SERU! Suara Pemilih Pecah di Konferkab PWI Parepare Barru

  • Whatsapp
SERU! Suara Pemilih Pecah di Konferkab PWI Parepare Barru
Dua pengurus PWI Sulsel, Ibrahim Manisi bersama Arsyad di Warkop 588

PAREPARE, PAREPOS.CO.ID– Pasca deklarasi Pemred Harian PAREPOS, Ade Cahyadi maju di Konferkab PWI Parepare Barru. Dua kandidat juga telah menyatakan diri siap maju dalam agenda pemilihan Ketua PWI Parepare Barru Tahun 2021-2024. Kepastian itu, usai dua bakal calon (balon) lainnya ikut menyatakan siap untuk bersaing secara sehat dalam pemilihan yang rencananya akan dilaksanakan pada bulan Desember 2021.

Plt Sekretaris PWI Parepare- Barru, Abdul Razak Arsyad, yang merupakan Pimpinan suarajatappareng.com, kepada Parepos.co.id menyampaikan bahwa dirinya siap bertarung dengan kandidat lainnya. Senada juga disampaikan, Devisi Event dan Promosi Harian PAREPOS, Andi Mulyadi yang merupakan Plt Ketua PWI Parepare Barru dengan tagline Energi Mappasiddi (Emas) juga menegaskan untuk ikut sebagai kandidat dalam pemilihan tersebut.

Bacaan Lainnya

Dengan demikian, terdapat tiga balon Ketua PWI Parepare Barru yang bisa dikatakan semuanya kuat dengan kelebihan masing-masing.

Sebelumnya, Pemred Harian PAREPOS dan Penanggungjawab Parepos.co.id, Ade Cahyadi dengan tagline Sahabat Ade telah lebih dulu mendeklarasikan diri untuk maju sebagai kandidat dengan visi PWI Rumah Besar Kita dengan lima misi yang diembannya.

Mantan Ketua PWI ParepareBarru, yang juga pengurus PWI Sulsel, Ibrahim Manisi mendengar ada lagi beberapa kandidat segera melaksanakan deklarasi. “Bagus itu, jangankan tiga atau empat. Sepuluh saja bisa, asalkan ada yang pilih,” jelasnya, Sabtu, 13 November 2021.

Komisaris Harian PAREPOS itu juga menjelaskan, bahwa di dalam organisasi PWI yang namanya hak pilih, itu tidak bisa diintervensi. “Ini organisasi, yang namanya hak pilih itu tidak bisa diintervensi. Kita masing-masing tahu PD/PRT nya. Yang namanya hak pilih di PWI itu adalah hak prerogatif, dan tidak boleh diintervensi,”ujarnya. “Jadi, kalau ada yang mau maju dan punya power, dan pendukung silahkan maju calonkan diri,” tambahnya.

Sebagai salah satu pengurus PWI Sulsel, Ibrahim Manisi menegaskan bahwa tidak ada namanya bermain uang untuk menjadi pengurus PWI daerah. “Kita di PWI tidak mengenal kata katebelece. Kecuali, misalnya ada kandidat yang membeli suara itu namanya suap dan itu melanggar,” tegasnya.

Ibrahim Manisi menambahkan, untuk para kandidat agar bersaing secara sehat dan bersih. “Saya belum bisa berbicara siapa yang kuat, karena masih balon. Nanti saya ngomong si A yang kuat dan si B lemah, nanti nyalinya bisa menciut,” tegasnya. Pemred Haran Fajar yang juga pengurus PWI Sulsel, Arsyad Hakim mengatakan, dukungan suatu kandidat dibolehkan apabila pendukungnya menyerahkan kartu anggota PWI kepada kandidat sebagai bentuk dukungan. “Ia menyerahkan kartunya sebagai bukti dukungannya. Sama misalkan kandidat mengajak orang yang memiliki hak pilih untuk ngopi dan dibayarkan, itu juga tidak masalah,” ujarnya.

Selain itu, banyaknya balon Ketua PWI Parepare-Barru dinilai sebagai bukti adanya peningkatan di organisasi PWI. “Artinya PWI sudah punya power. Dulu itu tidak ada yang mau mengurus PWI di daerah. Semua kandidat bagus,” tandasnya, saat ditemui di Warkop 588, Kota Parepare (nan/B)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *