Kemenparekraf Hadirkan Sentra Vaksinasi COVID-19 di Toraja Utara

  • Whatsapp
Kemenparekraf Hadirkan Sentra Vaksinasi COVID-19 di Toraja Utara
Menparekraf Sandiaga Uno saat meninjau sentra vaksinasi Kemenparekraf di Museum Pong Tiku, Senin, 22 November 2021 siang tadi.

TORAJA UTARA,PAREPOS.CO.ID – Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif menghadirkan sentra vaksinasi COVID-19 di Toraja Utara Sulawesi Selatan bagi masyarakat pariwisata dan ekonomi kreatif dalam upaya mempercepat pelaksanaan vaksinasi COVID-19.

Sentra vaksinasi yang berlokasi di Museum Pong Tiku ini berlangsung selama tiga hari sejak 21 hingga 23 November 2021 dengan target 1.000 vaksin. Sentra vaksinasi ini merupakan hasil kolaborasi antara Kemenparekraf bersama Pemerintah Kabupaten Toraja Utara, TNI, POLRI, Antis, dan Homecare24.

Bacaan Lainnya

Menparekraf Sandiaga Uno saat meninjau sentra vaksinasi Kemenparekraf di Museum Pong Tiku, Senin, 22 November 2021 siang, mengapresiasi kolaborasi dari berbagai pihak dalam mewujudkan sentra vaksinasi. Ia mengatakan, tidak akan mungkin sektor pariwisata dan ekonomi kreatif bisa bangkit tanpa mengatasi sisi kesehatan dan tidak mungkin ekonomi Indonesia bangkit tanpa pariwisata dan ekonomi kreatif.

“Vaksinasi merupakan salah satu alat kita untuk dapat bangkit dan menang melawan COVID-19. Melalui program vaksinasi ini juga, diharapkan dapat menekan penyebaran virus ini di kalangan masyarakat. Dua hal coba kita wujudkan hari ini melalui sentra vaksin ini,” kata Menparekraf Sandiaga Uno.

Menparekraf menilai tingkat vaksinasi di Kabupaten Toraja Utara sudah cukup baik. Yakni sudah mencapai 61 persen untuk vaksinasi dosis I, tidak terlampau jauh dengan cakupan vaksinasi nasional sebesar 64,5 persen.

“Tapi yang membanggakan adalah vaksinasi dosis II di Toraja Utara sudah mencapai 46 persen, melampaui cakupan secara nasional yang berada di angka 42,8 persen,” kata Sandiaga.

Ia berharap capaian ini dapat menjadi sinyal kebangkitan ekonomi di Toraja Utara.

“Jika vaksinasi dan protokol kesehatan bisa kita lakukan dengan baik, maka kami yakin lapangan kerja terbuka dan masyarakat sejahtera,” kata Sandiaga.

Ia kembali mengajak perusahaan, komunitas, asosiasi dan tentunya para stakeholders baik yang bergerak di sektor parekraf maupun lainnya untuk dapat berkolaborasi untuk bisa melaksanakan kegiatan serupa. Agar semua destinasi dan sektor-sektor yang terlibat di dalamnya lebih siap untuk kembali menerima wisatawan dan industri kembali berjalan, serta membuka lebar lapangan pekerjaan.

“Pandemi belum usai, mari terus terapkan protokol kesehatan secara disiplin dan ketat dimanapun dan kapanpun kita berada, karena pandemi harus terus kita tekan penyebarannya,” kata Sandiaga.

Turut hadir dalam kesempatan tersebut, Bupati Toraja Utara, Yohanis Bassang; serta Staf Ahli Menparekraf Bidang Manajemen Krisis, Henky Manurung.(*/ade)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *