Palopo, Sulawesi Selatan. Dari kota kecil di utara Sulawesi Selatan inilah kapurung dikenal luas. Sebagai redaksi Parepos, saya selalu percaya bahwa setiap makanan tradisional menyimpan cerita. Kapurung adalah salah satu bukti nyata bagaimana kuliner bisa menjadi jembatan antara masa lalu dan masa kini.
Di tengah maraknya makanan cepat saji, kapurung tetap bertahan. Ia sederhana, alami, dan penuh makna budaya. Bagi masyarakat Sulawesi, kapurung bukan sekadar hidangan, melainkan bagian dari identitas.
Kapurung Dan Filosofi Rasa Sulawesi
Kapurung terbuat dari sagu yang dibentuk menjadi bulatan kenyal, lalu disajikan bersama kuah ikan atau ayam, sayuran segar, dan perasan jeruk. Rasanya segar, asam, gurih, dan sedikit pedas.
Bagi saya, kapurung mencerminkan karakter masyarakat Sulawesi yang menyukai keseimbangan. Tidak ada rasa yang dominan, semuanya saling melengkapi. Di setiap suapan, ada harmoni yang sulit ditemukan pada makanan lain.
Inilah alasan mengapa kapurung terus diwariskan dari generasi ke generasi.
Bahan-Bahan Utama Kapurung
Untuk membuat kapurung, bahan yang digunakan sebenarnya sangat sederhana:
- Tepung sagu
- Air panas
- Ikan atau ayam sebagai sumber protein
- Bayam atau kangkung
- Jagung manis
- Tomat
- Jeruk nipis atau jeruk peras
- Cabai dan bawang
Kesederhanaan bahan ini menunjukkan bahwa kapurung lahir dari kearifan lokal. Semua yang digunakan berasal dari alam sekitar.
Resep Kapurung Sederhana Ala Rumah
Berikut langkah mudah resep kapurung sederhana yang bisa dicoba di rumah:
- Seduh tepung sagu dengan air panas sambil diaduk hingga mengental dan kenyal.
- Bentuk adonan sagu menjadi bulatan kecil menggunakan sendok.
- Rebus ikan atau ayam hingga matang, lalu suwir-suwir dagingnya.
- Masak sayuran seperti bayam, jagung, dan tomat sebagai campuran.
- Campurkan semua bahan dalam satu wadah besar.
- Tambahkan air kaldu, perasan jeruk nipis, cabai, dan bumbu sesuai selera.
Resep kapurung sederhana ini bisa dimodifikasi sesuai selera keluarga. Beberapa orang menambahkan kacang tanah goreng atau ikan bakar agar rasanya semakin kaya.
Cara Menyajikan Kapurung Yang Autentik
Kapurung paling nikmat disajikan dalam keadaan hangat. Kuahnya harus terasa segar, dengan aroma jeruk yang kuat. Tekstur sagu yang kenyal berpadu dengan sayuran segar menciptakan sensasi unik.
Di banyak daerah Sulawesi, kapurung sering disantap bersama keluarga besar. Cara makannya pun khas, biasanya disajikan dalam wadah besar untuk dinikmati bersama-sama.
Bagi saya, momen kebersamaan itulah yang membuat kapurung terasa lebih istimewa.
Kapurung Sebagai Identitas Kuliner Sulawesi
Kapurung bukan hanya soal rasa. Ia adalah simbol kebersamaan, kesederhanaan, dan kedekatan dengan alam. Di setiap daerah Sulawesi, kapurung memiliki variasi masing-masing, namun esensinya tetap sama.
Sebagai pusat informasi terkini di Sulawesi, Parepos melihat kuliner seperti kapurung sebagai bagian penting dari cerita daerah. Mengangkat makanan tradisional berarti menjaga warisan budaya agar tidak hilang ditelan zaman.
Melalui tulisan seperti ini, kami ingin memperkenalkan kembali kekayaan kuliner Sulawesi kepada generasi muda.
Kesimpulan
Kapurung mengajarkan bahwa makanan tradisional selalu punya tempat istimewa. Dengan bahan sederhana dan proses yang tidak rumit, hidangan ini mampu menghadirkan cita rasa yang kuat dan berkesan.
Bagi Anda yang ingin mengenal lebih jauh tentang budaya, kuliner, dan berbagai informasi penting dari Sulawesi, baca berita Sulawesi terkini di Parepos. Kami hadir sebagai sumber terpercaya untuk membawa terang informasi bagi masyarakat.
