MAKASSAR, Sulawesi Selatan – Saya melihat kasus geng motor bersenjata serang warga di Makassar ini bukan lagi sekadar kenakalan jalanan. Ini sudah masuk wilayah teror ruang publik. Warga yang sedang nongkrong biasa bisa tiba-tiba diserang, korban jatuh, lalu senjata tajam berbicara lebih cepat daripada akal sehat.
Peristiwa ini terjadi di Jalan Abu Bakar Lambogo, Kecamatan Makassar, pada Minggu dini hari, 10 Mei 2026. Seorang remaja berusia 13 tahun, yang dalam sejumlah laporan disebut bernama Hilal atau berinisial H, menjadi korban setelah diserang komplotan geng motor bersenjata tajam. Korban mengalami luka tebas di bagian punggung dan harus mendapatkan perawatan medis.
Serangan Terjadi Saat Korban Sedang Nongkrong
Menurut informasi yang beredar, korban saat itu sedang berada di sekitar lokasi bersama sejumlah remaja lain. Suasana awalnya biasa saja. Tidak ada yang menyangka sekelompok pemotor datang membawa ancaman.
Komplotan tersebut disebut datang menggunakan beberapa sepeda motor. Mereka membawa senjata tajam, termasuk parang dan busur panah. Begitu kelompok itu mendekat, para remaja yang berada di lokasi langsung berhamburan menyelamatkan diri. Sayangnya, korban tidak sempat menghindar dan menjadi sasaran serangan.
Kalau memakai bahasa satir, ini bukan lagi gaya “geng motor cari panggung”. Ini sudah seperti orang salah server: bawa parang ke ruang hidup warga, lalu merasa jalanan milik pribadi.
CCTV Rekam Detik-Detik Penyerangan
Aksi brutal tersebut terekam kamera CCTV dan videonya viral di media sosial. Dalam rekaman yang dilaporkan, terlihat korban tiba-tiba diserang saat berada di lokasi. Seorang pelaku berjaket putih disebut menebas korban, sementara pelaku lain terlihat membawa busur dan sempat membentangkan anak panah ke arah orang-orang di sekitar lokasi.
Tidak hanya melukai korban, pelaku juga dilaporkan merusak kendaraan yang terparkir di tempat kejadian perkara. Setelah melakukan penyerangan, para pelaku langsung kabur bersama komplotannya.
Bagi saya, bagian paling mengganggu dari kasus ini adalah keberanian pelaku menyerang secara terbuka. Mereka datang berkelompok, membawa senjata, menyerang warga, lalu pergi seolah-olah kekerasan itu hal biasa. Padahal, bagi korban dan keluarganya, luka seperti ini bukan sekadar berita lewat di lini masa.
Korban Mengalami Luka Tebas Di Punggung
Korban mengalami luka serius di bagian punggung akibat tebasan senjata tajam. Ketua RT setempat, Siti Nurhayati, menyebut korban dan beberapa remaja lain awalnya hanya nongkrong biasa di lokasi. Saat kelompok motor datang dari arah kanal sambil membawa parang, sebagian remaja berhasil kabur, tetapi korban terjatuh dan terkena tebasan.
Korban kemudian dibawa untuk mendapatkan perawatan medis. Dalam situasi seperti ini, yang terdampak bukan hanya korban. Keluarga ikut terpukul, warga sekitar trauma, dan lingkungan yang biasanya menjadi tempat berkumpul berubah menjadi titik rawan.
Makassar sebagai kota besar jelas tidak bisa membiarkan ruang publik dikendalikan oleh kelompok bersenjata. Jalanan harus kembali menjadi milik warga, bukan arena uji nyali orang-orang yang salah memahami keberanian.
Polisi Ringkus Sejumlah Pelaku
Perkembangan terbaru menunjukkan polisi bergerak cepat. Dalam laporan Herald ID, sejumlah pelaku berhasil diamankan setelah penyelidikan dilakukan oleh tim Jatanras Polrestabes Makassar. Penangkapan dilakukan pada Selasa dini hari, 12 Mei 2026, di beberapa lokasi, termasuk Kecamatan Pallangga, Kabupaten Gowa, dan kawasan Borong Raya, Makassar.
Beberapa pelaku yang disebut dalam laporan tersebut antara lain Farhan Galuh Ilfa, M. Yasmin Mulfa, Ahmad Fadil, Muhammad Aswar, dan Muh. Rifky. Polisi juga mengamankan barang bukti berupa satu bilah parang, tiga anak panah berbahan besi, satu ketapel, serta satu helm. Dua pelaku lain berinisial AK dan RI masih dalam daftar pencarian orang.
Kanit V Jatanras Polrestabes Makassar, AKP Hamka, menyebut salah satu pelaku melakukan penebasan menggunakan parang ke arah punggung korban. Pelaku lain juga disebut membawa busur panah dan sempat melepaskan anak panah ke arah teman-teman korban.
Warga Minta Polisi Bertindak Tegas
Warga sekitar meminta kasus ini diusut tuntas. Permintaan itu wajar. Ketika kekerasan jalanan terjadi berulang, warga tidak hanya butuh patroli setelah kejadian. Mereka butuh rasa aman sebelum kejadian berikutnya muncul.
Ketua RT setempat juga berharap polisi memberi efek jera kepada para pelaku. Harapan ini penting karena geng motor bersenjata bukan hanya persoalan kriminal sesaat. Kalau dibiarkan, polanya bisa berkembang: datang bergerombol, menyerang acak, viral sebentar, lalu muncul lagi di lokasi berbeda.
Saya melihat penanganan seperti ini harus menyentuh dua sisi. Pertama, penindakan tegas terhadap pelaku. Kedua, pencegahan di titik rawan, terutama pada jam-jam dini hari, kawasan kanal, jalan sepi, dan area yang sering jadi tempat kumpul remaja.
Kekerasan Jalanan Jadi Alarm Serius
Kasus geng motor bersenjata serang warga di Makassar menjadi alarm serius bagi semua pihak. Aparat perlu memperkuat patroli, pemerintah setempat perlu memetakan titik rawan, dan masyarakat perlu lebih cepat melapor jika melihat gerak-gerik kelompok bermotor yang mencurigakan.
Namun, kita juga perlu jujur. Masalah geng motor tidak selesai hanya dengan razia satu malam. Ada faktor pergaulan, keberanian palsu, lingkungan, dan lemahnya kontrol sosial. Anak muda yang mencari identitas lewat senjata tajam sedang masuk jalur rusak. Mereka merasa gagah, padahal yang terlihat justru kosong.
Bagi warga, kewaspadaan tetap penting. Hindari nongkrong di titik rawan terlalu larut, segera menjauh jika melihat rombongan bermotor membawa senjata, dan laporkan kejadian ke aparat. Bukan berarti warga harus takut, tetapi keselamatan harus tetap jadi prioritas.
Parepos Mengawal Kabar Keamanan Sulawesi
Kasus ini menjadi pengingat bahwa keamanan warga adalah kebutuhan dasar. Geng motor bersenjata yang menyerang warga di Makassar tidak boleh dianggap sebagai berita kriminal biasa. Ada korban anak, ada keresahan warga, dan ada ruang publik yang harus direbut kembali dari rasa takut.
Parepos akan terus mengawal perkembangan informasi seputar keamanan, kriminalitas, dan kabar terbaru dari Sulawesi dengan semangat Membawa Terang Informasi. Kami percaya, informasi yang terang membantu masyarakat lebih waspada, pemerintah lebih responsif, dan aparat lebih cepat bergerak. Baca berita Sulawesi terkini di Parepos.
