintar – AHHA

Atta Halilintar - AHHA

Atta Halilintar juga termasuk artis yang serius mengembangkan bisnis.

Ia membangun AHHA, nama yang identik dengan Atta Halilintar, dan mengembangkannya ke berbagai kategori mulai dari fashion hingga sejumlah lini usaha lain. AHHA Official Store pun masih memiliki kehadiran digital aktif.

Atta termasuk selebritas yang sejak awal memahami kekuatan audiens digital.

Subscriber dikumpulkan, personal brand dibangun, lalu ekosistem bisnis mengikuti.

Baca juga: Artis Indonesia yang Suka Makanan Pedas

7. Prilly Latuconsina – ILY Gold

Prilly Latuconsina

Prilly Latuconsina punya portofolio usaha yang cukup beragam.

Salah satu bisnis yang masih dikaitkan dengannya pada 2026 adalah ILY Gold, brand perhiasan yang menawarkan berbagai model emas untuk penggunaan sehari-hari. Ia juga tercatat memiliki aktivitas bisnis di sektor kuliner hingga persewaan yacht.

Menariknya, Prilly tidak berhenti pada satu sektor.

Strateginya lebih mirip diversifikasi portofolio dibanding sekadar “artis buka bisnis karena sedang tren”.

8. Shandy Aulia – SA Naturel

Shandy Aulia - SA Naturel

Shandy Aulia membangun SA Naturel di industri kecantikan.

Brand tersebut tidak hanya bertahan, tetapi pada 2026 masih aktif menawarkan produk skincare dan kosmetik. Bahkan gerai SA Naturel di Pakuwon Mall Bekasi diberitakan dibuka pada Februari 2026.

Nama “SA” jelas memiliki hubungan kuat dengan Shandy Aulia.

Setelah bertahun-tahun berjalan, bisnis ini menunjukkan bahwa celebrity beauty brand tidak semuanya berumur sepanjang satu tren TikTok.

9. Rossa – Rossa Beauty

Rossa - Rossa Beauty

Rossa memakai nama panggungnya secara langsung untuk Rossa Beauty.

Brand tersebut bergerak di sektor kosmetik dan personal care. Rossa bahkan pernah terlibat langsung dalam pengembangan koleksi fragrance mist yang diluncurkan melalui Rossa Beauty.

Aktivitas Rossa Beauty masih terlihat pada 2026, termasuk promosi produk skincare, makeup, dan kegiatan bisnis kecantikan.

Kalau biasanya nama Rossa ada di sampul album, sekarang juga bisa ditemukan di produk beauty.

10. Ashanty – Ashanty Beauty

Ashanty

Ashanty juga sudah lama memasuki industri kecantikan.

Brand Ashanty menggunakan nama sang penyanyi secara langsung dan mengembangkan produk beauty serta personal care. Profil perusahaan bahkan menggambarkan Ashanty sebagai brand yang dibangun berdasarkan nama pemiliknya.

Produk dengan nama Ashanty juga masih ditemukan di marketplace pada 2026.

Ini menjadi salah satu contoh paling literal dari strategi menjadikan nama artis sebagai merek dagang.

11. Felicya Angelista – Scarlett

Felicya Angelista - Scarlett

Felicya Angelista sedikit berbeda karena brand terbesarnya tidak menggunakan nama pribadi.

Ia merupakan co-founder Scarlett, brand kecantikan lokal yang terus berkembang di kategori body care, skincare, parfum, dan produk kecantikan lainnya. Situs resmi Scarlett masih mencantumkan Felicya sebagai co-founder dan mencatat sejumlah penghargaan brand pada 2025-2026.

Kasus Felicya menarik karena membuktikan personal branding artis dapat menjadi pintu masuk, tetapi brand tidak harus bergantung selamanya pada nama pendirinya.

Ini justru salah satu langkah penting kalau bisnis ingin tumbuh menjadi brand mandiri.

12. Ruben Onsu – Bensu dan Bisnis Media

Drama Ruben Onsu vs Sarwendah

Ruben Onsu merupakan salah satu nama lama dalam daftar pengusaha dari kalangan artis.

Ia dikenal membangun sejumlah usaha dengan identitas Bensu yang berasal dari namanya, termasuk bisnis kuliner. Selain itu, Ruben juga mengembangkan Media Onsu Perkasa atau MOP di sektor produksi konten.

Perjalanan bisnis Ruben menunjukkan bagaimana personal brand dapat diperluas dari makanan menuju media.

Satu nama, banyak pintu pemasukan. Tentu di balik itu ada operasional, karyawan, pemasaran, dan risiko bisnis yang tidak terlihat dari kamera.

Mengapa Banyak Artis Membuka Bisnis?

Kami melihat ada alasan logis mengapa semakin banyak selebritas membangun bisnis.

Profesi di dunia hiburan memiliki siklus popularitas yang sulit diprediksi. Bisnis dapat menjadi sumber pemasukan alternatif sekaligus aset jangka panjang.

Artis juga memiliki keuntungan yang tidak dimiliki pengusaha baru pada umumnya: perhatian publik.

Ketika seorang selebritas meluncurkan produk, jutaan orang sudah mengenal wajah dan namanya. Biaya membangun awareness bisa jauh lebih ringan.

Namun, popularitas hanya membuka pintu.

Produk tetap harus berkualitas, pelayanan harus konsisten, distribusi harus berjalan dan keuangan harus sehat.

Followers bisa membuat orang mencoba sekali. Kalau produknya mengecewakan, followers juga yang paling cepat membuat review.

Nama Besar Bukan Jaminan Bisnis Bertahan

Daftar artis Indonesia yang punya bisnis terus berubah dari waktu ke waktu.

Beberapa brand selebritas yang populer pada akhir 2010-an sudah tidak seaktif sebelumnya, sedangkan nama baru muncul dengan model bisnis yang lebih matang.

Itulah perbedaan utama daftar ini dengan deretan artis pengusaha beberapa tahun lalu.

Kami melihat Raffi Ahmad dan Nagita Slavina, Inul Daratista, Luna Maya, Ivan Gunawan, Zaskia Sungkar, Atta Halilintar, Prilly Latuconsina, Shandy Aulia, Rossa, Ashanty, Felicya Angelista, dan Ruben Onsu menunjukkan strategi berbeda dalam mengubah popularitas menjadi aset bisnis.

Ada yang menempelkan nama langsung pada produknya. Ada pula yang perlahan membangun brand agar mampu berdiri sendiri tanpa terus bergantung pada ketenaran sang artis.

Pada akhirnya, wajah terkenal bisa menjadi billboard gratis. Tetapi untuk bertahan bertahun-tahun, bisnis tetap harus dikelola seperti bisnis, bukan sekadar merchandise seorang selebritas.

Parepos logo text

Baca berita terkini di Parepos untuk mendapatkan informasi terbaru seputar Sulawesi, nasional, hiburan, bisnis, lifestyle, olahraga, dan berbagai informasi menarik lainnya.

By admin