Warga ‘Patungan’ Sambut Kunker Pejabat, Adil: Bukan Pungutan

  • Whatsapp
Warga 'Patungan' Sambut Kunker Pejabat, Adil: Bukan Pungutan
Camat Liukang Tangaya, Adil M Alwi saat membagikan masker ke warganya

PANGKEP, PAREPOS.CO.ID-– Camat Liukang Tangaya, Adil M Alwi menyikapi aduan warga terkait kunjungan pejabat tiap kali keluar pulau terluar berdalih jika tidak ada hal seperti itu. Mantan Kabid Diskominfo Pangkep itu berdalih bahwa uang dari warga tersebut bukan pungutan melainkan sumbangan konsumsi ketika menerima rombongan pejabat daerah ke pulaunya.

Warga 'Patungan' Sambut Kunker Pejabat, Adil: Bukan Pungutan
Kapal yang digunakan Bupati Pangkep dan rombongan kunker ke wilayah kepulauan terluar

“Tidak ada itu pungutan, mereka mungkin menyumbang untuk menjamu tamu yang datang, ada juga yang menyiapkan rumahnya sebagai lokasi, ada mungkin dalam bentuk lain. Kalau pungutan itu tidak ada,”ungkapnya.

Bacaan Lainnya

Dikutip dari Fajar.co.id, kunjungan kerja (Kunker) pejabat Kabupaten Pangkep selama ini nyatanya dinilai memberatkan warga. Pasalnya, setiap pemilik rumah dibebankan pembayaran dengan nilai bervariasi. Seperti yang terjadi di Pulau Sumanga, Desa Balo-baloang, Kecamatan Liukang Tangaya saat menerima kunjungan Bupati Pangkep dan rombongan.

Pulau yang berbatasan dengan Provinsi NTB diketahui menjadi satu dari tujuh pulau yang menjadi lokasi kunjungan orang nomor satu di Kabupaten Pangkep.
Warga Pulau Sumanga, Hamnur mengungkapkan, setiap kunjungan pejabat Pemerintah Kabupaten Pangkep itu pemilik rumah dimintai uang untuk menyambut kedatangannya.

Hamnur menyebut bahwa di Pulau Sumanga itu ada sekitar 300 rumah. “Sudah lama seperti ini, Pak Wakil Bupati sering berkunjung ke pulau juga, itu kami disini diminta membayar Rp5ribu atau Rp10ribu ada juga yang Rp100ribu per rumah. Saat ini lagi kunjungan Pak Bupati juga dipungut lagi pembayaran, bahkan di rumah saya juga begitu ada yang datang memang meminta uang,” bebernya kepada Fajar co.id group Parepos.co.id.

Lebih lanjut, pihaknya hanya menyayangkan kejadian seperti ini yang terus berulang tiap lawatan dinas pejabat Pemkab Pangkep.
“Kasian warga di Pulau Sumanga, terlalu cintanya Kepada Bapak Bupati, dia rela diipungutin biayaya per rumah, walaupun tanpa bantuan dari aparat desa, paling sedihnya lagi yang kurang mampu juga tetap ditagih,” paparnya.

Pihaknya mengaku, pungutan itu disebut untuk membiayai konsumsi rombongan pejabat yang datang berkunjung ke pulau tersebut. “Ini untuk konsumsinya kalau mereka datang, baik Wakil Bupati, maupun Pak Bupati itu dipakai uang warga Rp5ribu-Rp10ribu, bahkan ada juga sampai Rp100ribu,”tutupnya.(*/ade)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *