Mahasiswi FPsi UNM jadi Pelopor Duta Lingkungan Hidup Kota Parepare

  • Whatsapp
Mahasiswi FPsi UNM jadi Pelopor Duta Lingkungan Hidup Kota Parepare

PAREPARE,PAREPOS.CO.ID– Best Lingkungan Duta Lingkungan Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat (SulSelbar) 2020, Salsabila Sri Ramadhani yang merupakan Mahasiswi Fakultas Psikologi (FPsi) Universitas Negeri Makassar (UNM) menjadi Pelopor Duta Lingkungan Hidup Kota Parepare Tahun 2021.

Salsabila Sri Ramadhani mengaku sebelumnya tidak pernah ada dalam rencana untuk membuka pemilihan Duta Lingkungan Hidup Kota Parepare Tahun 2021 ini. “Melihat kondisi saya yang sampai saat ini giat melakukan aktivitas di luar Kota Parepare. Namun, karena melihat antusias pemuda dan pemudi di Kota Parepare dan juga arahan serta dukungan dari Dinas Lingkungan Hidup Kota Parepare, saya akhirnya memutuskan untuk mengadakan pemilihan Duta Lingkungan Hidup Kota Parepare,” kata Salsabila.

Bacaan Lainnya

Pemilihan ini juga berkat dukungan dari beberapa teman-teman Ikatan Duta Lingkungan Hidup Sulawesi Selatan (IKADAH Sulsel) yakni,Tabus (Best Social Media Putra 2020), kak Nunu (Winner Putri 2019), kak Wahyu (Runner Up 1 Putra 2019), Irsyad (Runner Up 1 Putra 2020), dan Yayat (Best Persahabatan Putra 2020 dan delegasi Kota Parepare 2020).

Dalam proses pemilihan Duta Lingkungan Hidup Kota Parepare 2021, sangat tidak mungkin dilaksanakan dalam bentuk acara layaknya pemilihan Duta pada umumnya. Mengingat sangat terbatasnya SDM yang dimiliki. “Berkat arahan dan dukungan dari bapak Jenamar selaku Ketua Bidang Penataan dan Peningkatan Kapasitas Lingkungan Hidup DLH Kota Parepare dan bapak Budi selaku Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Parepare,”jelasnya.

Alhamdulillah proses pemilihan Duta Lingkungan Hidup Kota Parepare Tahun 2021 resmi dibuka. Pemilihan berlangsung sejak tanggal 17 Juli dan berakhir tanggal 5 Agustus 2021. Adapun keputusan rekomendasi diserahkan kepada saya berdasarkan arahan dari bapak Jenamar. “Lalu saya, Yayat dan peserta rekomendasi terpilih diundang audiensi ke DLH Kota Parepare,” ujarnya. Dengan kerja keras, kerja cerdas, dan kerja ikhlas, pada tanggal 30 Oktober 2021 mereka (Muhammad Fajhriyadi Hastira dan Arianti) terpilih sebagai The Winner Putra dan Putri Duta Lingkungan Hidup Sulawesi Selatan Tahun 2021. “Sangat terharu melihat Faje dan Arianti, sebagai rekomendasi Dinas Lingkungan Hidup Kota Parepare bisa mencapai di titik ini,” katanya.

Mereka sepenuh hati, bukan setengah-setengah. Mengapresiasi semua orang yang mendukungnya tanpa melihat besar kecil peran mereka terhadapnya. Menerima semua masukan lalu memilahnya dengan baik. “Baru kali ini lihat partner sefrekuensi, saling membantu dan melengkapi satu sama lain. Sangat bersyukur bisa bergerak bersama Faje dan Arianti sekaligus terharu, cara mereka berproses selalu buat saya merasa tersentuh,” tandasnya.

Kedua putera puteri Parepare tersebut menjadi perwakilan dalam Pemilhan Duta Lingkungan Sulsel ini dilaksanakan di Makassar selama 3 hari mulai 28 sampai 30 Oktober 2021. Dan acara puncak grand finalnya diadakan di Hotel Grand Puri Jalan Perintis Kemerdekaan Makassar. Duta Lingkungan Hidup sebagai putra putri yang dipilih dalam mengkampanyekan dan menjadi motivator serta penggerak dalam pelestarian lingkungan. Kegiatan ini merupakan edisi ketiga penyelenggaraan kontes pencarian pemuda pemudi cerdas, memotivasi, inspiratif, nasionalis, dan kepemudaan.

Duta Lingkungan Hidup Sulsel 2021 merupakan pageants Pariwisata, Budaya, Pendidikan, Lingkungan Hidup dan Sosial pertama di Sulawesi Selatan yang berskala Provinsi. Kegiatan ini mulai berlangsung 28 Oktober 2021 lalu di mana peserta lebih dari 30 putra dan putri yang direkomendasikan dari Kabupaten Kota se-Sulsel dan juga ada dari peserta melalui jalur umum. Tahapan pelaksanaan dimulai dari para peserta yang sudah dikarantina mengikuti technical meeting dan talkshow serta talent show dan juga ada penilaian kreativitas custom daur ulang.

Beberapa penilaian yang diterapkan pada Pemilihan Duta Lingkungan ini di antaranya adalah peserta memiliki wawasan terhadap 3 R (reduce, reuse, recycle) dengan indikator utamanya, Perubahan iklim dan dampaknya, Pemahaman tentang limbah dan bahan berbahaya beracun, Pemahaman tentang pencemaran dan kerusakan lingkungan, Pemahaman tentang regulasi lingkungan serta Pemahaman tentang lingkungan secara umum. (nan/B)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *