kebakaran hutan kalimantan

JAKARTA, DKI JAKARTA – Kebakaran hutan Kalimantan kembali menjadi perhatian setelah jumlah titik panas meningkat dan kabut asap mulai terdeteksi di sejumlah wilayah. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkap bahwa kondisi iklim yang sangat kering akibat El Niño menjadi salah satu faktor yang memperbesar risiko kebakaran hutan dan lahan atau karhutla.

Deputi Bidang Klimatologi BMKG Ardhasena Sopaheluwakan menjelaskan kondisi kering membuat vegetasi dan lahan lebih mudah terbakar. Ketika sumber api muncul, lingkungan yang minim kelembapan juga membuat kebakaran berpotensi menghasilkan asap dalam jumlah besar.

Kami perlu menggarisbawahi satu hal sejak awal. El Niño bukan berarti secara otomatis menyalakan hutan. Fenomena iklim tersebut menciptakan kondisi yang lebih kering sehingga risiko kebakaran meningkat ketika ada sumber api.

El Niño 2026 Sudah Sangat Kuat

Hasil pemantauan BMKG pada Dasarian I Agustus 2026 menunjukkan suhu permukaan laut di wilayah Niño 3.4 berada pada anomali +2,77 derajat Celsius.

Angka tersebut menunjukkan El Niño sudah berada dalam kategori sangat kuat. Sebulan sebelumnya, nilainya masih sekitar +2,20 derajat Celsius.

El Niño dapat mengurangi curah hujan di sejumlah wilayah Indonesia ketika berlangsung bersamaan dengan musim kemarau.

BMKG sebelumnya telah memperingatkan bahwa kombinasi musim kemarau dan El Niño berpotensi memperpanjang kondisi kering serta meningkatkan risiko karhutla, khususnya di Sumatra dan Kalimantan. Risiko kebakaran diperkirakan meningkat sejak Juli dan mencapai periode paling rawan pada Agustus hingga September 2026.

Jadi, persoalannya bukan sekadar cuaca panas beberapa hari. Ada kondisi iklim berskala besar yang membuat bahan bakar alami seperti rumput, semak, dan lapisan permukaan tanah semakin kering.

76,5 Persen Wilayah Indonesia Sudah Masuk Kemarau

BMKG mencatat sebanyak 535 Zona Musim atau sekitar 76,5 persen wilayah Indonesia telah mengalami musim kemarau.

Kementerian Kehutanan juga menyebut curah hujan rendah mendominasi lebih dari 90 persen wilayah yang dipantau, sementara sebagian besar wilayah mengalami sifat hujan di bawah normal.

Kalimantan termasuk wilayah yang perlu mendapat perhatian.

Dalam peringatan kekeringan meteorologis BMKG untuk Dasarian II Agustus, beberapa kabupaten atau kota di Kalimantan Barat dan Kalimantan Timur masuk kategori waspada. Sementara sejumlah wilayah di Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan masuk kategori siaga.

Kondisi tersebut membuat upaya pencegahan kebakaran menjadi jauh lebih penting.

Sebab kalau tanah, semak, dan vegetasi sudah sama-sama kering, percikan kecil bisa mendapatkan “tim pendukung” yang terlalu lengkap untuk berubah menjadi kebakaran besar.

Hotspot Kalimantan Sempat Melonjak Empat Kali Lipat

Data Sistem Pemantauan Karhutla atau SIPONGI Kementerian Kehutanan memperlihatkan peningkatan signifikan titik panas berkepercayaan tinggi pada 19 Agustus 2026.

Kalimantan Barat mencatat 259 hotspot, Kalimantan Tengah 242 hotspot, dan Kalimantan Selatan 17 hotspot. Totalnya mencapai 518 titik, lebih dari empat kali lipat dibanding 109 titik yang terdeteksi sehari sebelumnya.

Jika dihitung selama periode 17-19 Agustus, tiga provinsi tersebut mencatat total 750 hotspot berkepercayaan tinggi.

Rinciannya terdiri dari 367 titik di Kalimantan Barat, 343 titik di Kalimantan Tengah, dan 40 titik di Kalimantan Selatan.

Namun, jumlah hotspot nasional kemudian menunjukkan penurunan. Kementerian Kehutanan mencatat hotspot kategori menengah dan tinggi secara nasional turun dari 2.170 titik pada 19 Agustus menjadi 950 titik pada 20 Agustus 2026.

Penurunan ini menjadi kabar baik, tetapi pemerintah menegaskan kewaspadaan tetap dibutuhkan karena kondisi kering masih berlangsung.

Baca juga: Kebakaran Gunung Bromo Belum Padam

Hotspot Tidak Selalu Berarti Ada 518 Kebakaran

Ada satu istilah yang sering menimbulkan salah pengertian ketika karhutla ramai diberitakan, yakni hotspot.

Kementerian Kehutanan menjelaskan hotspot merupakan anomali panas yang dideteksi satelit. Titik dengan tingkat kepercayaan tinggi memiliki kemungkinan lebih besar berkaitan dengan keberadaan sumber panas di permukaan.

Namun, satu hotspot tidak otomatis berarti satu kejadian kebakaran.

Satu lokasi kebakaran yang luas dapat terbaca sebagai beberapa hotspot oleh satelit. Karena itu, titik panas tetap harus diverifikasi melalui pemeriksaan lapangan untuk mengetahui lokasi, penyebab, dan luas area yang benar-benar terbakar.

Jadi, melihat peta penuh titik merah memang mengkhawatirkan. Namun jangan langsung menghitung satu titik sama dengan satu hutan terbakar.

Mengapa Karhutla di Lahan Gambut Sulit Dipadamkan?

Salah satu tantangan besar penanganan kebakaran hutan Kalimantan adalah keberadaan lahan gambut.

Pada lahan gambut, api tidak selalu hanya membakar vegetasi di permukaan. Bara dapat masuk dan bertahan di bawah lapisan tanah.

Akibatnya, permukaan yang terlihat sudah tidak memiliki nyala api belum tentu benar-benar aman.

Kementerian Kehutanan menjelaskan proses pemadaman harus dilanjutkan dengan pembasahan dan pendinginan secara menyeluruh agar bara di bawah permukaan tidak kembali memicu api.

Kondisi kering juga membuat sumber air permukaan semakin terbatas sehingga proses pemadaman menjadi lebih menantang.

Pemerintah Kerahkan 12.880 Personel

Pemerintah memperkuat operasi pengendalian karhutla di tiga provinsi prioritas, yakni Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan.

Sedikitnya 12.880 personel gabungan telah dikerahkan.

Sebanyak 1.410 personel ditempatkan di Kalimantan Barat, 10.700 personel di Kalimantan Tengah, dan 770 personel di Kalimantan Selatan.

Tim terdiri dari unsur Kementerian Kehutanan, BNPB, BMKG, pemerintah daerah, BPBD, TNI, Polri, Manggala Agni, Masyarakat Peduli Api, dunia usaha, relawan, hingga masyarakat.

Mereka melakukan patroli, pemantauan hotspot, pemeriksaan lapangan, pemadaman, pembasahan, serta pengamanan wilayah rawan agar api tidak kembali muncul.

Water Bombing hingga Sumur Bor Disiapkan

Penanganan kebakaran tidak hanya dilakukan dari darat.

Pemerintah mengerahkan helikopter untuk patroli dan water bombing serta pesawat fixed wing untuk mendukung pemantauan udara.

Sumur bor juga dibangun dan diaktifkan di sejumlah wilayah prioritas.

Tujuannya memperpendek jarak pengambilan air sehingga petugas dapat lebih cepat melakukan pemadaman dan pembasahan, terutama di kawasan gambut.

BMKG juga mendukung Operasi Modifikasi Cuaca untuk meningkatkan peluang hujan di wilayah yang membutuhkan pembasahan. Sebelumnya, operasi serupa telah dilakukan untuk mendukung mitigasi karhutla di Kalimantan Tengah.

Kabut Asap Jadi Ancaman Berikutnya

Dampak kebakaran hutan Kalimantan tidak berhenti pada lahan yang terbakar.

Citra Satelit Himawari-9 BMKG pada 19 Agustus mendeteksi sebaran asap di sejumlah wilayah Kalimantan dan Sumatra. Pola angin juga dapat membawa asap ke wilayah di sekitarnya.

Kabut asap dapat mengurangi jarak pandang, mengganggu transportasi, dan berdampak pada kualitas udara serta kesehatan masyarakat.

Karena itu, masyarakat di wilayah terdampak perlu mengikuti informasi kualitas udara dan arahan pemerintah daerah, terutama ketika kabut asap semakin pekat.

Risiko Kebakaran Hutan Kalimantan Belum Berakhir

BMKG mengingatkan periode Agustus hingga September merupakan salah satu masa yang perlu mendapat perhatian besar karena bertepatan dengan puncak musim kemarau di banyak wilayah.

Meski jumlah hotspot dapat naik dan turun dari hari ke hari, kondisi dasar berupa tanah dan vegetasi yang kering belum sepenuhnya berubah.

Kami melihat inilah alasan mengapa penurunan hotspot tidak boleh langsung dianggap sebagai tanda bahwa masalah selesai.

Masyarakat juga diminta tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar serta segera melaporkan jika menemukan titik api.

Pada akhirnya, El Niño dan kemarau memang menciptakan kondisi yang sangat mendukung terjadinya kebakaran. Namun sumber api tetap menjadi bagian yang harus dicegah.

Cuacanya mungkin tidak bisa kita atur sesuka hati. Tetapi menambah api ke lahan yang sudah kering jelas masih bisa kita hindari.

Parepos logo text

Baca berita terkini di Parepos untuk mendapatkan informasi terbaru seputar Sulawesi, nasional, lingkungan, bencana, cuaca, olahraga, dan berbagai peristiwa penting lainnya.

By admin