Peluang Wirausaha Muda di Event MotoGp Mandalika

  • Whatsapp
Peluang Wirausaha Muda di Event MotoGp Mandalika

SEKOLAH Kajian Strategik dan Global Universitas Indonesia (SKSG UI) mengadakan pelatihan berbasis webinar yang diadakan secara virtual dengan menangkat tema “Pelatihan Wirausaha Muda: Melihat Peluang Dibalik Pelaksanaan Moto GP Mandalika”.

Dalam keterangan tertulis, Jumat, 12 November 2021, disebutkan acara yang berlangsung dalam rangka membangun perekonomian Indonesia yang lebih baik.

Bacaan Lainnya

Kegiatan itu juga sengaja dibuka untuk umum, khususnya masyarakat dari Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) yang memiliki minat terkait peluang usaha terutama yang sedang merintis UMKM.

Adapun tujuan diselenggarakannya webinar ini ialah untuk menginspirasi dan juga mengajak masyarakat menjadi wirausaha terutama yang bermukim di Lombok.

Sebagai pembuka, acara ini diawali opening speech oleh M Syaroni Rofii selaku dosen Kajian Ketahanan Nasional, SKSG UI, TGH Habib Ziadi Tohir selaku Ketua PD NWDI Lombok Tengah, dan H Irzani selaku Komisaris PT ITDC. Sambutan ini memberi gambaran mengenai peluang berwirausaha terlebih akibat dampak pandemi pada berbagai sektor.

Memasuki inti acara, SKSG UI menghadirkan narasumber yakni Andi Fahrul Amsal selaku CEO Amura Pratama yang dipandu oleh Gega Ryani, mahasiswa SKSG UI, selaku moderator.

Dalam sambutannya, Muhammad Sya’roni mengungkapkan adanya Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Mandalika, khususnya Sirkuit Pertamina Mandalika dapat menjadi pemicu baru geliat ekonomi di Lombok.

“Sehingga, perlu digalakkan penguatan ekonomi masyarakat berbasis usaha mikro kecil dan menangah (UMKM). KEK Mandalika secara khusus juga akan menarik wisatawan, harapannya dapat seramai tetangga di Pulau Bali,” ujarnya.

Sya’roni juga menambahkan bahwa pelaksanaan kegiatan pelatihan merupakan wujud Tri Dharma Universitas Indonesia yaitu pengabdian kepada masyarakat.

Sementara Andi Fahrul dalam pemaparannya berfokus pada ajakan untuk membiasakan bahwa bisnis itu mudah.

“Kunci dalam berwirausaha menurutnya secara pribadi adalah Kolaborasi, Lihat celah dalam pasar, tidak terlalu idealis dengan hanya satu produk, coba explore lebih mengenai peluang dalam berbisnis,” papar pria kelahiran Bone itu.

Selama acara berlangsung, peserta sangat aktif bertanya kepada narasumber, mulai dari peluang, tantangan, hingga strategi untuk memulai suatu usaha.

“Output yang diharapkan setelah acara ini selesai ialah pembinaan bagi peserta yang sedang atau akan merintis UMKM di bidang tertentu,” jelas Andi.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *