BNNK Gelar Workshop, Natsir Rahma Ungkap Empat Wilayah Narkoba di Polmant

  • Whatsapp
BNNK Gelar Workshop, Natsir Rahma Ungkap Empat Wilayah Narkoba di Polmant
Ketua BNNK Polman serahkan piagam ke Wakil Bupati

POLMAN,PAREPOS.CO.ID, — Dalam rangka mendukung kota tanggap ancaman Narkoba, Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Polman menggelar workshop penguatan kapasitas insan media, Rabu, 17 November 2021 yang digelar di Hotel Al-Ikhlas, Jalan Cokroaminoto, Kelurahan Pekkabata, Kecamatan Polewali.

Kegiatan ini dihadiri oleh Wakil Bupati Polman HM,Natsir Rahmat, Kepala BNNK Polman Sabri Syam, Ketua Pengadilan Negeri Polman Rony Suata SH MH, dr Emi Purnama Natsir dan beberapa insan media. Kepala BNNK Polewali Mandar, Sabri Syam mengatakan, workshop yang digelar ini sebagai bentuk penguatan insan media untuk mendukung menuju kota tanggap ancaman Narkoba “Kami minta para insan media agar dapat shearing atau bertukar pikiran terkait upaya pencegahan narkoba. Kegiatan seperti ini juga sudah beberapa kali di laksanakan mulai dari instansi pemerintahan, siswa SMU, para tokoh masyarakat, dan instansi terkait,”jelasnya.

Bacaan Lainnya

Selain itu, BNNK juga melaksanakan tes urin kepada calon kepala desa dan tidak di pungut biaya. “Kami berharap semua stakeholder dan elemen terkait bisa bekerja sama untuk pencegahan narkoba,”jelas Sabri Syam.

Wakil Bupati Polman HM Natsir Rahmat mengungkapkan, Indonesia saat ini dalam keadaan darurat narkoba dan sedang berperang keras melawan narkoba, tidak terkecuali di daerah kita tercinta Kabupaten Polewali Mandar. Berdasarkan data dari badan narkotika nasional. Jumlah pecandu di Polewali Mandar bertambah 30 orang setiap tahunnya, dan kasus penangkapan yang dilakukan BNNK Polman dan Polres polman mencapai 80 kasus setiap tahunnya. Selain itu 60 persen dari penghuni lembaga pemasyarakatan merupakan kasus penyalah gunaan narkoba,” ungkap Natsir Rahmat.

Polman ini ada 4 kecamatan menjadi daerah rawan narkoba  yaitu Kecamatan Tinambung, Campalagian, Wonomulyo dan Polewali. Kondisi ini semakin mengkhawatirkan karena penyalahgunaan narkoba merupakan salah satu jalan penyebaran virus HIV/AIDS. “Data Dinas Kesehatan Kabupaten Polewali Mandar menyebutkan, kasus HIV paling banyak disebabkan oleh jarum suntik tidak steril, disusul hubungan heteroseksual, homoseksual, prenatal atau ibu hamil dan menyusui, serta hubungan biseksual,”jelas Wakil Bupati Polman.

Untuk mengantisipasi persoalan tersebut, kata Natsir, Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar telah melakukan berbagai upaya untuk menanggulangi peredaran narkoba mulai dari hulu sampai hilir. Pemberantasan narkoba di Polewali Mandar meliputi tiga tahap penting yakni demand reduction meliputi upaya pencegahan melalui kampanye antinarkoba yang bersifat preventif, promotif, kuratif, dan rehabilitatif.

Upaya ini dilakukan melalui penguatan ketahanan keluarga terutama memberdayakan fungsi orang tua dalam menanamkan kepada anak-anaknya tentang bahaya narkoba. Ribuan anggota PKK dan posyandu turut terlibat aktif dalam upaya di tingkat pertama ini. ” Kami mengharapkan media selaku aktor intermediasi dalam tatanan demokrasi. Kita untuk turun tangan berperan aktif mensosialisasikan bahaya narkoba. Peranan tersebut ditinjau dari pasal 3 ayat 1 undang undang nomor 40 tahun 1999 tentang pers mengenai fungsi media massa sebagai media informasi pendidikan dan kontrol sosial,”jelasnya.

Fungsi yang kedua yakni suplai reduction meliputi pencegahan dan represi produksi, distribusi dan peredaran. Suplai reduction selain melakukan berbagai operasi petugas Satpol PP dan berbagai pengawasan internal. “Pemerintah kabupaten kembali mengharap peran serta dan keterlibatan media untuk bekerja sama terutama dalam shearing informasi,”tutup H Natsir Rahmat.(win/B)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *