PAREPARE, Sulawesi Selatan – Kalau bicara kue tradisional Sulawesi Selatan, saya rasa resep Barongko wajib masuk daftar. Kue ini sederhana, bahannya tidak ribet, tapi rasanya punya kelas. Lembut, manis, gurih, wangi daun pisang, dan paling enak disantap dingin. Ini tipe kudapan yang tampil kalem, tapi begitu masuk kulkas dan disajikan saat dingin, langsung naik level.
Barongko dikenal sebagai kue tradisional khas Bugis-Makassar berbahan dasar pisang yang dihaluskan, lalu dicampur santan, gula, telur, dan sedikit garam sebelum dibungkus daun pisang dan dikukus. Resep Sasa juga mencatat bahan utama barongko memakai pisang kepok matang, telur, santan, gula, vanili, garam, dan daun pisang, dengan proses kukus sekitar 30 menit.
Apa Itu Barongko?
Barongko adalah kudapan tradisional dari Sulawesi Selatan yang identik dengan pisang dan daun pisang. Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sulawesi Selatan menyebut barongko sebagai kue tradisional berbahan dasar pisang, umumnya memakai pisang kepok matang, dan sering hadir dalam acara perjamuan masyarakat Sulsel.
Saya suka filosofi barongko karena sederhana tapi dalam. Bagian dalamnya dari pisang, bagian luarnya juga dibungkus daun pisang. Ada makna kejujuran di sana, apa yang terlihat di luar sejalan dengan isi di dalam. Bahasa meme-nya, barongko ini tidak pencitraan. Dari luar pisang, dari dalam juga pisang. Konsisten, tidak seperti janji diet setiap Senin.
Ciri Khas Rasa Barongko
Ciri khas barongko ada pada teksturnya yang lembut dan rasa manis gurih dari pisang matang, santan, telur, dan gula. Daun pisang memberi aroma khas yang sulit digantikan plastik atau cup biasa. Menurut Disbudpar Sulsel, banyak orang meyakini aroma khas barongko berasal dari daun pisang yang digunakan sebagai pembungkus.
Barongko yang enak tidak terlalu padat, tidak terlalu cair, dan tidak amis telur. Rasanya harus seimbang: manis dari pisang, gurih dari santan, sedikit asin dari garam, dan wangi lembut dari daun pisang. Kalau terlalu banyak gula, rasanya jadi berat. Kalau santannya terlalu encer, teksturnya bisa kurang creamy.
Bahan Utama Resep Barongko
Untuk membuat cara membuat barongko versi rumahan, siapkan bahan berikut:
Bahan Utama:
- 8 buah pisang kepok matang
- 4 butir telur ayam
- 200 ml santan kental
- 100 sampai 130 gram gula pasir, sesuaikan manis pisang
- ¼ sdt garam
- ¼ sdt vanili bubuk
- Daun pisang secukupnya
- Lidi atau tusuk gigi untuk menyematkan bungkus
Kalau ingin hasil yang lebih lembut, pilih pisang kepok yang benar-benar matang. Jangan pakai pisang yang masih keras karena rasa manisnya belum keluar maksimal. Barongko itu hidup dari pisang matang. Kalau pisangnya kurang matang, hasilnya seperti meeting tanpa keputusan: ada bentuknya, tapi kurang berkesan.
Cara Membuat Barongko Di Rumah
Pertama, bersihkan daun pisang, lalu layukan sebentar di atas api kecil atau kukusan panas agar lebih lentur dan tidak mudah sobek saat dilipat.
Kedua, kupas pisang kepok matang. Buang bagian tengah pisang yang berwarna agak gelap atau berbiji kasar agar tekstur barongko lebih halus.
Ketiga, haluskan pisang menggunakan blender atau garpu. Kalau memakai blender, jangan terlalu lama agar adonan tidak terlalu cair.
Keempat, kocok telur dan gula sampai gula larut. Tidak perlu sampai mengembang seperti membuat bolu. Cukup sampai rata.
Kelima, masukkan pisang halus, santan, garam, dan vanili ke dalam campuran telur. Aduk sampai semua bahan menyatu. Resep Sasa juga memakai alur serupa: telur dan gula dikocok, pisang dihaluskan, lalu dicampur dengan santan, garam, dan vanili sebelum dibungkus.
Keenam, ambil daun pisang. Tuang adonan secukupnya, lalu lipat rapi seperti membungkus pepes. Sematkan dengan lidi atau tusuk gigi.
Ketujuh, panaskan kukusan. Kukus barongko selama 30 sampai 40 menit sampai matang. Jangan lupa lapisi tutup kukusan dengan kain agar uap air tidak menetes ke adonan.
Kedelapan, angkat dan dinginkan. Barongko bisa langsung dimakan hangat, tetapi menurut saya paling nikmat setelah masuk kulkas beberapa jam. Teksturnya jadi lebih padat lembut dan rasanya lebih creamy.
Tips Agar Barongko Lembut Dan Tidak Berair
Pertama, gunakan pisang kepok yang matang, tapi jangan busuk. Pisang yang terlalu matang sampai berair bisa membuat adonan lembek dan kurang cantik setelah dikukus.
Kedua, jangan terlalu banyak menambahkan air. Beberapa resep memakai tambahan air untuk mencairkan santan, tetapi untuk versi rumahan yang lebih creamy, santan kental saja sudah cukup.
Ketiga, saring adonan jika ingin tekstur lebih halus. Ini opsional, tetapi bagus kalau kamu ingin barongko terasa lembut seperti puding tradisional.
Keempat, jangan terlalu banyak telur. Telur memang membantu mengikat adonan, tetapi kalau berlebihan, aroma amis bisa muncul.
Kelima, kukus dengan api sedang. Api terlalu besar bisa membuat adonan mengembang tidak rata dan uap air terlalu banyak masuk ke bungkus.
Bisa Dibuat Versi Loyang Atau Cup
Kalau tidak punya daun pisang, barongko tetap bisa dibuat dalam loyang atau cup aluminium. Namun, rasa dan aromanya tentu berbeda. Daun pisang memberi aroma tradisional yang menjadi identitas barongko.
Untuk versi loyang, olesi loyang dengan sedikit minyak atau lapisi daun pisang di bagian bawah. Tuang adonan, lalu kukus 35 sampai 45 menit sampai matang. Setelah dingin, potong sesuai selera.
Untuk versi cup, tuang adonan ke cup tahan panas, lalu kukus sekitar 25 sampai 30 menit. Versi ini cocok untuk jualan, acara keluarga, atau snack box. Praktis, rapi, dan tidak perlu drama lipat daun pisang kalau sedang buru-buru.
Penutup
Resep Barongko bukan hanya soal mencampur pisang, santan, telur, dan gula. Di balik kue lembut ini, ada cerita tentang tradisi Bugis-Makassar, perjamuan keluarga, dan kekayaan kuliner Sulawesi Selatan yang tetap hidup sampai sekarang.
Kalau ingin membuat barongko yang benar-benar enak, kuncinya sederhana: pakai pisang matang, santan yang pas, daun pisang yang bersih, dan kukus dengan sabar. Jangan terburu-buru, karena makanan tradisional biasanya tidak suka diperlakukan seperti konten viral 15 detik.

Parepos hadir dari Parepare, Sulawesi Selatan, dengan semangat Membawa Terang Informasi, menyajikan kabar aktual dari Sulawesi, nasional, olahraga, hiburan, hingga cerita kuliner daerah yang dekat dengan kehidupan pembaca. Baca berita Sulawesi terkini di Parepos.
