Polisi Selidiki ‘Diksar Maut’ Dua Mahasiswi IAIN Parepare

  • Whatsapp
Polisi Selidiki 'Diksar Maut' Dua Mahasiswi IAIN Parepare
Kapolres Parepare, AKBP Welly Abdillah SH SIK MH saat memberikan penjelasan kepada awak media

PAREPARE,PAREPOS.CO.ID– Tewasnya dua mahasiswi Institut Agama Islam Negeri (IAIN) yang mengikuti Pendidikan Dasar (Diksar) organisasi kemahasiswaan Korps Sukarela (Ormawa KSR) selama tiga hari mulai 26-28 November, masih diselidiki pihak kepolisian. Pihak kampus telah dimintai keterangan akan musibah yang mengakibatkan adanya jatuh korban dalam Diksar Ormawa KSR di Bilalang, Kelurahan Lemoe, Kecamatan Bacukiki, Kota Parepare.

Kapolres Parepare, AKBP Welly Abdillah SH SIK MH menjelaskan, sementara ini pihaknya masih melakukan penyelidikan, dan telah mengambil beberapa keterangan dari warga. “Beberapa dari masyarakat, juga Perangkat Kelurahan. Nanti kita lihat posisinya apa ada pidana atau tidak. Sementara dari orangtua korban juga karena masih berduka,” jelasnya, kemarin.

Bacaan Lainnya

Kepolisian sementara berupaya meminta keterangan dari pihak panitia maupun korban yang selamat. “Kita akan berupaya karena pihak panitia atau mahasiswa kondisinya memang masih ada yang trauma sehingga kita belum bisa kita ambil keterangan,” tegasnya. Polisi, lanjut Welly, masih mengumpulkan bukti-bukti apakah pidananya terpenuhi. “Ketika bisa disimpulkan ada pidana, baru kita naikkan ke penyidikan,” tegasnya.

Terpisah, Humas IAIN Parepare, Suherman menjelaskan, pasca insiden pihaknya sejauh ini melakukan evaluasi. Salah satunya, untuk sementara menghentikan semua kegiatan Ormawa yang diadakan di luar kampus. “Terkait Sanksi masih akan melalui proses. Pimpinan akan lakukan evaluasi lebih lanjut. Kita juga menunggu kondisi stabilnya penanggungjawab atau panitia. Sejauh ini kita memantau kondisi mereka,” jelasnya.

Ia juga mengatakan, dari pihak kampus memang sudah ada yang dimintai keterangan dari kepolisian, satu orang.”Pimpinan dalam hal ini WR III. Kalau panitia kami belum tahu informasinya,” katanya. Kondisi beberapa mahasiswa yang ikut kegiatan tersebut masih dalam kondisi trauma.Pihak kampus juga telah menyiapkan tim psikolog, bagi mereka yang mengalami trauma.  “Sebelumnya kan masuk di puskesmas dan RS kondisinya sempat dirawat sehari tapi. Ada juga tiga orang dua hari dirawat, namun bukan karena kondisi fisiknya tapi karena kondisi psikisnya (trauma). Kemudian pimpinan mengarahkan bagi mahasiswa yang mengalami trauma disiapkan tim psikolog kampus,” ungkapnya.

Lurah Bantah Izin Kegiatan

Pihak kampus mengklaim, panitia pelaksana telah bersurat ke pemerintah setempat.  Mengenai Prosedural pelaksanaan kegiatan, lanjutnya, itu secara resmi diketahui pihak kampus karena menurutnya memang setiap kegiatan ormawa memang harus menyampaikan ke pimpinan. “Teknis pelaksanaan kegiatan awal sepenuhnya didesain mereka. Termasuk misalnya kegiatan di luar kampus. SOP kita bahwa kegiatan orientasi yang berlangsung di luar kampus wajib mereka menyampaikan ke pihak berwenang di luar kampus itu,” terangnya.

“Informasi yang kita dapat dari panitia itu ada surat disampaikan kepada Lurah. Dimasukkan jauh hari sebelumnya. Karena sebelum tentukan lokasi mereka mensurvei lokasi sebanyak tiga kali. Dan juga sudah menyampaikan surat,” tambahnya.

Ia menegaskan, kegiatan sifatnya di lapangan, pihak kampus juga menyampaikan kepada ormawa untuk senantiasa melibatkan orang-orang yang secara teknis mempunyai kapasitas untuk itu. “Diksar itu mereka sebenarnya didampingi senior-senior yang sudah pengalaman. Cuman untuk pihak lainnya kita belum ada informasi. Tidak hanya itu, kata Suherman, secara teknis kegiatan ormas merupakan domain dari panitia. Meski begitu, setiap selesai kegiatan selaku ada penyampaian laporan panitia ke pimpinan. “Kampus tahu ada kegiatan diksar di luar. Tapi teknisnya pimpinan tidak terlibat,”katanya.

Terpisah, Lurah Lemoe, Nurhaya mengaku tidak menerima surat terkait kegiatan Diksar Ormawa IAIN. “Tidak ada sama sekali. Saya tanyakan kepala seksi tapi tidak ada. Ketua RT/RW juga katanya tidak ada,”tegasnya. Saat ini, kedua tempat wisata ditutup sementara pasca insiden tersebut, dengan memasang spanduk yang memberi pesan tempat ini sementara ditutup.” Kedua tempat dipasangi spanduk,”tutup Camat Bacukiki, Saharuddin.(nan/B)