IAS Dorong RSA jadi Wali Kota Parepare

  • Whatsapp
IAS Dorong RSA jadi Wali Kota Parepare
Ilham Arif Sirajuddin bersama Rahmat Syamsu Alam (RSA)

PAREPARE,PAREPOS.CO.ID— Politikus senior Ilham Arif Sirajuddin menuturkan, pelaksanaan pesta demokrasi baik itu Pemilu Legeslatif (Pileg), Pemilu Presiden (Pilpres) dan Pemilu Kepala Daerah (Pilkada) itu berkolasi dengan partai politik. Seperti contoh pada perpolitikan ditingkat nasional dalam rangka pemilu 2024, Partai Demokrat harus belajar pada Pilpres 2019, lalu. “Ketika partai politik tak memiliki calon presiden, maka tidak akan mendapat dukungan secara signifikan. Tapi, ketika parpol itu mendapatkan calon pasti menghasilkan,”ungkap IAS sinonim Ilham Arif Sirajuddin dalam bincang terkait perpolitikan bersama Parepos.co.id, Sabtu, 13 November 2021, usai bersantap siang di Warung Makan Uni di Jalan Andi Makkasau Timur, Kota Parepare.

Hal serupa juga terjadi ditingkat daerah, lanjut IAS, kalau kemudian partai politik apa lagi parpol besar tak memiliki figur untuk mencalonkan diri di daerah. “Makanya, seperti di Kota Parepare. Terus terang tidak boleh tidak, persoalan menang atau kalah itu belakangan. Pak ketua harus jadi Wali Kota dulu, persoalan nanti kita urus belakangan. Kalau ingin maju di DPR RI, ikut mie di pemilu legeslatif. Sudah itu batu loncatan,”tegasnya.

Bacaan Lainnya

IAS mengakui, bagusnya kondisi agenda politik yang ada. Tahun 2024, bagi kader yang mau maju di Pilkada bisa menjadikan tolak ukurnya saat menghadapi pemilu legeslatif. “Ato (sapaan akrab Rahmat Syamsu Alam (RSA)-red) saya dorong maju ko di Pilwalkot sebagai wali kota. Tapi, jika legeslatifnya anjlok, maka tidak mungkin akan maju. Jadi ada alat ukur,”bebernya. “Sama seperti saat ini, ketika saya mengatakan maju sebagai Ketua Demokrat Sulsel karena ingin menjadi gubernur, karena ada alat ukurnya. Kedua itu punya pengaruh elektoral, artinya ketika Ato menyatakan maju sebagai Wali Kota Parepare, maka kader makin semangat untuk bekerja,”jelasnya.

Dia mengakui, semua dalam konteks politik untuk kepentingan daerah, pastinya memiliki efek elektoral. Namun, jika tidak dilakukan maka akan biasa-biasa saja. “Dan kader demokrat Kota Parepare, layak untuk itu,”tegasnya. IAS berharap, kedepan dengan kehadirannya bersama-sama partai demokrat mampu memproleh hasil yang lebih meningkat lagi. Dengan harapan jika capaian syarat pencalonan itu mampu dipenuhi, bisa jadi kita tidak berkoalisi. Terlebih, Ato dengan kapasitasnya serta kemampuannya dan interaksi terhadap publik, konstituennya terpelihara dengan baik.(*/ade)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *