30
Sabtu, Juli

Berita Populer

Grid List

RAZIA ORANG GILA. Personel Satpol PP Kota Parepare saat menggelandang orang penderita kejiwaan ke atas mobil dalam razia penertiban orang gila, beberapa waktu lalu. Razia orang gila terus dimaksimalkan di Parepare.

Metro Pare

PAREPARE, Parepos.co.id -- Personel Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol) PP secara intens menciptakan lingkungan masyarakat yang aman dan nyaman. Salah satunya menginstensifkan 'perburuan' terhadap warga yang mengalami gangguan jiwa. Hasilnya pun signifikan, warga yang mengalami gangguan jiwa berhasil diamankan di wilayah Kecamatan  Soreang, Rabu 27 Juli, lalu.

Warga yang mengalami gangguan kejiwaan tersebut dianggap meresahkan warga. Proses penangkapan orang gila tersebut berlangsung lama, lantaran orang gila tersebut memegang senjata tajam. Kanit Provos Satpol PP Parepare, Muhammad Fahrul menjelaskan, awalnya menerima laporan dari masyarakat melalui pesan singkat terkait keberadaan orang sakit jiwa berkeliaran dan meresahkan. "Orang gila tersebut kerap melempari warga.

Kita amankan di depan Depo Pertamina pada pukul 15.00 Wita pada Rabu 27 Juli," ujarnya. Dia mengatakan, anggota mengamankan orang gila tersebut penuh kehati-hatian karena memegang benda tajam. "Kita hati-hati karena ada benda tajam yang dipegan," ungkap Fahrul. Fahrul menambahkan, sesuai cerita warga sekitar, kalau orang gila tersebut sering memotong hewan, seperi kucing, sehingga diresahkan warga. (iya/sar)

Ilustrasi

Metro Pare

PAREPARE, Parepos.co.id -- Rumah Sakit Umum (RSU) Andi Makkasau Parepare berjanji akan meningkatkan mutu pelayanan. Olehnya itu, sistem manajemen terus dimaksimalkan.  Pelaksana Tugas (Plt) Direktur  RSU Andi Makkasau Parepare, dr Muhammad Yamin mengatakan, sistem manajemen tentunya secara bertahap dibenahi agar fungsi pelayanan kepada masyarakat lebih baik. "Sejak ditunjuk sebagai pelaksana tugas di rumah sakit tersebut, dirinya intens memonitoring terhadap kedua fungsi dasar tersebut," katanya.

Menurutnya, sesuai dengan arahan wali kota selaku owner rumah sakit, hak-hak masyarakat menyangkut pelayanan menjadi prioritas dimaksimalkan, sehingga memang dibutuhkan pembenahan sistem manajemen. "Itu telah kami lakukan secara bertahap," klaimnya.

Dia menyebutkan, tidak mudah merubah suatu pola menagemen, untuk meningkatkan mutu serta fungsi pelayanan yang baik. "Banyak hal yang telah kami lakukan selama ini. Alhamdulillah, perubahan positif dapat dirasakan. Paling tidak keluhan terkait pelayanan sudah jarang ditemui di rumah sakit kita ini," jelasnya.

Wali Kota Parepare Dr HM Taufan Pawe, meminta menagemen rumah sakit jangan berhenti untuk memperbaiki fungsi pelayanan. "Harus ada inovasi demi mewujudkan mutu pelayanan kepada masyarakat," imbau wali kota. Wali kota juga mengatakan, jangan ada kata puas jika berbicara mengenai hak dasar kepada masyarakat, baik itu kesehatan maupun pendidikan. "Tidak boleh ada kata puas. Saya minta menagamen rumah sakit terus berinovasi dalam fungsi pelayanan yang profesional," tandasnya. (dil/sar)

PAREPARE, Parepos.co.id -- Kehadiran Pondok Pesantren (Ponpes) Hidayatullah di Parepare cukup membantu masyarakat untuk lebih mengenal ajaran agama Islam. Kehadiran Ponpes yang berasal dari Kalimantan Timur ini memiliki sejarah yang cukup pancang. Sejarahnya. Hidayatullah sebuah pondok pesantren yang berdiri di atas lahan wakaf seluas 120 hektare di Gunung Tembak, Balikpapan, Kalimantan Timur, yang didirikan oleh Ust Abdullah Said pada 7 Januari 1973.

Dalam perkembangannya, Ust Abdullah mengirimkan santri-santrinya untuk berdakwah ke berbagai daerah di seluruh Indonesia, khususnya daerah-daerah minoritas Muslim. Di tempat tugas yang baru, para santri Hidayatullah tak sekadar berdakwah, tetapi juga membangun cabang pondok pesantren Hidayatullah untuk lebih melancarkan perkembangan Islam.

Pada akhirnya, tersebarlah ke lebih dari 100 kabupaten dan kota di seluruh Indonesia dalam bentuk pondok pesantren termasuk di Kota Parepare ini. Di Parepare diutus lah Ust Furkon. Pada tahun 1994 Ust Furkon bersama istri mulai berdakwah dilingkungan masyarakat, disamping itu fokus pada kegiatan sosial dan pendidikan.
 
Dia bersama istrinya mengajak masyarakat yang semula tidak mengenal islam atau sudah islam tapi keyakinan masih setengah-setengah untuk ber-Islam secara kaffah dengan berpengan teguh pada Alquran dan Hadist sebagai pedoman hidup.

Perjuangan ust Furkon kurang lebih 16 tahun lamanya mampu menumbuh dan mengembangkan pondok pesantren Hidayatullah di Kota Parepare dengan santri awal sekitar 20 santri, hingga akhirnya terus bertambah. Namun perjuangannya kemudian dilanjutkan oleh Ust Hamka Saifullah pada tahun 2010 melalui Musda Hidayatullah Parepare di gedung Hidayatullah Parepare pada Oktober 2010 lalu.

Sampai akhirnya Ponpes Hidayatullah terus berkembang dan membangun sekolah mulai dari tingkat Taman Kanak-kanak (TK) hingga tingkat SMA. Kepala SMA Hidayatullah Ust Kadir yang ditemui mengurai bahwa kepemimpinan Ust Hamka Saifullah mampu mendirikan jenjang pendidikan formal mulai TK, SD, SMP dan SMA di Jalan Sakinah Kelurahan Bumi Harapan Kecamatan Bacukiki Barat Kota Parepare.

Adanya sekolah formal yang mulai menerima siswa sejak enam tahun lalu ini membuat keberadaan pondok pesantren Hidayatullah lebih dikenal lagi oleh masyarakat. "Santri Pondok Pesantren Hidayatullah sekarang sudah mencapai 150 santri, dan berbagai prestasi sudah diraih oleh santri," ujarnya. (mon/din)

PAREPARE, Parepos.co.id -- Pondok Pesantren Hidayatullah miliki santri-santri yang tak hanya mampu berdakwah, tapi juga mampu menghafal Alquran. Salahsatu santrinya berhasil menunjukkan bakatnya disalahsatu lomba belum lama ini.

Adalah Sultan santri dari Pondok Pesantren Hidayatullah Kota Parepare mengantongi juara III penghafal Alquran (hafids) pada lomba Pekan Keterampilan dan Seni Pendidikan Agama Islam (PENTAS PAI) se-Kota Parepare yang diadakan Kementerian Agama (Kemenag) Kota Parepare pada Mei 2016 lalu.

Sultan yang masih berusia 15 tahun duduk dibangku SMP Hidayatullah, saat lomba menghafalkan juz ke-30 sesui dengan juz yang dilombakan. "Saat lomba saya hafalkan juz 30 dihadapan juri," katanya, saat ditemui di Ponpes Hidayatullah, Kamis 21 Juli 2016.

Sultan mengaku sudah menghafal beberapa juz dari 30 juz dalam Alquran. Ia belajar menghafal Alquran sejak masuk di Pondok Pesantren Hidayatullah Kota Parepare."Saya belajar menghafal Alquar sejak masuk disini (Hidayatullah) dan hanya membutuhkan sekitar satu bulan untuk memperlancar sebelum mengikuti lomba waktu itu, saya dapat juara III," ujarnya.

Perlahan tapi pasti baginya terus mengembangkan bakat yang dimilikinya dengan terus belajar untuk memperbanyak hafalannya. Ia bercita-cita bisa mengharumkan nama Parepare di duania hafidz. "Insya Allah saya ingin menjadi hafidz terkenal hingga ke tingkat Nasional," harapnya. (mon/din)

Pedagang ikan di Pasar Lakessi, Rabu 27 Juli 2016. Saat ini harga ikan sedikit mengalami kenaikan harga.

Ekonomi

PAREPARE, Parepos.co.id -- Memasuki musim kemarau harga sejumlah jenis ikan mengalami kenaikan harga di pasaran. Di Pasar Lakessi misalnya beberapa pedagang dan pembeli mengeluh dengan harga ikan yang sedang naik. Jenis ikan tawar mengalami kenaikan, ikan bandeng dan lele misalnya yang sebelumnya hanya Rp5.000-Rp8.000/ekor kini menjadi Rp10.000 - Rp15.000/ekor. Sedangkan ikan lele yang dulunya Rp10.000/ekor kini menjadi Rp15.000 - Rp20.000/ekor di pasaran.

Daeng Gassing selaku pedagang ikan mengatakan, harga jual ikan tersebut ditentukan oleh pengepul ikan yang kemudian diserahkan kepada pedagang eceran untuk dijual di lapak-lapak ikan yang ada. "Untuk harga ikan sudah ditentukan oleh pengepul, kami hanya menjualkan," katanya saat ditemui ditengah kesibukannya menjual ikan bandeng, Kamis 28 Juli 2016 kemarin.

Pihaknya prediksi, harga ikan tersebut akan bertahan hingga beberapa hari kedepan. Ini juga, kata dia, mungkin karena banjir di sejumlah daerah penghasil ikan tambak beberapa hari ini, seperti di Wajo.

Sementara pembeli ikan mengaku hanya bisa pasrah bila harga ikan mengalami kenaikan. Harida salahsatu pembeli mengaku keliling di pasar ikan Lakessi guna mencari ikan yang harga termurah.  Namun jika tidak ada menemukan sesuai dengan keinginannya, dirinya lebih memilih membeli telur sebagai pengganti ikan. "Jika harga ikan naik, kan masih ada telur," katanya. (iya/din)

Ilustrasi

Ekonomi

MAKASSAR, Parepos.co.id -- Setelah diperkenalkan pada ajang Indonesia International Motor Show (IIMS) bulan April 2016 lalu, All New Sienta menjadi primadona konsumen mobil dari pabrikan Toyota. Bahkan sejak pelaksanaan Gaikindo Indonesia International Motorshow (GIIAS) di Makassar pada Mei 2016 sebanyak 100 orang mengantri untuk membeli mobil ini.

Hariyadi Kaimuddin, Chief Executive Officer Kalla Toyota, mengatakan Toyota All New Sienta merupakan mobil yang didesain untuk memanjakan segala aktivitas penggunanya, tidak hanya fungsional tapi juga memiliki desain yang modern dan dinamis.

“Sebagai representasi semangat Beyond Product yang mengusung konsep desain Modern, Active dan Fun, All New Sienta hadir dengan 4 grade dan tampilan eksterior unik dan fresh untuk menjawab kebutuhan pasar,” kata Hariyadi, Kamis 28 Juli 2016.

Mengenai kelebihan, Toyota Sienta dilengkapi dengan berbagai fitur dan teknologi seperti power sliding door, serta transmisi CVT. Toyota Sienta dibuat sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik pasar di tanah air. Memiliki kapasitas 7 penumpang yang lega, kendaraan ini memiliki gaya yang berbeda dari MPV pada umumnya karena fitur dive-in seat yang pertama di kelasnya.

Berbagai fitur handal dan merupakan pertama di kelasnya semakin melengkapi All New Sienta antara lain Bi-LED Projector, Smart Entry and Push Start Button System (Smart Engine), Easy Closer Sliding Door dan ruang penyimpanan yang dingin (chiller upper box).

“Semua lebih mudah mendapatkan All New Sienta di Kalla Toyota karena setiap transaksi tunai mulai periode Juli hingga September 2016 di Kalla Toyota akan mendapatkan asuransi selama 1 tahun. Harganya bervariasi sesuai tipenya mulai dari Rp244-313 juta,” tambah Hariyadi.

Sekedar diketahui Penjualan retail sales Toyota semester pertama 2016 capai 187.438 unit. Toyota Astra Motor (TAM) membukukan total penjualan 187.438 unit di pasar ritel sepanjang Januari-Juni 2016, dengan market shares 35,4 persen. Dibandingkan periode yang sama 2015, penjualan ritel Toyota tumbuh 11,8 persen.

Kinerja positif yang ditorehkan Toyota berada di atas performa pasar nasional sepanjang paruh pertama 2016, yang tumbuh tipis 0,4 persen. Selama Januari-Juni 2016, pasar ritel nasional 528.855 unit, lebih baik dibandingkan semester pertama 2015 sebanyak 526.846 unit.

Dengan raihan ini, Toyota tidak hanya berhasil mempertahankan posisi sebagai market leader, namun juga meningkatkan market shares dari 31,8 persen pada semester pertama 2015 menjadi 35,4 persen pada semester pertama 2016.

Vice President Director PT TAM, Henry Tanoto, menyebutkan dalam empat bulan terakhir, atau sejak Maret-Juni 2016, Toyota terus menunjukkan tren pertumbuhan penjualan ritel yang cukup signifikan setiap bulannya.

Hal tersebut tentunya tidak terlepas dari kepercayaan dan kesetiaan para pelanggan. Sehingga, untuk mengapresiasinya, Toyota akan terus menghadirkan produk dan teknologi yang melebihi ekspektasi, serta meningkatkan layanan, yang sejalan semangat Toyota Let’s Go Beyond. (jpg)

Bupati Bantaeng, Nurdin Abdullah mengungkapkan keinginannya agar Partai Demokrat menjadi partai pengusungnya di Pilgub Sulsel yang akan digelar pada 2018 mendatang. Hal itu disampaikan seusai menghadiri halal bihal Partai Demokrat Sulsel, Rabu malam, 27 Juli.

“Di Pilkada Bupati Bantaeng lima tahun lalu Partai Demokrat menjadi pengusung kami. Saya berharap di Pilgub Sulsel berlanjut,” ujar Nurdin.

Namun demikian, ia menyerahkan sepenuhnya kepada Partai Demokrat dalam melakukan pilihan. Apakah selama ini dirinya memiliki rapor yang positif atau malah sebaliknya. ”Sebagai contoh, saya hadir dalam acara ini, menandakan saya tidak pernah melupakan partai yang mengusung saya,”jelasnya.

Lebih lanjut Nurdin mengungkapkan bahwa dirinya bukan dari kalangan politik. Tapi seorang akademisi, sehingga untuk maju di Pilgub praktis membutuhkan kendaraan partai politik.

Ditempat yang sama, Ketua Demokrat Sulawesi Selatan, Ni’matullah memberi isyarat akan mengusung Nurdin Abdullah di Pilgub Sulsel. Pasalnya dari sembilan kepala daerah yang diusung oleh partainya, Nurdin salah satu kepala daerah yang loyal.

“Buktiinya acara halal bihalal kami pak Nurdin Hadir. Enam kepala daerah lainnya tak ada. Ini menjadi catatan buat kami,” ujar Ni’matullah.

Lebih lanjut Ulla-sapaan Ni’matullah mengatakan, bagaimana caranya kepala daerah itu mau diusung kembali kalau komunikasi atau menjalin silaturahmi saja sulit dilakukan.

“Contohnya begini. Anda butuh sesuatu pasti intens melakukan komunikasi. Kalau tidak bagaimana caranya ditahu apa yang anda butuhkan,”jelasnya.

Meski demikian, dalam mengusung calon yang akan maju di Pilkada, semuanya merujuk pada hasil survei. Survei akan dilakukan digelar pada 2017 mendatang. “Semua berpulang ke survei. Kalau surveinya bagus pasti kami akan usung,” ucapnya. (*)

 

Petinggi Nasdem Bakal Hadiri Kejurnas Seri II Sidrap Prix

SIDRAP, Parepos.co.id -- Sekretasis DPW Nasdem Sulsel, Syaharudin Alrif mengaku, salah satu bentuk perhatian  Nasdem adalah mendukung kegiatan remaja atau pemilih pemula. Makanya, sejumlah petinggi Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Nasdem bakal menghadiri Kejuaraan Nasional (Kejurnas) seri kedua Sidrap Prix 2016, Sabtu 30 Juli, besok.

Menurut Syaharudin Alrif, Kamis kemarin, mengatakan, Sidrap Prix putaran kedua itu akan dihadiri Ketua Bidang Politik dan Pemerintahan DPP Nasdem, HM Luthfy Mutty yang juga sebagai anggota DPR-RI Dapil Sulsel.

Selain itu, juga bakal hadir H Ahmad Sahroni anggota DPR-RI Dapil DKI yang juga sebagai Wakil Ketua Umum IMI Pusat. "Yang juga akan ikut yaitu para petinggi pengurus DPW Partai Nasdem Sulsel, sejumlah anggota DPRD Sulsel dan anggota DPRD Kabupaten/Kota se-Sulsel dari Partai Nasdem," ungkapnya.

Menurutnya, kegiatan tersebut perlu diapresiasi sebagai bentuk perhatian Nasdem terhadap pemilih pemula dan juga menjadi rangkaian kegiatan sebelum pelantikan.
Sementara itu, pada Seri Kejurnas II Sidrap Prix 2016, bakal diikuti 120 lebih pembalap motor dari 20 provinsi se Indonesia.

Kepastian hadirnya sejumlah pembalap nasional yang mewakili daerahnya masing-masing, disampaikan salah seorang panitia pelaksana seri Kejurnas Sidrap Prix 2016, Dedy Berdy yang ditemui di lokasi Sirkuit Sidrap Prix Night Race, di Puncak Rappang, Sidrap, kemarin.

Menurutnya, kejurnas Sidrap Prix kedua tahun ini, akan diikuti juara Sidrap Prix tahun lalu yang akan berkompetisi dengan sejumlah raider lainnya dari 20 provinsi se Indonesia yang akan menaklukkan sirkuit kebanggaan masyarakat Sidrap. (*)