MAKASSAR, SULAWESI SELATAN – Sejumlah Jalan di Makassar macet pada Rabu, 17 Juni 2026, imbas aksi demo mahasiswa di beberapa titik strategis kota. Arus kendaraan tersendat di Jalan AP Pettarani, Jalan Sultan Alauddin, hingga Jalan Urip Sumoharjo.
Kemacetan ini bukan sekadar padat biasa. Berdasarkan pantauan yang dilaporkan detikSulsel, antrean kendaraan di beberapa ruas mencapai sekitar 1 kilometer, terutama di jalur Pettarani menuju Alauddin dan sekitar kawasan kampus. Titik macet juga terpantau di Jalan Urip Sumoharjo, mulai dari area Flyover hingga depan kampus Universitas Muslim Indonesia atau UMI.
Dari kacamata kami di Parepos, situasi ini memperlihatkan dua hal yang sama-sama penting: mahasiswa punya ruang menyampaikan aspirasi, tetapi warga juga punya hak untuk pulang tanpa harus merasa sedang ikut “praktikum sabar nasional” di atas motor dan mobil.
Pettarani-Alauddin Jadi Titik Paling Terdampak
Kemacetan paling terasa di ruas Jalan AP Pettarani menuju Jalan Sultan Alauddin. Laporan lapangan menyebut kepadatan mulai terlihat dari sekitar pertigaan Jalan Letjen Hertasning hingga pertigaan Jalan Sultan Alauddin. Kondisi itu terjadi karena adanya aksi demonstrasi di depan Universitas Negeri Makassar atau UNM.
Jalan AP Pettarani selama ini memang menjadi salah satu nadi pergerakan warga Makassar. Ketika ruas ini tersendat, efeknya cepat merambat ke jalan penghubung lain. Apalagi jika titik macet berada dekat kampus, persimpangan, dan jalur pulang kantor.
Di Jalan Sultan Alauddin, kemacetan panjang juga terjadi di depan kampus Universitas Muhammadiyah Makassar atau Unismuh. Antrean kendaraan disebut mengular dari pertigaan AP Pettarani hingga sekitar perempatan perbatasan Kabupaten Gowa.
Situasi ini membuat pengguna jalan dari arah Makassar menuju Gowa, maupun sebaliknya, harus memperlambat laju kendaraan. Bagi pengendara roda dua, mungkin masih bisa mencari celah. Namun bagi mobil, angkutan umum, dan kendaraan logistik, kondisi seperti ini jelas membuat waktu tempuh membengkak.
Urip Sumoharjo Juga Tersendat
Kepadatan tidak hanya terjadi di Pettarani dan Alauddin. Jalan Urip Sumoharjo juga ikut terdampak. Kemacetan dilaporkan terjadi mulai dari kawasan Flyover hingga depan kampus UMI karena adanya massa mahasiswa yang masih melakukan orasi.
Ini yang membuat situasi lalu lintas Makassar makin berat. Tiga ruas yang terdampak merupakan jalur penting bagi warga yang bergerak dari pusat kota, kawasan kampus, perkantoran, hingga arah permukiman.
Kemacetan semakin terasa karena aksi berlangsung menjelang jam padat pulang kerja. Di waktu seperti ini, volume kendaraan memang meningkat. Ketika ditambah demo, penyempitan jalan, dan perlambatan arus, hasilnya sudah bisa ditebak: kota terasa seperti loading page yang tidak selesai-selesai.
Demo Mahasiswa Berlangsung Di Sekitar Kampus
Aksi mahasiswa di Makassar pada hari itu berlangsung di sekitar beberapa kawasan kampus. BeritaSatu melaporkan mahasiswa Universitas Negeri Makassar memblokade Jalan AP Pettarani dan menyampaikan kritik terhadap sejumlah kebijakan pemerintah, termasuk program Makan Bergizi Gratis, Koperasi Merah Putih, dan Danantara.
CNN Indonesia juga melaporkan aksi mahasiswa di Makassar diwarnai teatrikal, penutupan ruas jalan, penyanderaan truk kontainer, serta pembakaran ban bekas. Aksi seperti ini membuat arus lalu lintas di sekitar lokasi semakin tersendat.
Kami melihat demo mahasiswa di Makassar bukan hal baru. Kota ini punya tradisi panjang sebagai ruang ekspresi politik mahasiswa. Namun, tantangan hari ini adalah bagaimana aspirasi tetap terdengar tanpa membuat warga lain ikut menanggung dampak berlebihan.
Aparat Berupaya Urai Kemacetan
Di lokasi, aparat kepolisian disebut sudah berada di lapangan untuk mengurai arus lalu lintas. Namun, mengatur kemacetan di tengah demo bukan pekerjaan sederhana. Ketika massa masih berorasi, sebagian ruas jalan menyempit, dan kendaraan terus berdatangan, proses penguraian arus butuh waktu.
Bagi warga yang hendak melintas, langkah paling masuk akal adalah menghindari sementara jalur AP Pettarani, Sultan Alauddin, Urip Sumoharjo, kawasan Flyover, sekitar UNM, Unismuh, dan UMI bila tidak memiliki kepentingan mendesak.
Pengendara dari arah Gowa menuju pusat Makassar juga perlu menyiapkan waktu tempuh lebih panjang. Jangan memaksakan masuk ke titik padat jika masih ada jalur alternatif. Dalam kondisi seperti ini, aplikasi peta bisa membantu, tetapi tetap perlu membaca situasi lapangan karena kemacetan akibat demo bisa berubah cepat.
Dampaknya Langsung Dirasakan Warga
Kemacetan akibat demo bukan hanya soal kendaraan berhenti. Dampaknya bisa melebar ke banyak hal: pekerja terlambat pulang, ojek online kehilangan ritme order, pedagang terhambat distribusi, hingga warga yang punya urusan darurat ikut tertahan.
Di sisi lain, mahasiswa yang turun ke jalan juga membawa pesan politik dan sosial. Masalahnya, ketika aksi menutup jalur utama, pesan itu sering kalah oleh keluhan warga yang terjebak macet. Aspirasi bisa saja penting, tetapi cara penyampaian tetap menentukan apakah publik ikut mendukung atau justru menjauh.
Di titik ini, semua pihak perlu membaca situasi dengan kepala dingin. Mahasiswa perlu memastikan aksi tetap terukur. Aparat perlu mengatur tanpa memicu ketegangan. Pemerintah perlu mendengar substansi tuntutan, bukan hanya menghitung berapa lama jalan macet.
Catatan Parepos
Kasus Sejumlah Jalan di Makassar Macet imbas demo ini menjadi pengingat bahwa Makassar adalah kota dengan aktivitas padat dan ruas jalan yang saling bergantung. Ketika satu titik besar tersumbat, efeknya langsung terasa ke titik lain.
Kami di Parepos menilai pemerintah kota dan aparat perlu memperkuat skema rekayasa lalu lintas saat ada aksi massa. Informasi penutupan jalan, titik demo, dan jalur alternatif seharusnya disampaikan lebih cepat ke publik. Warga tidak anti-demokrasi. Warga hanya tidak ingin pulang kerja berubah jadi episode survival.
Aksi mahasiswa adalah bagian dari ruang demokrasi. Namun, hak menyampaikan pendapat tetap harus berjalan bersama hak warga untuk bergerak aman dan lancar. Keseimbangan itu yang perlu dijaga, terutama di kota besar seperti Makassar.

Baca berita Sulawesi terkini di Parepos, media Sulawesi dengan semangat Membawa Terang Informasi untuk pembaca yang ingin tahu apa yang sedang terjadi di daerah, dalam negeri, maupun luar negeri.
