Disandera Teroris, Bupati Polman: Saya Takut, Ternyata ?

  • Whatsapp
Disandera Teroris, Bupati Polman: Saya Takut, Ternyata ?
Bupati Polman saat disandera teroris di kantornya

POLMAN,PAREPOS.CO.ID– Puluhan teroris mengatasnamakan pasukan Daulat Indonesia Baru (DIB), Kamis, 2 Desember 2021 kemarin menguasai Kantor Bupati Polewali Mandar (Polman). Dalam aksinya, teroris menyandera Bupati Andi Ibrahim Masdar.

Kehadiran para teroris langsung melepas tembakan peringatan, sontak memicu kepanikan Aparatur Sipil Negara (ASN) yang sedang beraktifitas di kantor bupati.

Bacaan Lainnya

Dalam penyanderaan itu sedikitnya 20 pasukan khusus Yonif Para Raider 433/Julu Siri langsung dikerahkan ke lokasi untuk membebaskan Bupati Polman dari tawanan teroris.

Kehadiran pasukan khusus Yonif Para Raider 433/ Julu Siri,ini pun langsung mengarahkan tembakan ke arah beberapa teroris, hingga terlibat saling tembak.Tidak butuh waktu lama, pasukan khusus
Para Raider 433/Julu Siri ini pun berhasil melumpuhkan para teroris, yang terus memberikan perlawanan termasuk menggunakan bom asap.

Setelah semua teroris dilumpuhkan, pasukan khusus Yonif Para Raider 433/Julu Siri, langsung mengevakuasi Bupati Polewali Mandar Andi Ibrahim Masdar ke tempat aman menggunakan kendaraan taktis.

Namun, ternyata ini bukanlah kejadian sebenarnya, melainkan hanya sebuah simulasi latihan Raider dalam pembebasan sandera, yang berlangsung di Kantor Bupati Polman.

Panglima Divisi 3 Kostrad Mayjen TNI Kunto Arief Wibowo mengungkapkan skenario simulasi, yang dilakukan ini terfokus pada penyelamatan sandera khususnya pimpinan sebagai penentu kebijakan.

“Skenario yang kita buat disini, bagaimana mengamankan pimpinan, pembuat kebijakan. Yang kita jaga disini adalah keputusannya, sehingga harus diselamatkan, diambil untuk bisa memberikan keputusan dan menjaga kestabilan wilayahnya,” terang jendral bintang dua itu saat dikonfirmasi wartawan usai pelaksanaan simulasi.

Bupati Polman Andi Ibrahim Masdar mengaku saat dirinya disandera ada perasaan takut dan tegang soalnya dihadapkan dengan senjata. “Takut juga sih karena di todong senjata,tapi sukurlah karena ini hanya simulasi pembebasan sandera namun kami ucapkan terimakasih Kepada TNI divisi 3 Kostrad karma Polman dijadikan wilayah untuk latihan,”tutup Andi Ibrahim. (win/B)