Ledakan Dahsyat Kamar Kos di Mamuju

MAMUJU, Sulawesi Barat – Saya rasa tidak ada warga yang siap mendengar suara ledakan keras di tengah malam, apalagi ketika sumbernya berasal dari kamar kos yang berada di lingkungan permukiman. Itulah yang terjadi di Jalan Andi Depu, Kelurahan Rimuku, Kecamatan Mamuju, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat.

Ledakan dahsyat kamar kos di Mamuju ini diduga dipicu kebocoran LPG 3 kg. Peristiwa tersebut terjadi pada Kamis malam, 7 Mei 2026, sekitar pukul 22.10 WITA. Dari informasi yang beredar, suara ledakan bahkan terekam kamera CCTV di sekitar lokasi saat sejumlah pemuda sedang berkumpul.

Detik-Detik Ledakan Kamar Kos Di Mamuju

Dari rekaman CCTV yang dilaporkan, suasana awalnya terlihat biasa saja. Sejumlah pemuda tampak sedang duduk dan bermain ponsel. Tidak ada tanda-tanda besar bahwa beberapa detik kemudian suasana akan berubah total.

Lalu terdengar suara ledakan keras. Mereka langsung kaget, berdiri, dan mencari sumber suara. Salah satu dari mereka kemudian menyadari bahwa ledakan berasal dari kamar kos di sekitar lokasi. Momen seperti ini jelas bukan sekadar “kaget biasa”, lebih mirip notifikasi kehidupan nyata yang bunyinya terlalu brutal.

Menurut keterangan warga bernama Dicky, ledakan tersebut sangat keras hingga sempat dikira gempa. Setelah dicek, ada penghuni di dalam kamar yang tertimpa reruntuhan tembok sehingga warga langsung bergegas membantu proses evakuasi.

Warga Sempat Mengira Gempa

Kerasnya ledakan membuat warga sekitar berdatangan ke lokasi. Kondisi kamar kos dilaporkan mengalami kerusakan parah. Tembok roboh, isi ruangan berhamburan, dan bangunan disebut perlu dibongkar ulang karena tingkat kerusakannya cukup berat.

Saya melihat bagian ini yang paling mengkhawatirkan. Kamar kos biasanya berukuran terbatas, tertutup, dan sering menggunakan alat elektronik seperti kipas, AC, charger, rice cooker, atau hair dryer. Kalau ada gas bocor lalu mengendap di ruangan tertutup, risikonya bisa naik berkali-kali lipat.

Dalam kasus ini, dugaan awal ledakan mengarah pada gas LPG yang bocor dan mengendap cukup lama di dalam kamar. Polisi juga telah melakukan olah tempat kejadian perkara untuk mendalami penyebab pasti insiden tersebut.

Dugaan Sementara Berasal Dari LPG Bocor

Kasi Humas Polresta Mamuju, Iptu Herman Basir, menjelaskan bahwa pemicu sementara diduga berkaitan dengan tabung gas yang bocor. Gas yang mengendap di kamar tertutup diperkirakan tersambar sumber api atau percikan saat perangkat elektronik dinyalakan.

Inilah yang membuat LPG bocor tidak boleh dianggap sepele. Kadang baunya sudah tercium, tapi karena buru-buru atau merasa “ah, nanti juga hilang”, orang tetap menyalakan listrik atau alat elektronik. Padahal, dalam situasi tertentu, satu percikan kecil saja bisa menjadi pemicu ledakan besar.

Versi lain dari laporan lokal juga menyebutkan dugaan gas mengendap di ruangan tertutup sebelum akhirnya memicu ledakan yang merusak kamar kos dan membuat korban harus dievakuasi.

Satu Penghuni Kos Mengalami Luka

Insiden ini mengakibatkan seorang perempuan penghuni kos mengalami luka. Korban diketahui bernama Eka, berusia 20 tahun, dan telah dievakuasi ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis.

Dari sisi kemanusiaan, kabar ini jelas menjadi pengingat keras bagi penghuni kos, pemilik kontrakan, dan warga sekitar. Bukan untuk saling menyalahkan, tetapi agar lebih disiplin terhadap keamanan gas, ventilasi, dan kondisi alat masak di dalam kamar.

Kos memang sering jadi ruang hidup serba fungsi. Tempat tidur, tempat kerja, tempat masak, tempat healing, bahkan kadang tempat overthinking berjamaah. Namun, ketika gas LPG masuk ke ruangan sempit tanpa sirkulasi udara yang baik, risikonya tidak bisa dianggap ringan.

Pelajaran Penting Dari Insiden LPG Bocor

Dari kejadian ledakan kamar kos di Mamuju ini, ada beberapa hal penting yang perlu diperhatikan masyarakat. Pertama, segera matikan regulator jika mencium bau gas. Kedua, jangan langsung menyalakan lampu, AC, kipas, kompor, charger, atau alat elektronik lain. Ketiga, buka pintu dan jendela agar udara bisa keluar masuk.

Pemilik kos juga perlu mengambil peran. Pemeriksaan rutin regulator, selang, dan tabung gas harus menjadi standar dasar, bukan formalitas. Kalau perlu, buat aturan jelas soal penggunaan LPG di kamar tertutup. Ini bukan soal ribet, tapi soal keselamatan penghuni.

Insiden ini juga menjadi pengingat bahwa gas 3 kg memang kecil ukurannya, tetapi dampaknya bisa besar kalau tidak ditangani dengan benar. Istilah meme-nya, “tabung melon, efeknya jangan sampai selevel boss final.”

Penutup

Ledakan dahsyat kamar kos di Mamuju gegara LPG 3 kg bocor menjadi perhatian warga Sulawesi Barat. Selain menyisakan kerusakan bangunan dan korban luka, peristiwa ini juga membuka kembali pentingnya edukasi keselamatan penggunaan LPG di rumah, kos, dan kontrakan.

Parepos logo text

Parepos akan terus mengawal perkembangan informasi seputar peristiwa ini, termasuk hasil penyelidikan lanjutan dari pihak kepolisian. Dengan semangat Membawa Terang Informasi, Parepos hadir untuk membantu masyarakat tetap tahu apa yang terjadi di Sulawesi, Indonesia, dan dunia. Baca berita Sulawesi terkini di Parepos.

By admin