JSPN KPP Pratama Sita Rp 1,48 Miliar dari Rekening Penunggak Pajak

  • Whatsapp
JSPN KPP Pratama Sita Rp 1,48 Miliar dari Rekening Penunggak Pajak

PAREPARE, PAREPOS.CO.ID — Juru Sita Pajak Negara (JSPN) Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Parepare, bekerja sama dengan perbankan melakukan pemindah bukuan atas saldo rekening bank milk seorang Wajib Pajak (WP) yang telah disita untuk membayar tunggakan kepada negara sebesar Rp 1,48 miliar, Kamis 25 November 2021.

Kepala KPP Pratama Parepare, Yusan Jubiantara mengatakan, pemindah bukuan tersebut merupakan tindak lanjut dan kegiatan penagihan pajak sebelumnya yaitu sita rekening.

Bacaan Lainnya

“Sesuai dengan Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2000 tentang Penagihan Pajak dengan Surat Paksa dan PMK 189 Tahun 2020, KPP Pratama Parepare telah melaksanakan tindakan penagihan aktif secara berurutan berupa penyampaian Surat Teguran, pemberitahuan purat paksa, pemblokiran rekening di bank serta penyitaan saido rekening di bank yang dilakukan oleh Juru sita KPP Pratama Parepare,” jelasnya.

Namun, kata dia, sampai dengan batas waktu yang telah ditentukan, WP tak kunjung melunasi utang pajaknya.

“Sehingga dilanjutkan dengan melakukan pemindah bukuan saido rekening WP sebagai bentuk pelunasan atas tunggakan pajak yang ada,” katanya.

Ia juga menjelaskan, sesuai dengan Pasal 42 Peraturan Menteri Keuangan Nomor 189 Tahun 2020. apabila setelah lewat waktu 14 hari sejak Penyitaan, Penanggung Pajak tidak melunasi Utang Pajak dan Biaya Penagihan Pajak. Pejabat meminta kepada pihak LJK sektor perbankan untuk melakukan pemindah bukuan harta kekayaan Penanggung Pajak.

Peraturan tersebut juga menyebutkan bahwa pemindah bukuan adalah tindakan penggunaan harta kekayaan yang diblokir untuk membayar Utang Pajak dan Biaya Penagihan Pajak dengan cara menyampaikan permintaan pencabutan blokir dan pemindah bukuan harta kekayaan Penanggung Pajak kepada pihak LJK sektor perbankan dengan tembusan kepada Penanggung Pajak.

“Telah lewat waktu 14 hari sejak tanggal pelaksanaan penyitaan, namun Penanggung Pajak belum melunasi utang pajak dan biaya penagihan pajaknya, maka segera dilakukan pemindah bukuan dari empat Rekening Penanggung Pajak ke kas negara.” tuturnya.

Lebih lanjut, kegiatan penyitaan saldo rekening untuk membayar tunggakan pajak ini juga merupakan bentuk sinergi dan koordinasi yang baik antara Direktorat Jenderal Pajak (DJP) dan pihak perbankan dalam mendukung upaya pelunasan tunggakan pajak.

Olehnya itu, KPP Pratama Parepare akan terus mengoptimalkan tindakan penagihan aktif dan persuasif.

“Dengan kegiatan ini diharapkan WP akan lebih memiliki kesadaran untuk dapat melunasi tunggakan pajaknya dan melaksanakan kewajiban pajak dengan baik dan benar sesuai ketentuan yang berlaku. Sehingga dapat memberikan rasa keadilan bagi masyarakat pembayar pajak yang telah patuh memenuhi kewajiban perpajakannya,” tandasnya. (nan/B)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *