Rumah di Palopo Ludes Terbakar

PALOPO, SULAWESI SELATAN – Rumah di Palopo ludes terbakar pada Kamis, 18 Juni 2026. Peristiwa ini terjadi di Kelurahan Salobulo, Kecamatan Wara Selatan, Kota Palopo, Sulawesi Selatan, dan membuat dua unit rumah hangus dilalap api.

Dugaan sementara, kebakaran dipicu anak pemilik rumah yang bermain korek api di dalam kamar. Kasi Evakuasi dan Penyelamatan Damkar Palopo, Muh Nur Tandiwajang, menyebut dua unit rumah terbakar dan penyebab awalnya diduga karena anak kecil bermain korek api di kamar.

Dari kacamata kami di Parepos, ini bukan sekadar berita kebakaran. Ini alarm keras untuk banyak keluarga. Korek api kelihatannya kecil, ringan, bahkan sering dianggap barang biasa di rumah. Tapi kalau sudah berada di tangan anak tanpa pengawasan, benda kecil itu bisa berubah jadi tombol “mode darurat” satu kampung.

Kebakaran Terjadi Sore Hari Di Salobulo

Peristiwa kebakaran tersebut terjadi sekitar pukul 16.40 Wita. Lokasinya berada di Kelurahan Salobulo, Kecamatan Wara Selatan, Palopo. Dalam waktu singkat, api membesar dan melalap dua rumah warga.

Situasi seperti ini biasanya berlangsung cepat. Api yang awalnya kecil bisa merambat ke kasur, kain, lemari, plafon, hingga bagian rumah lain. Apalagi jika bangunan berdempetan atau memiliki banyak material mudah terbakar.

Dalam kasus ini, dugaan awal api bermula dari aktivitas anak yang bermain korek api. Tandiwajang menyebut anak tersebut diduga membakar sesuatu di atas kasur. Ia juga mengatakan saat kejadian, orang tua anak disebut sedang keluar ke laundry.

Api Diduga Bermula Dari Kasur

Kasur menjadi salah satu benda rumah tangga yang sangat mudah mempercepat rambatan api. Ketika api kecil menyentuh bahan kain, busa, atau selimut, api bisa cepat membesar sebelum penghuni rumah sadar sepenuhnya.

Di sinilah tragedi kecil sering bermula. Anak mungkin hanya merasa sedang bermain. Ia belum memahami risiko. Tapi api tidak peduli niat. Mau bercanda, coba-coba, atau sekadar penasaran, kalau sudah menyambar benda mudah terbakar, hasilnya bisa fatal.

Kami tidak menulis ini untuk menyalahkan anak. Anak tetap anak. Yang perlu menjadi perhatian adalah lingkungan rumah, pengawasan orang dewasa, dan kebiasaan menyimpan barang berisiko. Korek api, pemantik kompor, obat nyamuk bakar, charger rusak, dan colokan bertumpuk adalah paket lengkap “calon masalah” kalau dibiarkan sembarangan.

Petugas Damkar Terkendala Lorong Sempit

Pemadaman api tidak berjalan mudah. Petugas Damkar Palopo menghadapi kendala karena lokasi kebakaran berada di lorong sempit. Kondisi ini membuat akses armada dan petugas menuju titik api menjadi lebih sulit.

Dalam banyak kasus kebakaran permukiman, akses jalan memang menjadi faktor penting. Api butuh hitungan menit untuk membesar, sementara mobil pemadam butuh akses masuk. Kalau lokasi berada di lorong kecil, petugas harus bekerja ekstra dengan selang, peralatan manual, dan bantuan warga.

Damkar Palopo mengerahkan enam unit armada ke lokasi. Api akhirnya berhasil dipadamkan sekitar pukul 19.21 Wita. Artinya, proses pemadaman berlangsung hampir tiga jam sejak kebakaran dilaporkan terjadi sekitar pukul 16.40 Wita.

Kerugian akibat kebakaran ini belum diketahui secara pasti dan masih dalam proses perkiraan. Namun, dua rumah yang ludes terbakar jelas menjadi pukulan berat bagi keluarga korban. Rumah bukan cuma bangunan. Di dalamnya ada pakaian, dokumen, perabot, kenangan, dan rasa aman yang hilang dalam satu sore.

Warga Perlu Waspada, Bukan Panik

Kebakaran di Palopo ini menjadi pengingat bahwa pencegahan harus dimulai dari rumah sendiri. Orang tua perlu menyimpan korek api, pemantik, lilin, dan benda mudah terbakar di tempat yang tidak terjangkau anak.

Langkah sederhana bisa mencegah risiko besar. Jangan tinggalkan anak sendirian di kamar dengan akses ke korek api. Jangan menyimpan pemantik dekat kasur atau meja rendah. Ajarkan anak bahwa api bukan mainan. Kalau perlu, buat aturan rumah yang tegas: korek api hanya boleh disentuh orang dewasa.

Satirnya begini, kita sering memasang password panjang untuk WiFi, tapi korek api dibiarkan bebas di meja. Padahal yang satu bikin anak streaming kartun, yang satu bisa bikin rumah masuk berita.

Catatan Parepos

Kasus Rumah di Palopo Ludes Terbakar ini memperlihatkan bahwa bahaya kebakaran tidak selalu datang dari korsleting besar atau ledakan tabung gas. Kadang, pemicunya adalah hal kecil yang luput dari perhatian.

Kami di Parepos menilai ada tiga pelajaran penting dari peristiwa ini. Pertama, rumah dengan anak kecil harus lebih ketat dalam menyimpan benda berbahaya. Kedua, kawasan permukiman padat perlu memperhatikan akses darurat. Ketiga, edukasi kebakaran harus lebih sering disampaikan kepada warga, bukan hanya muncul setelah musibah terjadi.

Untuk warga Palopo dan Sulawesi Selatan, kejadian ini patut menjadi pengingat bersama. Api kecil tidak pernah datang dengan pengumuman resmi. Begitu menyala di tempat yang salah, semua bisa berubah dalam hitungan menit.

Parepos logo text

Baca berita Sulawesi terkini di Parepos, media yang terus berupaya Membawa Terang Informasi untuk pembaca yang ingin tahu kabar terbaru dari Sulawesi, Indonesia, dan dunia.

By admin