Dugaan Politik Uang di Pilkades Serentak, Cakades Duampanua Kembali Demo DPMD Polman

  • Whatsapp
Dugaan Politik Uang di Pilkades Serentak, Cakades Duampanua Kembali Demo DPMD Polman
Aksi unjuk rasa penolakan hasil Pilkades Serentak di Desa Duampanua, Polewali Mandar

POLMAN,PARE POS.CO.ID,– Tak Puas atas jawaban dari panitia tingkat kabupaten terkait sanggahan pada pelaksana Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) di Desa Duampanua.  Calon Kepala Desa (Cakades) Nomor Urut 2 bersama ratusan warga menggelar aksi di Kantor Dinas Pemerdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Kabupaten Polewali Mandar (Polman). Aksi unjuk rasa itu pun menyikapi hasil pemeriksaan kepolisian yang tergabung dalam Tim Pengawas Pilkades Serentak Kabupaten Polman 2021. Dimana menyatakan jika laporan pendukung 02 Cakades Duampanua terkait politik uang dianggap tidak sesuai.

Ketua Panitia Pilkades Kabupaten Abdul Malik, menyampaikan, keputusan tim pengawas terkait jawaban sanggahan itu, sudah ditetapkan sesuai klarifikasi. Makanya panitia Pilkades Kabupaten memutuskan tidak dapat menindaklanjuti laporannya. “Meskipun benar adanya penyerahan uang yang dilakukan Cakades 01, namun, hal itu tidak dianggap sebagai politik uang. Pengawas Pilkades dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP) saksi menyatakan, pemberian uang tersebut bukan untuk memilih calon, namun digunakan untuk belanja,”jelasnya. ” Karena itu, pemberian uang kepada saksi tidak dapat diindikasikan sebagai politik uang yang bertujuan untuk merubah pilihan politik seseorang,”timpal Abdul Malik.

Bacaan Lainnya

Koordinator Lapangan (Korlap), Alimuddin didepan kantor DPMD mengatakan, BAP pengawas Pilkades, tidak sesuai pernyataan saksi. Hasil BAP Pengawas Pilkades tidak sesuai pernyataan saksi. Dimana,  salah satu saksi kunci dalam kasus politik uang Cakades 01 di Desa Duampanua mengaku diberikan uang bukan untuk pembeli durian, melainkan untuk membeli ikan dan mengajak ibu dayanti dengan keluarga memilih Cakades 01.

“Pihak Pemdes harus mempertanggung jawabkan surat yang ia keluarkan dan harus dibatalkan. Karena tidak berkesesuaian dengan klarifikasi Pemdes dengan hasil-hasil penyelidikan. Misalnya, di Surat Pemdes dikatakan dikasi pembeli ikan tapi tidak ada ajakan memilih. Sementara di BAP dikasi pembeli durian tapi ada ajakan untuk memilih,”tegas Alimuddin.

Tak mau diam, ibu Dayanti selaku saksi dalam kasus dugaan politik uang tersebut angkat bicara. Ia pun menjelaskan kronologi saat Cakades 01 mendatangi rumahnya dan memberi uang. “Dia datang ke rumah saya pagi-pagi buta suami saya masih tidur, saya baru buka pintu. Baru dia bilang saya datang ke rumah ta ini nak, karena saya ada niat lagi maju kembali. Ajak saudara saudara ta untuk memilih supaya saya duduk kembali. Lalu ia memberikan uang Rp.200 ribu,” jelasnya.

Menurutnya, Cakades 01 saat tiba dirumahnya disuguhi durian. Diapun menyantapnya sebanyak 2 biji durian, bukan 2 buah durian. “Saya suguhkan durian dia hanya makan 2 biji bukan 2 buah!! Masa saya dibayar 200 ribu, ngakunya Cakades 01, dia bayar saya karena merasa kasian. Nah masih banyak orang yang kasian dari pada saya!!,” tegas Budayanti sambil geram. Tak menerima hasil BAP tersebut, warga pendukung Cakades 02 Desa Duampanua, berniat akan melaporkan DPMD selaku panitia Pilkades ke Ombudsman. Mereka juga akan mengawal kasus poilitik uang ke Polda Provinsi Sulbar.(win/B)