MADIUN, JAWA TIMUR – Dwi Bagus Pembunuh Istri Siri dan Anak di Madiun menjadi sorotan setelah polisi mengungkap hasil pemeriksaan psikologis terhadap tersangka.
Dwi Bagus Martono (40), tersangka pembunuhan Dini Hardiyanti (30) dan anak Dini, Arshaka Ghafa El Faezya (4), disebut memiliki tingkat kecerdasan di atas rata-rata.
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jawa Timur Kombes Roy HM Sihombing mengatakan hasil pemeriksaan psikologis menunjukkan adanya kecenderungan kecerdasan dalam kategori superior.
Namun, saya melihat ada satu hal penting yang perlu dipisahkan.
IQ tinggi tidak berarti seseorang memiliki kecenderungan melakukan tindak kriminal. Hasil tersebut hanya menjadi salah satu bagian pemeriksaan penyidik dalam memahami tersangka dan rangkaian perkara.
Hasil Tes Psikologi Ungkap IQ Superior
Polda Jawa Timur telah menerima hasil pemeriksaan psikologis terhadap Dwi Bagus.
Menurut Roy, hasil tersebut menunjukkan tersangka mempunyai kemampuan intelektual yang tergolong tinggi.
Polisi menggunakan istilah “superior” ketika menjelaskan tingkat kecerdasan Dwi Bagus.
Latar belakang pendidikan tersangka di salah satu perguruan tinggi ternama juga disebut penyidik ketika menjelaskan profilnya.
Hasil pemeriksaan ini kemudian mendapat perhatian karena penyidik tengah mendalami bagaimana tersangka diduga melakukan tindak pidana dan berusaha menghilangkan jejak.
Polisi Tidak Ungkap Angka IQ Dwi Bagus
Meski menyebut IQ Dwi Bagus berada dalam kategori superior, polisi belum membeberkan skor numeriknya kepada publik.
Karena itu, tidak tepat jika muncul angka tertentu mengenai IQ tersangka tanpa keterangan resmi.
Informasi yang telah dikonfirmasi sejauh ini hanya menyebut tingkat kecerdasannya berada di atas rata-rata berdasarkan hasil pemeriksaan psikologis.
Artinya, judul “IQ superior” harus dipahami sebagai kategori yang disampaikan penyidik, bukan angka yang bisa kita tebak sendiri.
Kecerdasan Tinggi Jadi Perhatian Penyidik
Penyidik menyinggung kemampuan intelektual Dwi Bagus ketika menjelaskan rangkaian perkara dan dugaan upaya menghilangkan barang bukti.
Polisi menyebut tersangka melakukan sejumlah langkah setelah kedua korban meninggal.
Berdasarkan pemeriksaan, tersangka juga disebut memiliki kebiasaan menonton film yang kemudian ikut didalami penyidik terkait ide dalam upaya menghilangkan jejak.
Namun, polisi masih melakukan pendalaman terhadap keterangan tersebut.
Dengan kata lain, kecerdasan tersangka bukanlah motif kejahatan, melainkan salah satu informasi yang diperoleh dalam pemeriksaan psikologis.
Kasus Berawal dari Pertengkaran di Hotel
Kasus ini disebut bermula ketika Dwi Bagus, Dini, dan anak korban berada di sebuah hotel di Kota Madiun pada 19 September 2026.
Mereka awalnya berencana merayakan ulang tahun anak.
Polisi mengatakan ketegangan kemudian muncul terkait komunikasi Dwi Bagus dengan istri sahnya.
Dini disebut merasa cemburu dan terjadi pertengkaran.
Pada 20 September 2026, Dini diduga dibunuh di dalam kamar hotel.
Anaknya kemudian juga menjadi korban di lokasi berbeda.
Baca juga laporan Parepos mengenai pelaku pembunuhan anak di Makassar yang dinilai layak dijerat UU Perlindungan Anak.
Dwi Bagus Ditetapkan sebagai Tersangka
Polda Jawa Timur telah menetapkan Dwi Bagus sebagai tersangka.
Penyidik menerapkan pasal pembunuhan berencana berdasarkan konstruksi perkara dan alat bukti yang telah dikumpulkan.
Polisi juga melakukan pemeriksaan di sejumlah tempat yang berkaitan dengan kejadian.
Proses hukum masih berlangsung sehingga pertanggungjawaban pidana akhirnya akan ditentukan melalui proses peradilan.
Dwi Bagus sendiri telah menyampaikan permintaan maaf kepada keluarga korban dan masyarakat saat ditampilkan dalam konferensi pers.
Motif Masih Terus Didalami
Polisi menduga pertengkaran akibat persoalan hubungan dan kecemburuan menjadi salah satu pemicu kejadian.
Namun, motif perkara belum dianggap sepenuhnya selesai.
Pihak keluarga korban juga menilai persoalan tersebut kemungkinan lebih kompleks dibanding sekadar kecemburuan.
Karena terdapat perbedaan pandangan tersebut, penyidik masih mendalami rangkaian kejadian dan latar belakang tindakan tersangka.
Bagi saya, ini penting agar kesimpulan mengenai motif tidak dibuat lebih cepat daripada proses penyidikannya sendiri.
Rekonstruksi Dilakukan di Sejumlah Lokasi
Penyidik telah melakukan rekonstruksi pada Selasa, 27 Oktober 2026.
Sebanyak 38 adegan diperagakan dalam proses tersebut.
Rekonstruksi dilakukan di beberapa lokasi di Kota Madiun, termasuk hotel dan sejumlah rumah yang berkaitan dengan perkara.
Proses ini dilakukan untuk mencocokkan keterangan tersangka, saksi, barang bukti, serta temuan penyidik.
Rekonstruksi menjadi bagian penting untuk menyusun kronologi perkara secara lebih utuh sebelum kasus dibawa ke tahap berikutnya.
IQ Tinggi Tidak Berkaitan dengan Kecenderungan Kriminal
Munculnya informasi bahwa Dwi Bagus mempunyai IQ superior mudah membuat publik menghubungkan kecerdasan dengan kejahatan yang disangkakan kepadanya.
Padahal, keduanya tidak boleh disamakan.
IQ pada dasarnya mengukur aspek tertentu dari kemampuan kognitif dan bukan alat untuk menentukan apakah seseorang akan melakukan kejahatan.
Seseorang dengan kecerdasan tinggi tidak otomatis memiliki perilaku kriminal.
Begitu pula sebaliknya.
Karena itu, informasi hasil tes psikologi dalam kasus Dwi Bagus lebih tepat dilihat sebagai bagian dari profil pemeriksaan tersangka, bukan penjelasan tunggal mengenai tindakannya.
Kesimpulan
Dwi Bagus Pembunuh Istri Siri dan Anak di Madiun menjadi perhatian setelah hasil pemeriksaan psikologis tersangka diungkap Polda Jawa Timur.
Dwi Bagus Martono disebut memiliki tingkat kecerdasan superior atau di atas rata-rata.
Namun, polisi tidak mengungkap angka IQ spesifik yang diperoleh dari pemeriksaan tersebut.
Dwi Bagus saat ini berstatus tersangka pembunuhan Dini Hardiyanti dan anaknya yang berusia empat tahun serta dijerat dengan pasal pembunuhan berencana.
Polisi terus mendalami motif, rangkaian kejadian, serta upaya yang diduga dilakukan tersangka setelah kedua korban meninggal.
Informasi mengenai IQ tinggi juga tidak boleh ditafsirkan sebagai penyebab seseorang melakukan tindak kriminal.

Baca berita terkini di Parepos untuk mengikuti perkembangan kriminal, hukum, nasional, Sulawesi, dan informasi terbaru lainnya. Parepos, Membawa Terang Informasi.
