Pemkot Parepare Apresiasi Aplikasi Lapor Korupsi

  • Whatsapp
Pemkot Parepare Apresiasi Aplikasi Lapor Korupsi

PAREPARE, PAREPOS.CO.ID – Wali Kota Parepare, Taufan Pawe diwakili Plt Kepala Dinas Kominfo Parepare, Amarun Agung Hamka menghadiri launching aplikasi Lapor Korupsi Polda Sulsel.

Kegiatan itu dirangkai penandatanganan perjanjian kerja sama program perubahan optimalisasi pengawasan tipikor melalui kebijakan dan sistem terintegrasi menuju Provinsi Sulsel bebas korupsi.

Bacaan Lainnya

Acara berlangsung di ruang Reskrim Polres Parepare, dibuka secara virtual Kapolda Sulsel, Irjen Pol Merdisyam. Hadir secara terbatas Forkopimda Parepare, dan sejumlah pejabat Polres Parepare.

Aplikasi Lapor Korupsi ini merupakan proyek perubahan dari Direktur Reserse
Kriminal Khusus (Ditkrimsus) Polda Sulsel, Kombes Pol Widoni Fedri. Hamka, sapaan akrab
Plt Kadis Kominfo Parepare menyampaikan permohonan maaf Wali Kota Parepare
karena berhalangan mengikuti launching secara langsung.

Hamka mengungkapkan pesan dari Wali Kota bahwa Pemerintah Parepare mengapresiasi dan bangga terhadap pihak kepolisian
yang menghadirkan inovasi baru yakni aplikasi Lapor Korupsi. “Pemerintah Kota Parepare sangat mengapresiasi acara launching aplikasi Lapor Korupsi ini. Mohon maaf Bapak Wali Kota tidak sempat hadir secara langsung,” kata Hamka.

Ia mengemukakan, hadirnya aplikasi Lapor Korupsi sebagai suatu bukti lembaga kepolisian berkomitmen tinggi dalam upaya penguatan pemberantasan korupsi. “Pemkot Parepare sangat mendukung. Itu sebagai komitmen kami mendukung lembaga kepolisian dalam
hal penguatan pencegahan tindak pidana korupsi,” ungkap Hamka.

Kapolda Sulsel Irjen Pol Merdisyam mengatakan, tingginya tindak pidana korupsi berdampak kepercayaan kepada aparat penegak hukum, sehingga dibutuhkan perhatian khusus dalam memberikan pencegahan terhadap penangangan korupsi, salah satunya melalui aplikasi ini. “Kita telah melakukan beberapa langkah antisipasi seperti penyuluhan, kerja sama, lintas sektoral, dan penindakan hukum Tipikor namun korupsi di negara kita masih kerap terjadi,” katanya.

Karena itu, dia berharap melalui aplikasi ini yang merupakan pertama kali dibuat di jajaran Polda memberikan kontribusi dalam meminimalisir terjadinya korupsi dan bisa diikuti jajaran Polda se-Indonesia.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *