Gowa, Sulawesi Selatan – Kami melihat suasana libur Lebaran di Kabupaten Gowa tahun ini benar-benar terasa hidup, terutama di kawasan Permandian Dewi Sri. Destinasi wisata kolam yang berada di Jalan Poros Malino, Kecamatan Somba Opu, itu dipadati pengunjung yang datang bersama keluarga untuk menikmati masa libur. Dari laporan yang kami himpun, jumlah pengunjung di lokasi ini sudah mencapai sekitar 5 ribu orang sejak pasca Lebaran.
Wisata Kolam Di Gowa Ramai Pasca Lebaran
Keramaian di wisata kolam ini bukan sekadar ramai biasa. Pengelola Permandian Dewi Sri, Andi Suri Agung, menyebut jumlah pengunjung terus meningkat dalam beberapa hari terakhir setelah Lebaran. Bahkan pada Minggu sebelumnya jumlahnya sudah lebih dari seribu orang, lalu pada Selasa, 24 Maret 2026, angka kunjungan tembus dua ribu pengunjung dalam sehari. Itu berarti arus wisatawan datang sangat cepat dan membuat tempat ini menjadi salah satu titik liburan keluarga yang paling dilirik di Gowa saat momen pasca Lebaran.
Dari sudut pandang kami, inilah yang membuat wisata kolam di Gowa diserbu pengunjung terasa sangat relevan. Ada momentum libur, ada kebutuhan hiburan keluarga, dan ada lokasi yang relatif mudah dijangkau dari pusat keramaian. Permandian Dewi Sri disebut berjarak sekitar 3,5 kilometer dari Sungguminasa dengan waktu tempuh sekitar 10 sampai 15 menit menggunakan kendaraan. Akses yang dekat seperti ini jelas jadi nilai tambah bagi warga yang ingin liburan singkat tanpa harus bepergian terlalu jauh.
Lonjakan Pengunjung Terjadi Dalam Beberapa Hari
Meski sempat diguyur hujan deras, antusiasme masyarakat disebut tidak surut. Kami menilai ini jadi poin penting karena biasanya cuaca buruk langsung memengaruhi minat orang untuk datang ke tempat wisata air. Namun di Dewi Sri, kondisi itu justru tidak terlalu jadi hambatan karena kolamnya dilengkapi atap pelindung. Dengan konsep permandian tertutup, pengunjung tetap bisa berenang saat hujan maupun ketika matahari sedang terik.
Salah satu pengunjung bernama Afra mengaku sengaja datang bersama keluarga besar untuk memanfaatkan libur Lebaran. Ia bahkan menyebut rombongannya mencapai sekitar 50 orang. Bagi kami, cerita seperti ini menggambarkan bahwa tempat wisata kolam di Gowa bukan hanya ramai karena kunjungan individu, tetapi juga karena rombongan keluarga yang datang untuk menikmati waktu bersama. Itulah kenapa lonjakan pengunjung bisa terasa sangat besar dalam waktu singkat.
Daya Tarik Permandian Dewi Sri Di Mata Keluarga
Kalau kami membaca pola keramaiannya, ada beberapa alasan kenapa wisata kolam ini cepat diserbu pengunjung. Pertama, fasilitasnya cukup lengkap untuk keluarga. Di lokasi tersedia kolam dewasa dan anak-anak, seluncuran di setiap kolam, area bermain anak, gazebo gratis dan berbayar, sampai area memancing serta kuliner khas Sulawesi Selatan. Kedua, konsep kolam ber-atap membuat orang merasa lebih aman dengan cuaca yang tidak menentu. Ketiga, lokasinya dekat, sehingga sangat cocok untuk liburan singkat pasca Lebaran.
Kami juga mencatat harga tiketnya masih cukup terjangkau untuk wisata keluarga. Tiket masuk dibanderol Rp25 ribu pada hari biasa dan Rp30 ribu saat akhir pekan atau hari libur. Dalam konteks wisata keluarga, harga seperti ini jelas menjadi salah satu faktor pendorong ramainya pengunjung, apalagi saat banyak warga masih berada dalam suasana libur Lebaran dan ingin mencari tempat rekreasi yang praktis.
Pengelola Siagakan Petugas Dan Fasilitas
Ramainya pengunjung tentu menuntut pengelolaan yang lebih rapi. Pihak pengelola menyebut mereka menyiagakan sekitar 15 petugas penjaga kolam untuk memastikan keamanan pengunjung. Khusus kolam dewasa saja, ada enam lifeguard yang berjaga. Selain itu, enam petugas kebersihan juga rutin berkeliling membersihkan area wisata. Dari sisi operasional, ini menunjukkan bahwa lonjakan pengunjung tidak hanya soal ramai, tetapi juga soal kesiapan pengelola menjaga standar layanan di lapangan.
Jam operasional Permandian Dewi Sri dimulai pukul 09.00 pagi hingga 17.00 sore. Pengelola juga menyebut kepadatan biasanya mulai terasa sejak siang, dengan kapasitas ideal sekitar dua ribu orang per hari. Pada hari laporan itu dibuat, angka kunjungan bahkan sudah menyentuh kapasitas ideal tersebut. Buat kami, ini menegaskan bahwa wisata kolam di Gowa memang sedang berada di puncak minat masyarakat selama masa pasca Lebaran.
Penutup
Wisata kolam di Gowa diserbu pengunjung pasca Lebaran memang bukan sekadar judul yang bombastis. Angkanya nyata, suasananya hidup, dan minat masyarakat terlihat sangat tinggi dalam beberapa hari terakhir. Permandian Dewi Sri berhasil memanfaatkan momentum libur dengan kombinasi lokasi strategis, fasilitas keluarga, dan kenyamanan kolam tertutup yang tetap ramah saat cuaca berubah. Untuk mengikuti perkembangan berita Sulawesi yang aktual, jernih, dan relevan dengan keseharian masyarakat, Baca berita Sulawesi terkini di Parepos.
