Objek Wisata Religi Buntu Burake, Sandiaga Uno: Simbol Kebhinekaan Budaya dan Agama

  • Whatsapp
Objek Wisata Religi Buntu Burake, Sandiaga Uno: Simbol Kebhinekaan Budaya dan Agama
Menparekraf saat kunjungi objek wisata religi Buntu Burake di Tana Toraja

TANA TORAJA,PAREPOS.CO.ID–
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno, mengunjungi objek wisata religi Buntu Burake di sela-sela kunjungan kerjanya ke Tana Toraja, Sulawesi Selatan.

Di lokasi ini terdapat “Patung Yesus” Buntu Burake yang tidak kalah megahnya dengan patung serupa yang ada di kota Rio de Janeiro, Brasil. Bahkan patung yang berada di ketinggian 40 meter menghadap Kota Makale ini adalah yang tertinggi di dunia, dibanding patung serupa lainnya di dunia.

Bacaan Lainnya

Dari lokasi ini, wisatawan dapat melihat pemandangan Kota Makale dengan deretan perbukitan yang indah nan megah.

“Ini adalah salah satu ikon di Tana Toraja yang merupakan patung tertinggi di dunia, dibandingkan dengan patung serupa yang ada di Rio de Janeiro. Baik dari segi tinggi ukuran patung, maupun keberadaannya dari atas permukaan laut. Ini yang perlu kita sambut karena ini sudah membawa Toraja mendunia,” kata Menparekraf Sandiaga Uno, Minggu, 21 November 2021, sore kemarin.

Menparekraf mengatakan, keberadaan patung ini tidak hanya sebagai objek wisata religi, tapi juga simbol kebhinekaan budaya dan agama di tanah air. “Sekarang tugas saya adalah membawa dunia ke Toraja karena jika kita sudah labeli ini sebagai yang tertinggi di dunia, berarti ini adalah destinasi yang sangat layak dikunjungi wisatawan mancanegara,” kata Sandiaga.

Salah satu langkah yang akan dilakukan, tahun depan Kemenparekraf bersama stakeholder pariwisata di Sulawesi Selatan, dan Tana Toraja pada khususnya akan menggelar konferensi internasional. Pada tahun 1974, Pacific Asia Travel Assosiation (PATA) menggelar konferensinya di Toraja. Sejak saat itu banyak wisatawan mancanegara yang datang, bahkan menjadikan Toraja sebagai destinasi kedua yang paling diminati wisatawan setelah Bali.

“Kita harapkan nantinya juga terjadi letupan dan loncatan dengan bingkai pariwisata yang berkualitas dan berkelanjutan di Tana Toraja. Mudah-mudahan dapat membangkitkan ekonomi dengan terbukanya lapangan kerja,” kata Sandiaga.(*/ade)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *