Penyebab Kebakaran Rumah di Koja Jakut

JAKARTA, DKI JAKARTA – Penyebab kebakaran rumah di Koja Jakut mulai terungkap setelah petugas melakukan pemeriksaan awal di lokasi. Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu menduga api kompor menyambar bensin yang tercecer ketika proses pemindahan bahan bakar berlangsung.

Kebakaran melanda enam unit rumah kontrakan di Kelurahan Rawa Badak Utara, Kecamatan Koja, Jakarta Utara, Rabu, 2 September 2026 petang. Tiga penghuni mengalami luka bakar dan harus mendapatkan perawatan di RSUD Koja.

Kami melihat insiden ini menjadi pengingat penting tentang risiko menyimpan maupun memindahkan bensin di lingkungan rumah.

Api dari kompor mungkin terlihat kecil. Namun ketika bertemu uap dan tumpahan bahan bakar, situasinya dapat berubah dalam hitungan detik.

Api Kompor Diduga Menyambar Bensin

Kasi Operasi Sudin Gulkarmat Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu Gatot Sulaeman menjelaskan dugaan awal penyebab kebakaran berasal dari api kompor.

Berdasarkan keterangan saksi, bensin sedang dipindahkan dari kendaraan menuju tempat penyimpanan di salah satu kontrakan.

Pada saat yang hampir bersamaan, seorang tetangga sedang memasak.

Api dari kompor kemudian diduga menyambar bensin yang tercecer selama proses pemindahan tersebut hingga kobaran api dengan cepat membesar.

Poin ini penting karena api tidak disebut muncul begitu saja dari tempat penyimpanan.

Ada kombinasi bahan bakar yang tercecer dengan sumber api terbuka di sekitar lokasi.

Bensin Dipindahkan dari Dua Sepeda Motor

Petugas memperoleh informasi bahwa terdapat dua unit sepeda motor yang digunakan dalam proses pendistribusian bensin.

Bahan bakar dari kendaraan tersebut dipindahkan menuju kontrakan yang disebut menjadi tempat penyimpanan bensin.

Proses inilah yang diduga menyebabkan sebagian bensin jatuh atau tumpah.

Ketika api kompor dari rumah di sekitar lokasi mengenai tumpahan tersebut, api langsung menjalar menuju kontrakan.

Kami tidak menemukan informasi resmi mengenai jumlah bensin yang disimpan di lokasi. Karena itu, jumlah bahan bakar maupun tujuan penyimpanannya sebaiknya tidak disimpulkan lebih jauh sebelum ada keterangan tambahan dari pihak berwenang.

Enam Kontrakan Terdampak Kebakaran

Kebakaran tidak hanya mengenai satu ruangan.

Objek yang terbakar merupakan bangunan kontrakan enam pintu di wilayah Rawa Badak Utara, Koja. Luas area yang terdampak diperkirakan sekitar 20 meter persegi.

Api yang cepat membesar membuat warga segera meminta bantuan pemadam kebakaran.

Laporan diterima petugas pada pukul 18.09 WIB.

Petugas tiba sekitar lima menit kemudian dan langsung melakukan pemadaman.

Dalam situasi seperti ini, beberapa menit memang terasa sangat menentukan.

Bensin tidak memberikan banyak waktu untuk rapat koordinasi. Begitu tersambar, api dapat menjalar jauh lebih cepat dibanding kebakaran material rumah tangga biasa.

Baca juga: Kebakaran Hutan Kalimantan

Tiga Warga Mengalami Luka Bakar

Kebakaran mengakibatkan tiga penghuni kontrakan mengalami luka.

Korban pertama adalah pria berinisial AB berusia 50 tahun yang mengalami luka bakar di bahu kiri.

Korban kedua perempuan berusia 41 tahun mengalami luka bakar di lengan kanan.

Sementara korban ketiga adalah pria berinisial FB berusia 22 tahun yang mengalami luka bakar pada bagian tangan atau lengan kanan. Ketiganya dibawa ke RSUD Koja untuk memperoleh penanganan medis.

Tidak ada laporan korban meninggal dunia dalam kejadian tersebut.

Kami memilih tidak menggambarkan luka para korban secara berlebihan karena informasi terpenting adalah mereka telah mendapatkan penanganan medis.

11 Unit Damkar dan 55 Personel Dikerahkan

Besarnya potensi kebakaran membuat Sudin Gulkarmat Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu mengerahkan kekuatan cukup besar.

Sebanyak 11 unit mobil pemadam kebakaran dan 55 personel diterjunkan menuju lokasi.

Laporan masuk pukul 18.09 WIB dan petugas tiba sekitar pukul 18.14 WIB.

Operasi pemadaman dimulai sekitar pukul 18.15 WIB.

Api kemudian berhasil dikendalikan dan proses pemadaman dinyatakan selesai sekitar pukul 18.43 WIB. Dengan demikian, penanganan berlangsung kurang dari setengah jam sejak petugas memulai operasi.

Kecepatan respons tersebut ikut mencegah api menyebar lebih luas ke bangunan sekitar.

Kerugian Diperkirakan Rp80 Juta

Selain mengakibatkan tiga orang terluka, kebakaran juga menyebabkan kerugian material.

Berdasarkan perhitungan awal petugas, nilai kerugian diperkirakan mencapai sekitar Rp80 juta.

Angka tersebut masih berupa estimasi awal.

Nilai akhir dapat berubah setelah pemilik bangunan maupun pihak terkait melakukan pendataan lebih rinci terhadap barang dan fasilitas yang rusak.

Namun, kerugian material bukan satu-satunya dampak.

Enam unit kontrakan yang terdampak berarti sejumlah penghuni juga harus menghadapi persoalan tempat tinggal setelah kebakaran.

Mengapa Bensin Sangat Berbahaya Dekat Kompor?

Bensin merupakan cairan yang sangat mudah menguap dan terbakar.

Bahkan yang dapat tersambar bukan hanya cairannya, tetapi juga uap bahan bakar ketika bertemu sumber panas atau percikan api.

Karena itu, memindahkan maupun menyimpan bensin dekat kompor, rokok, korek api, peralatan yang menghasilkan percikan, atau sumber panas lain memiliki risiko tinggi.

Kasus di Koja memperlihatkan bagaimana bensin yang tercecer dapat menjadi jalur api menuju tempat penyimpanan.

Bahan bakarnya tumpah, sumber apinya tersedia, sisanya tinggal menunggu beberapa detik.

Penyebab Masih Berstatus Dugaan Awal

Meski Gulkarmat menyebut api kompor yang menyambar tumpahan bensin sebagai penyebab, informasi tersebut masih disampaikan sebagai dugaan berdasarkan keterangan saksi dan pemeriksaan awal.

Karena itu, kami tidak menyebutnya sebagai kesimpulan forensik final.

Fakta yang sudah diketahui adalah proses pemindahan bensin berlangsung sebelum kebakaran, terdapat aktivitas memasak di sekitar lokasi, dan api kemudian membesar melalui tumpahan bahan bakar.

Kebakaran akhirnya dapat dipadamkan tanpa korban jiwa, meski tiga warga mengalami luka bakar dan enam kontrakan terdampak.

Kebakaran Koja Jadi Pengingat soal Penyimpanan BBM

Penyebab kebakaran rumah di Koja Jakut menunjukkan bagaimana aktivitas yang terlihat sederhana dapat memiliki risiko besar ketika melibatkan bahan bakar.

Enam kontrakan terdampak, tiga orang mengalami luka bakar, 11 unit pemadam harus dikerahkan, dan kerugian awal diperkirakan mencapai Rp80 juta.

Kami melihat pelajaran terpenting dari kejadian ini adalah menjauhkan bahan bakar dari segala bentuk sumber api dan panas.

Menyimpan bensin mungkin hanya membutuhkan beberapa liter ruang.

Tetapi ketika prosedur keselamatannya diabaikan, dampaknya bisa mengenai satu deret rumah.

Parepos logo text

Baca berita terkini di Parepos untuk mendapatkan informasi terbaru seputar nasional, Sulawesi, kebakaran, bencana, lingkungan, hiburan, olahraga, dan berbagai peristiwa penting lainnya.

By admin