Menaker Ida Ungkap Malaysia Butuh 32 Ribu Pekerja Migran di Ladang Sawit

  • Whatsapp
Menaker Ida Ungkap Malaysia Butuh 32 Ribu Pekerja Migran di Ladang Sawit
Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), Ida Fauziyah didampingi Gubernur Sulbar dan Bupati Polman saat peresmian kantor Layanan Terpadu Satu Atap (LTSA) Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI)

POLMAN,PARE POS.CO.ID, — Menteri Tenaga Kerja (Menaker), Ida Fauziyah mengungkapkan, Malaysia saat ini membutuhkan sebanyak 32 ribu tenaga kerja yang akan ditempatkan di perkebunan ladang kelapa sawit. Hal itu diungkapkannya pada peresmian kantor Layanan Terpadu Satu Atap (LTSA) saat kunjungan kerjanya, Rabu 24 November, di Kabupaten Polewali Mandar (Polman).  Dari hasil koordinasi  dengan kementerian perladangan sawit, negara itu membuka lowongan kerja untuk area ladang sawit dengan syarat perlindungan pekerja migran  harus direvisi melalui MoU dengan kementerian.

Pemerintah Malaysia, kata Ida Fauziyah, sangat berharap pemerintah Indonesia dapat mengirimkan tenaga kerja ke negaranya. “Saya sampaikan, kami siap mengirim tenaga kerja ke Malaysia asalkan perlindungan pekerja migran kita lebih baik lagi dan lebih di seriusi . Untuk itu MoU terkait perlindungan pekerja migran harus dilakukan. Alhamdulillah minggu depan sudah bisa ditindaklanjuti,”ujar Ida Fauziyah.

Bacaan Lainnya

Negara Luar, lanjutnya, itu sangat minat dan senang dengan pekerja migran asal Indonesia, baik untuk kebutuhan informal maupun pekerja non formal. ” Informasi itu kami dapatkan dari beberapa kementerian, hanya kendala saat ini adalah pekerja kita harus dibekali kompetensi bahasa dan ini yang perlu ditingkatkan. Sehingga kita berharap ada dukungan dari pemerintah provinsi dan kabupaten untuk memenuhi kebutuhan negara tujuan pekerja migran,”jelasnya.

Sementara itu, Bupati Polman Andi Ibrahim Masdar mengatakan, untuk memenuhi kebutuhan negara luar utamanya Malaysia. Pemkab Polman sementara siapkan semua segala sesuatunya, termasuk sarana yang sudah diresmikan  sudah disiapkan. “Untuk sementara ini, kita masih bertahan untuk pengiriman tenaga kerja ke Malaysia. Karena kami masih menunggu tarif gaji yang diberikan oleh negara Malaysia. Kita ingin setarakan dengan gaji yang ada di Malaysia,”katanya.

“Permintaan sebagai PMI sebetulnya masyarakat Polman paling diminta, tapi terbuka juga bagi masyarakat Sulbar. Ssaya berharap semua masyarakat Polman yang mau berangkat ke Malaysia untuk tidak berangkat secara ilegal karena sekarang kita sangat dibutuhkan oleh negara Malaysia. Kalau bisa berangkatlah dengan legal yang dijamin oleh pemerintah, karena semua itu dijamin baik perlindungan nya maupun keberangkatannya,”tutup Bupati Polman dua periode tersebut.(win/B)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *