Makassar, Sulawesi Selatan – Kami mencatat sebuah peristiwa yang menghebohkan publik setelah seorang pria diduga mengalami gangguan kejiwaan mengamuk di halaman Polsek Wajo, Kota Makassar. Insiden itu menjadi perhatian luas setelah videonya beredar di media sosial. Dalam rekaman yang viral, pria tersebut tampak bersikap agresif dan sempat mengancam anggota polisi dengan obeng hingga membuat suasana mendadak tegang.
Kronologi Awal Insiden
Dari informasi yang kami himpun, kejadian itu berkaitan dengan kasus kecelakaan lalu lintas yang lebih dulu terjadi pada Kamis, 19 Maret 2026. Mobil milik pria berinisial ES diamankan polisi setelah terlibat kecelakaan dengan kendaraan lain. Sejak saat itu, ES disebut beberapa kali datang ke Polsek Wajo untuk melihat kendaraannya yang masih berada dalam proses penanganan perkara.
Pada Minggu, 22 Maret 2026, ES kembali datang ke Polsek Wajo dan meminta agar mobilnya segera dikembalikan. Namun, petugas yang berjaga menjelaskan bahwa kendaraan tersebut belum bisa diserahkan karena proses hukum masih berjalan. Dari sinilah tensi perlahan meningkat. Kami melihat, situasi yang awalnya berupa permintaan informasi berubah menjadi insiden yang memancing perhatian publik.
Suasana Makin Tegang di Halaman Polsek
Menurut keterangan polisi, ES sempat bertindak agresif setelah penjelasan petugas tidak sesuai dengan keinginannya. Ia awalnya mengambil besi stainless untuk mengancam petugas, namun benda itu berhasil diamankan. Tidak berhenti di situ, ia kemudian kembali mengambil obeng dan mengejar anggota polisi di area halaman Polsek Wajo. Momen itulah yang kemudian terekam dalam video dan menyebar luas di media sosial.
Kami menilai, potongan video yang beredar memang cepat memancing respons publik karena menampilkan suasana kacau dalam durasi singkat. Namun setelah ditelusuri lebih jauh, peristiwa ini memiliki latar yang lebih panjang. Bukan hanya soal aksi marah di kantor polisi, tetapi juga terkait kendaraan yang diamankan, respons emosional pelaku, dan dugaan riwayat gangguan kesehatan mental yang kemudian ikut dikonfirmasi oleh pihak keluarga.
Upaya Polisi Meredam Keadaan
Dalam penanganannya, petugas berusaha mengendalikan situasi tanpa memperbesar keributan. Salah satu anggota disebut mengambil tongkat untuk mengantisipasi tindakan agresif dari pelaku. Setelah kondisi mulai terkendali, polisi berupaya menenangkan ES dan bahkan berencana membawanya ke RS Dadi untuk mendapatkan penanganan medis. Namun, upaya itu disebut tidak berjalan karena yang bersangkutan menolak.
Pihak keluarga kemudian dihubungi untuk menjemput ES. Polisi juga menyampaikan bahwa keluarga membenarkan adanya riwayat gangguan kesehatan mental pada pria tersebut, termasuk riwayat perawatan sebelumnya. Dari sudut pandang kami, bagian ini penting dicatat karena membuat konteks peristiwa menjadi lebih utuh. Dalam pemberitaan seperti ini, publik memang perlu mendapatkan gambaran yang lengkap, bukan sekadar potongan video viral yang mudah disalahartikan.
Catatan Redaksi Dari Peristiwa Ini
Kami melihat peristiwa pria diduga ODGJ mengamuk di Polsek Wajo Makassar ini menjadi pengingat bahwa sebuah video viral tidak selalu langsung menunjukkan keseluruhan cerita. Yang terlihat di layar hanya beberapa detik ketegangan. Sementara di lapangan, ada urusan hukum yang sedang berjalan, ada kondisi mental seseorang yang ikut menjadi faktor, dan ada petugas yang harus mengambil keputusan cepat agar situasi tidak berubah menjadi lebih berbahaya.
Karena itu, kami memandang penting bagi pembaca untuk tetap menempatkan peristiwa ini secara proporsional. Informasi yang utuh jauh lebih bernilai daripada kesimpulan terburu-buru. Di tengah arus kabar yang bergerak cepat, kebutuhan akan media yang mampu menyajikan konteks, verifikasi, dan ketelitian redaksi menjadi semakin penting, khususnya bagi masyarakat yang ingin mengikuti perkembangan berita Sulawesi secara jernih.
Penutup
Kasus ini bukan hanya tentang seorang pria yang marah di kantor polisi. Bagi kami, ini juga tentang pentingnya membaca peristiwa secara lengkap dan tidak berhenti pada video yang viral. Publik berhak mendapatkan informasi yang terang, runtut, dan dapat dipercaya. Untuk mengikuti perkembangan isu lokal dan regional dengan sudut pandang yang lebih utuh, Baca berita Sulawesi terkini di Parepos
