JAKARTA, DKI JAKARTA – Gandhi Fernando Cetak Prestasi Global lewat langkah barunya menembus industri hiburan Thailand. Serial Badminton Boys yang ditulis sekaligus disutradarainya berhasil menduduki posisi pertama iQIYI Shorts Global Ranking untuk kategori Worldwide.
Pencapaian tersebut terasa semakin spesial karena Badminton Boys merupakan debut Gandhi sebagai sutradara serial di Thailand.
Bukan sekadar pindah negara lalu langsung duduk di kursi sutradara, perjalanan itu ternyata dipersiapkan cukup panjang.
Gandhi bahkan mempelajari bahasa Thailand selama sekitar empat tahun agar bisa berkomunikasi langsung dengan aktor dan kru lokal.
Gandhi Fernando Cetak Prestasi Global
Nama Gandhi Fernando selama ini dikenal sebagai aktor, produser, penulis, sekaligus sineas Indonesia.
Namun, pada 2026 ia mengambil langkah berbeda dengan mengembangkan kariernya di industri hiburan Thailand.
Hasil awalnya tidak main-main.
Badminton Boys berhasil mendapat label Worldwide No. 1 pada kategori Shorts di platform iQIYI.
Bagi saya, yang membuat capaian ini menarik bukan cuma angka satu di sebuah ranking.
Gandhi berhasil membawa karya berbahasa Thailand yang dibuat bersama talenta lokal ke posisi teratas dalam pemeringkatan global sebuah platform internasional.
Badminton Boys Jadi Debut Sutradara di Thailand
Badminton Boys menjadi proyek pertama Gandhi sebagai sutradara serial Thailand.
Serial tersebut mengambil latar dunia badminton dan menceritakan dua mahasiswa yang dipertemukan melalui olahraga tersebut.
Di balik cerita itu, Gandhi tidak hanya bertugas menerjemahkan naskah ke dalam gambar.
Ia juga harus mengarahkan aktor lokal Thailand serta beradaptasi dengan sistem produksi yang berbeda dari lingkungan kerjanya di Indonesia.
Pengalaman tersebut membuat Gandhi kembali merasakan posisi seperti seorang pemula, meskipun dirinya sudah cukup lama berkecimpung di industri film Indonesia.
Langsung Jadi Worldwide No. 1
Pencapaian terbesar Badminton Boys datang ketika serial tersebut menempati posisi pertama iQIYI Shorts Global Ranking.
Pada halaman platform tersebut, Badminton Boys mendapat label Worldwide No. 1.
Gandhi mengaku tidak menyangka debut penyutradaraannya di Thailand bisa langsung memperoleh posisi tersebut.
Ia melihat pencapaian itu bukan sekadar soal peringkat, tetapi sebagai bukti bahwa sineas Indonesia memiliki peluang untuk berkarya di industri negara lain.
Kalau debut biasanya dipakai untuk pemanasan, Gandhi sepertinya langsung memilih level final boss.
Belajar Bahasa Thailand Selama Empat Tahun
Kesuksesan tersebut tidak datang tiba-tiba.
Gandhi mulai mempelajari bahasa Thailand dari nol sekitar empat tahun sebelumnya.
Kemampuan bahasa menjadi modal penting karena ia harus memberikan arahan secara langsung kepada para pemain dan kru lokal.
Bahasa Thailand bukan bahasa pertama Gandhi sehingga proses produksi sempat menimbulkan kekhawatiran tersendiri.
Namun, bekal bertahun-tahun belajar membuatnya dapat beradaptasi dengan kebutuhan produksi.
Keputusan belajar bahasa sebelum masuk lebih jauh ke industrinya menjadi salah satu bagian menarik dari perjalanan Gandhi.
Ia tidak hanya datang membawa pengalaman dari Indonesia, tetapi juga berusaha memahami lingkungan tempatnya bekerja.
Gandhi Jadi Penulis Sekaligus Sutradara
Tanggung jawab Gandhi di Badminton Boys juga terbilang besar.
Ia bertindak sebagai penulis cerita sekaligus sutradara.
Dengan dua posisi tersebut, Gandhi memiliki tanggung jawab mulai dari membangun cerita hingga memastikan visi itu dapat diterjemahkan oleh pemain dan tim produksi.
Tantangannya semakin besar karena serial diproduksi menggunakan bahasa Thailand dan melibatkan aktor serta kru lokal.
Namun, justru pengalaman lintas budaya tersebut menjadi bagian penting dari perkembangan kariernya sebagai sineas.
Baca juga perjalanan talenta lain di dunia hiburan melalui artikel Parepos mengenai Catheez debut akting di series 12 IPA 4.
Badminton Boys Hadir dalam Format Vertical Micro-Series
Badminton Boys tidak menggunakan format serial televisi konvensional.
Proyek ini hadir sebagai vertical micro-series dengan tampilan yang dirancang untuk dikonsumsi melalui perangkat seluler.
Serial tersebut terdiri dari 57 episode.
Setiap episode berdurasi sekitar satu hingga tiga menit dengan total durasi keseluruhan mencapai kurang lebih 92 menit.
Format tersebut sejalan dengan tren konten digital yang semakin mengandalkan video vertikal dan durasi singkat.
Penonton tidak perlu mengalokasikan hampir satu jam untuk menikmati satu episode.
Cukup beberapa menit, walaupun efek sampingnya mungkin klasik: niat nonton satu episode, tahu-tahu sudah episode 20.
Kolaborasi Indonesia dan Thailand
Badminton Boys juga menjadi proyek kolaborasi lintas negara.
Serial tersebut diproduksi melalui kerja sama Above All Studios dari Thailand dengan Creator Media, rumah produksi milik Gandhi Fernando.
Proyek ini juga mendapat dukungan investasi dari iQIYI.
Kolaborasi tersebut memperlihatkan bahwa ruang kerja sineas Indonesia semakin terbuka di luar pasar domestik.
Bukan hanya menjual film Indonesia ke pasar internasional, tetapi juga terlibat langsung dalam sistem produksi negara lain.
Tayang untuk Penonton Internasional
Badminton Boys mulai tersedia secara internasional melalui iQIYI dan Shortime pada 15 Oktober 2026.
Untuk pasar Thailand, serial tersebut tersedia melalui VIU.
Kehadiran di sejumlah platform membuka peluang karya tersebut menjangkau penonton di luar Thailand.
Ini sekaligus menjadi pembuktian bahwa format micro-series tidak lagi terbatas pada konten media sosial.
Format vertikal kini mulai berkembang menjadi produk hiburan yang diproduksi secara profesional dan dipasarkan lintas negara.
Babak Baru Karier Gandhi Fernando
Gandhi Fernando sebenarnya bukan nama baru dalam perfilman Indonesia.
Namun, langkah masuk ke Thailand membuatnya harus membangun jalur karier baru.
Ia memilih menetap dan mengembangkan kemampuan penyutradaraan di sana, meskipun harus menghadapi perbedaan bahasa, budaya, dan sistem produksi.
Keberhasilan Badminton Boys menjadi pembuka yang cukup kuat.
Apalagi proyek debut tersebut langsung mendapatkan pencapaian di ranking global.
Kini tantangannya tentu berbeda.
Setelah debut langsung berada di posisi pertama, karya berikutnya justru akan membawa ekspektasi yang lebih tinggi.
Kesimpulan
Gandhi Fernando Cetak Prestasi Global melalui Badminton Boys, serial Thailand yang ditulis sekaligus disutradarainya.
Proyek tersebut menjadi debut Gandhi sebagai sutradara serial di Thailand dan langsung menduduki posisi pertama iQIYI Shorts Global Ranking kategori Worldwide.
Perjalanan menuju capaian tersebut juga cukup panjang.
Gandhi mempelajari bahasa Thailand selama sekitar empat tahun, beradaptasi dengan sistem produksi lokal, hingga mengarahkan aktor Thailand secara langsung.
Badminton Boys diproduksi dalam format vertical micro-series sebanyak 57 episode dengan total durasi sekitar 92 menit melalui kolaborasi Above All Studios dan Creator Media.
Pencapaian tersebut menjadi salah satu langkah baru sineas Indonesia dalam membangun karier langsung di industri hiburan luar negeri.

Baca berita terkini di Parepos untuk mengikuti informasi hiburan, film, selebritas, Sulawesi, dan kabar terbaru lainnya. Parepos, Membawa Terang Informasi.
