Siswa SMAN 3 Pinrang  Tetap Eksis Merawat Tradisi dan Budaya Ditengah Pandemi Covid-19

  • Whatsapp
Siswa SMAN 3 Pinrang  Tetap Eksis Merawat Tradisi dan Budaya Ditengah Pandemi Covid-19

PINRANG,PAREPOS.CO.ID–Dampak covid 19 membuat perubahan aktivitas dunia berubah termasuk aktivitas tradisi dan budaya ikut berdampak.
Bahkan budaya dan tradisi disekolahpun ikut bergeser. SMAN 3 Pinrang salah satunya ikut kena dampaknya. Siswa mulai lupa dengan budaya tradisi dikarenakan eskul seni tradisionalnya tidak jalan karena sistem belajar berubah.

Mengantisipasi hal tersebut, sanggar seni SMAN 3 Pinrang menggelar pentas seni pekan lalu dengan tema merawat tradisi mempertahankan budaya.
Kegiatan tersebut digelar dihalaman sekolah dengan tetap berupaya mematuhi protokol kesehatan. Kegiatan dengan tetap menjaga protokol kesehatan dilakuka dengan desain sederhana penuh makna yang dikerjasamakan dengan sanggar seni lasinrang Pinrang.

Bacaan Lainnya

Kepala SMAN 3 Pinrang, Wahid Nara mengungkapkan, ini merupakan kegiatan awal projek program sekolah penggerak. “Kami upayakan agar siswa tetap mengenal budayanya,” jelasnya. Makanya, kata Wahid, sekolah pentaskan berbagai budaya tradisional agar siswa terus mengenal dan membuat siswa mampu melakukan tradisi.

Waketum IGI Pusat ini menambahkan, budaya dan tradisi pada prinsipnya harus dirawat, dijaga, bahkan dikembangkan seiiring dengan perubahan zaman.
Tarian suku bugis, mandar, makassar, toraja perlu dirawat sebagai karakter salah satu anak bangsa. Ini artinya modernitas tidak mengubur tradisi, justru unsur modernitas menjadi sarana mengenalkan kepada public sebuah tradisi.

Akhirnya saat ini alam pikir manusia modern pun mampu menyelami tradisi sebagai bagian dari identitas bangsa. Itulah mengapa warisan tradisi  tidak boleh punah.  Hal senada diungkapkan pembina OSIS SMAN 3 Pinrang Rahmatola, tujuan menggelar pentas seni sebagai ajang pemanasan salah satu projek penguatan profil pelajar pancasila program sekolah penggerak untuk mengaplikasikan merdeka belajar dengan menggelar pentas seni tradisional. “Dibulan desember kami akan banyak melibatkan siswa, namun tetap menjaga protokol kesehatan,”ungkapnya. (*/ade)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *