Warga Polman jadi Korban PMI Ilegal ke Bahrain, LBH Sulbar Adukan HjM ke Polisi

  • Whatsapp
Warga Polman jadi Korban PMI Ilegal ke Bahrain, LBH Sulbar Adukan HjM ke Polisi
Ketua LBH Sulbar Abdul Kadir saat memberikan keterangan pers terkait dugaan penjualan manusia di Polewali Mandar

POLMAN,PARE POS.CO.ID– Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Sulawesi Barat melaporkan dugaan perdagangan manusia atau human trafficking yang terjadi di Kabupaten Polewali Mandar (Polman). Ketua LBH Sulbar Abdul Kadir yang juga kuasa hukum korban dugaan human trafficking menyampaikan, pihaknya telah melaporkan kejadian itu ke wilayah Polres Polman.

Dugaan tindak pidana perdagangan manusia itu sebagaimana dimaksud dalam ketentuan Undang-Undang RI No. 21 Tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang dan Undang-Undang RI No. 18 tahun 2017 tentang Perlindungan Pekerja Migran Indonesia. Kasus ini diduga melibatkan warga di Jalan Poros Luyo, Dusun Malise, Desa Baru, Kecamatan Luyo, Kabupaten Polman berinisial HjM.

Bacaan Lainnya

Hal itu bermula dari tawaran dari HjM kepada korban bernama Salbiah (23) warga Jalan Gatot Subroto, Kelurahan Madatte, Kecamatan Polewali, Polman untuk menjadi Pekerja Migran Indonesia (PMI) dengan tujuan salah satu negara di Timur Tengah yakni Bahrain. Korban pun tertarik akan tawaran tersebut, dan berangkat dari rumahnya, pada tanggal 23 Mei 2021 dengan tujuan Jakarta. Selanjutnya, pada tanggal 2 September 2021, korban diterbangkan ke negara tujuan yakni Bahrain. “Korban yang menjadi klien kami, dipekerjakan tanpa adanya batasan jam kerja sebagai pembantu rumah tangga (PRT). Parahnya, gaji dari korban juga ditunda-tunda dan belum diberikan oleh majikannya di Bahrain. Kami ditunjuk sebagai kuasa korban sesuai dengan surat kuasa tertanggal 9 Oktober 2021 yang ditandatangani oleh orang tua korban Darmawati,”jelasnya.

Kadir mengungkapkan, pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan pihak pemerintah melalui dinas tenaga kerja untuk mempertanyakan keabsahan pemberangkatan korban ke luar negeri. Sekaligus mempertanyakan, apakah HjM melaporkan terkait pemberangkatan korban ke luar negeri. Dan penjelasan dinas tenaga kerja di Polman menyampaikan korban sebagai PMI di Negara Bahrain tidak tercatat atau Ilegal,” terang Abd Kadir, Senin, 15 November 2021.

Ketua Divisi Investigasi LBH Sulbar, Sukriwandi menyampaikan, awalnya korban mengeluhkan kondisinya melalui jejaring sosial facebook LBH Sulbar. Lalu kemudian ditelusuri keberadaan keluarganya yang ada di Polman. ” Dan benar saja ibu korban juga mengadukan kondisi anaknya ke sekertariat LBH Sulbar. Korban ingin pulang karena tidak mampu menanggung beban pekerjaan yang hanya sedikit istirahatnya, bangun dari pukul 04.00 waktu setempat dan langsung bekerja. Nanti bisa istirahat kalau pukul 24.00. Jika ada orang yang dipekerjakan seperti ini, sudah di eksploitasi. Dia pun mengadu ke kami melalui jejaring media sosial facebook milik LBH Sulbar yang meminta tolong untuk dipulangkan,” tutupnya.(win/B)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *