Desa Punranga Percontohan Kampung Reforma Agraria Jeruk Besar

  • Whatsapp
Desa Punranga Percontohan Kampung Reforma Agraria Jeruk Besar
Bupati Pangkep saat memberikan pengarahan kepada warganya di Desa Punranga, Kecamatan Marang

PANGKEP,PAREPOS.CO.ID — Desa Punranga, Kecamatan Ma’rang menjadi percontohan kampung reforma agraria jeruk besar di Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan. Bupati Kabupaten Pangkep,HM Yusran Lalogau mengatakan, percontohan ini adalah bukti dedikasi BPN dan Pemkab Pangkep untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Setiap tahun jeruk besar Pangkep mengalami penurunan produksi. Olehnya itu, menjadikan jeruk besar Pangkep sebagai salah satu prioritas untuk kembali meningkatkan produksinya. “Kemarin saya MoU dengan beberapa kampus, agar dapat membantu saya meningkatkan produksi jeruk besar Pangkep,”katanya.

Sejumlah profesor pun sudah turun untuk meneliti jeruk kita. “Kita masih menunggu hasilnya. Nanti kalau susah ada hasil, kita akan tahu langkah apa yang akan kita ambil kedepannya agar produksi kita kembali meningkat,”jelasnya. Dengan pilot project ini diharapkan menjadi salah satu upaya dalam mengembalikan kejayaan jeruk besar Pangkep sebagai ikon daerah tiga dimensi ini.

Plt Kepala Seksi Penataan dan Pemberdayaan, Suriyani, mengatakan, kampung percontohan atau pilot project ini merupakan kegiatan gugus tugas reforma agraria Kabupaten Pangkep. Desa Punranga ditunjuk langsung karena adanya kegiatan pensertifikatan hak atas tanah sebanyak 700 bidang.”Jadi, bagaimana kami bisa memberikan bantuan kepada petani jeruk. Disini ada 169 terdiri dari delapan kelompok. Nah, bagaimana mereka bisa dapatkan modal? Makanya diberikan pensertifikatan melalui program PTSL sebanyak 700 bidang,”jelasnya.

Konsultan GTRA, Hermanto menambahkan, kampung percontohan ini bertujuan mempertahankan eksistensi jeruk Pangkep sebagai ikon Boledong. Selain itu, saat ini produktifitas jeruk mulai menurun. Disamping itu juga, petani sering mengeluhkan ketidak stabilan harga. “Kita tadi dengar, produktifitas mulai menurun. Kemudian, ada beberapa daerah di Indonesia yang mengakui jeruk Bali ternyata jeruk Pangkep. Kedua, selama ini harga tidak stabil. Petani sering mengeluh, sehingga ada penurunan semangat petani. Nah, kita takutkan ikon Pangkep hilang kalau tidak segera kita benahi. Ini perintah pusat, berdasarkan Perpres nomor 86 tahun 2018 tentang reforma agraria. Jadi ini adalah bagian dari reforma agraria,”jelasnya.

Kepala Desa Punranga, Hajji mengatakan, dengan pilot project ini diharapkan semakin meningkatkan produktifitas jeruk. Begitupun dengan peningkatan harga jual. Dia bahkan mengakui, jeruk Pangkep sudah hampir punah. Olehnya itu, ia bersyukur dengan adanya reforma agraria ini. “Karena adanya ini, semoga berhasil dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Punranga,”tutupnya.(*/ade)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *