Pangkep, Sulawesi Selatan – Insiden plafon runtuh di SDN 2 Bonto-Bonto, Kabupaten Pangkep, menjadi pengingat keras bahwa isu keselamatan di lingkungan sekolah belum sepenuhnya tuntas. Peristiwa ini bukan sekadar kejadian teknis, tetapi sinyal kuat bahwa infrastruktur pendidikan membutuhkan perhatian serius dan tindakan nyata.
Kami melihat langsung bagaimana sebuah ruang belajar yang seharusnya aman justru berubah menjadi sumber ancaman. Kejadian ini menempatkan keselamatan siswa dan tenaga pendidik sebagai prioritas utama yang tidak bisa ditawar.
Kronologi Kejadian di SDN 2 Bonto-Bonto
Plafon salah satu ruang kelas di SDN 2 Bonto-Bonto dilaporkan runtuh saat aktivitas belajar mengajar berlangsung. Beruntung, tidak ada laporan korban jiwa. Namun, insiden ini cukup untuk memicu kepanikan dan menghentikan proses pembelajaran sementara.
Kami mencatat bahwa kondisi bangunan sekolah memang sudah lama menjadi perhatian warga sekitar. Material bangunan yang menua dan minim perawatan disebut sebagai faktor utama yang memperbesar risiko kejadian serupa terulang.
Dampak Psikologis dan Risiko Keselamatan Siswa
Meski tidak menimbulkan korban fisik, dampak psikologis terhadap siswa tidak bisa diabaikan. Rasa takut dan trauma berpotensi mengganggu konsentrasi belajar. Lingkungan sekolah seharusnya menjadi ruang aman, bukan tempat yang menimbulkan kekhawatiran setiap saat.
Dari sudut pandang redaksi, ini adalah risiko sistemik. Jika tidak ditangani cepat, kepercayaan orang tua terhadap keamanan sekolah negeri bisa terus menurun.
Sorotan Kondisi Infrastruktur Sekolah
Kasus plafon runtuh di SDN 2 Bonto-Bonto membuka diskusi yang lebih luas soal kondisi infrastruktur sekolah di daerah. Banyak sekolah masih bergantung pada bangunan lama dengan anggaran perawatan yang terbatas.
Kami melihat pola yang sama di berbagai wilayah Sulawesi. Masalahnya bukan pada satu sekolah, tetapi pada sistem pemeliharaan yang belum optimal dan sering kali bersifat reaktif.
Pentingnya Perbaikan Infrastruktur di SDN 2 Bonto-Bonto
Pentingnya perbaikan infrastruktur di SDN 2 Bonto-Bonto bukan lagi wacana. Ini adalah kebutuhan mendesak. Perbaikan menyeluruh, audit bangunan, dan alokasi anggaran yang tepat harus menjadi agenda prioritas.
Pendekatan tambal sulam hanya akan menunda masalah. Yang dibutuhkan adalah langkah strategis dan berkelanjutan agar keselamatan siswa benar-benar terjamin.
Tanggung Jawab Bersama Pemerintah dan Pemangku Kepentingan
Kami menilai pemerintah daerah, dinas pendidikan, dan pemangku kepentingan terkait perlu bergerak cepat dan selaras. Keselamatan siswa adalah indikator dasar kualitas layanan pendidikan.
Kolaborasi lintas sektor menjadi kunci. Mulai dari pendataan kondisi bangunan, transparansi anggaran, hingga pengawasan proyek perbaikan harus dijalankan dengan disiplin tinggi.
Kesimpulan
Insiden plafon runtuh di SDN 2 Bonto-Bonto Pangkep seharusnya menjadi titik balik. Bukan hanya untuk satu sekolah, tetapi sebagai momentum evaluasi menyeluruh infrastruktur pendidikan di Sulawesi.
Parepos akan terus berada di garis depan untuk menyampaikan fakta, mengawal isu publik, dan memastikan informasi sampai ke masyarakat secara utuh dan bertanggung jawab. Baca berita Sulawesi terkini di Parepos
