PALU, Sulawesi Tengah – Kalau bicara kuliner Sulawesi Tengah, saya rasa resep Uta Dada wajib masuk daftar masakan yang perlu dicoba di rumah. Kuahnya gurih dari santan, aromanya kuat dari kunyit, jahe, dan serai, lalu pedasnya datang pelan-pelan seperti kabar lama yang tiba-tiba viral lagi.
Uta Dada dikenal sebagai masakan khas Palu atau Suku Kaili yang umumnya memakai ayam kampung, santan, cabai, kunyit, jahe, bawang, serai, dan tomat. Beberapa versi resep juga memakai ayam yang dibakar lebih dulu sebelum dimasak bersama kuah santan agar aromanya lebih kuat dan rasanya lebih khas.
Apa Itu Uta Dada?
Uta Dada adalah hidangan berkuah santan khas Sulawesi Tengah. Secara sederhana, masakan ini bisa dibayangkan sebagai ayam kuah santan pedas gurih, tetapi rasanya tidak sama dengan opor ayam biasa. Bedanya ada pada karakter bumbu, rasa pedas, aroma bakaran ayam, dan sentuhan khas dapur Kaili.
Dalam sejumlah resep tradisional, bahan utama yang digunakan adalah ayam kampung. Namun, beberapa variasi juga memakai ikan bakar atau ikan asap. Hal ini membuat Uta Dada terasa fleksibel, tetapi tetap punya benang merah yang sama: kuah santan berbumbu kuat dan aroma rempah yang tegas. Rujukan resep populer mencatat bahan seperti ayam, santan, cabai rawit, bawang merah, jahe, kunyit, serai, daun salam, jeruk nipis, dan asam jawa sebagai bagian dari racikan Uta Dada.
Kalau bahasa meme-nya, Uta Dada ini bukan “ayam santan biasa”. Ini ayam santan yang sudah ikut pelatihan karakter.
Ciri Khas Rasa Uta Dada Khas Kaili
Menurut saya, kekuatan Uta Dada ada pada tiga hal: gurih, pedas, dan wangi. Gurihnya datang dari santan. Pedasnya dari cabai rawit. Wanginya dari kunyit, jahe, serai, dan proses pembakaran ayam.
Proses membakar ayam sebelum dimasak menjadi poin penting. Ayam yang dibakar memberi aroma smoky yang membuat kuah santan terasa lebih dalam. Tanpa proses ini, Uta Dada tetap bisa enak, tetapi rasanya kurang “nendang”.
Beberapa rujukan kuliner juga menyebut Uta Dada sebagai hidangan ayam santan khas Palu yang dimasak dengan santan encer lebih dulu, kemudian ditambahkan bumbu dan santan kental agar kuahnya lebih kaya.
Bahan Utama Resep Uta Dada
Untuk membuat Uta Dada rumahan, siapkan bahan berikut:
Bahan Utama:
- 1 ekor ayam kampung, potong sesuai selera
- 700 ml santan encer
- 300 ml santan kental
- 2 batang serai, memarkan
- 2 lembar daun salam
- 2 buah tomat hijau atau tomat biasa, potong
- 2 sdm air jeruk nipis
- Garam secukupnya
- Gula secukupnya
- Minyak goreng secukupnya
Ayam kampung lebih disarankan karena teksturnya lebih padat dan rasanya lebih gurih. Namun, kalau ingin versi praktis, ayam negeri tetap bisa dipakai. Hanya saja, waktu memasaknya perlu disesuaikan agar daging tidak terlalu lembek.
Bumbu Halus Yang Perlu Disiapkan
Bumbu Halus:
- 8 siung bawang merah
- 4 siung bawang putih
- 10 sampai 15 cabai rawit hijau
- 5 cabai merah keriting
- 3 cm kunyit
- 3 cm jahe
- 3 butir kemiri, sangrai
- 1 sdt garam
Kalau ingin warna kuah lebih kuning cantik, kunyit bisa sedikit ditambah. Kalau ingin rasa lebih pedas khas Sulawesi, cabai rawit jangan terlalu malu-malu. Tapi tetap ukur kemampuan lidah, jangan sampai niatnya makan siang berubah jadi sesi pemulihan nasional.
Cara Membuat Uta Dada
Pertama, bersihkan ayam lalu lumuri dengan air jeruk nipis dan sedikit garam. Diamkan sekitar 10 sampai 15 menit agar bau amis berkurang. Setelah itu, bilas tipis jika perlu.
Kedua, bakar ayam sebentar di atas bara, teflon, atau grill pan sampai permukaannya sedikit kecokelatan. Tidak perlu sampai matang penuh karena nanti ayam masih akan dimasak bersama santan.
Ketiga, haluskan bawang merah, bawang putih, cabai, kunyit, jahe, kemiri, dan garam. Tumis bumbu halus dengan sedikit minyak sampai harum dan matang. Tahap ini penting karena bumbu yang belum matang bisa membuat kuah terasa langu.
Keempat, masukkan serai dan daun salam. Aduk sampai aromanya keluar. Setelah itu, masukkan ayam bakar dan aduk perlahan agar bumbu menempel ke permukaan ayam.
Kelima, tuangkan santan encer. Masak dengan api sedang sampai ayam mulai empuk dan bumbu meresap. Jangan terlalu sering mengaduk ayam agar daging tidak hancur.
Keenam, masukkan santan kental dan potongan tomat. Aduk perlahan, lalu kecilkan api. Masak sampai kuah sedikit mengental, ayam matang, dan minyak santan mulai keluar di permukaan.
Ketujuh, koreksi rasa. Tambahkan garam atau gula jika diperlukan. Setelah rasanya pas, matikan api dan sajikan Uta Dada dalam keadaan hangat.
Tips Agar Kuah Santan Tidak Pecah
Masalah paling umum saat membuat Uta Dada adalah kuah santan pecah. Biasanya ini terjadi karena api terlalu besar atau santan kental dimasukkan terlalu awal.
Gunakan api sedang cenderung kecil saat santan kental masuk. Aduk perlahan dan jangan ditinggal terlalu lama. Santan itu seperti klien sensitif, harus dijaga ritmenya. Salah sedikit, hasil akhirnya bisa berubah.
Tips lainnya, jangan langsung memasukkan santan kental sejak awal. Masak ayam dengan santan encer lebih dulu agar daging empuk dan bumbu meresap. Setelah itu baru tambahkan santan kental untuk memperkuat rasa gurih.
Cocok Disajikan Dengan Ketupat Atau Buras
Uta Dada paling nikmat disantap dengan nasi hangat, ketupat, atau buras. Kuah santannya yang gurih pedas sangat cocok menyerap ke karbohidrat yang teksturnya lembut.
Kalau ingin lebih lengkap, sajikan dengan sambal, bawang goreng, dan lalapan segar. Rasanya akan lebih seimbang karena ada gurih, pedas, segar, dan aroma rempah dalam satu piring.
Buat saya, inilah yang membuat kuliner Sulawesi selalu punya daya tarik. Bumbunya tidak setengah hati. Rasanya jelas. Karakternya kuat. Tidak perlu gimmick berlebihan karena dari dapurnya saja sudah punya cerita.
Penutup
Cara membuat Uta Dada sebenarnya tidak sulit, asalkan paham kunci utamanya: ayam dibakar dulu, bumbu ditumis sampai matang, santan dimasak dengan api stabil, dan rasa pedas gurihnya dijaga tetap seimbang.
Uta Dada bukan sekadar makanan khas Palu. Masakan ini adalah bagian dari identitas kuliner Sulawesi Tengah yang layak dikenalkan lebih luas. Dari dapur rumahan, tradisi keluarga, sampai meja makan harian, Uta Dada membawa cerita tentang rasa, kebersamaan, dan kekayaan kuliner daerah.

Parepos hadir dengan semangat Membawa Terang Informasi, menyajikan kabar aktual dari Sulawesi, nasional, olahraga, hiburan, hingga kuliner khas daerah dengan gaya yang dekat dan mudah dipahami. Baca berita Sulawesi terkini di Parepos.
