Parepare Kota Aman Bagi Investasi

  • Whatsapp
Parepare Kota Aman Bagi Investasi
Staf Khusus Wakil Presiden diapit Direktur Harian PAREPOS, Direktur Holding Fajar, Komisaris Harian PAREPOS

PAREPARE,PAREPOS.CO.ID— Walaupun infrastruktur di Indonesia, khususnya diluar Pulau Jawa masih dinilai tertinggal. Namun, sebagian itu pun menilai pernyataan itu hanya sebagai bentuk kekecewaan.

Staf Khusus Wakil Presiden RI, Dr Sukriansyah S Latief SH MH saat menyempatkan joging bersama Direktur Harian PAREPOS, Drs H Mappiar HS MSi dan Komisaris Harian PAREPOS, Ibrahim Manisi menjelaskan, di era kepemimpinan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma’ruf Amin selain mampu menanggulangi pandemi Covid-19 secara maksimal, juga terus melanjutkan berbagai pembangunan nasional yang berorientasi pada kemajuan Indonesia.

Bacaan Lainnya

Buktinya, kemajuan peningkatan dalam indeks kemudahan berusaha dalam pemerintahan saat ini menunjukkan bahwa pemerintah memajukan perekonomian dan investasi. Uki sapaan Sukriansyah S Latief mengakui penerapan peraturan Omnibus Law UU Cipta Kerja langsung mengubah hampir berbagai sektor di Indonesia. Dimana UU ini berdampak pada progress positif di bidang ekonomi dan investasi. “Maka dengan adanya UU Cipta Kerja maka investasi dipermudah, sehingga membuat banyak penanam modal asing untuk masuk ke Indonesia karena tidak lagi direpotkan akan birokrasi yang berbelit-belit. Nah, saatnyalah kondisi seperti Kota Parepare itu tercipta, keamanan yang tercipta dan terjaga,”ujarnya sambil mengelilingi Lapangan Andi Makkasau Kota Parepare, Kamis 21 Oktober, pagi tadi.

Di Kota Parepare, lanjut mantan Pemred Harian Fajar, Wali Kota dengan mengangkat nama Kota Parepare dengan menanamkan nama besar Bapak BJ Habibie didalamnya sudah sangatlah tepat. Seperti ikon patung Cinta Habibie-Ainun, dimana mengambarkan sebuah budaya akan cinta yang patut dijaga, baik toleransi beragama maupun yang lainnya.

Termasuk gagasan pembangunan yang dilakukannya dalam mendukung visi dan misi Parepare sebagai Kota Industri Tanpa Cerobong Asap. Hal itupun sejalan dengan Teori Telapak Kaki yang digagasnya. “Maka mudahhkanlah investor masuk dan jangan persulit dengan berbagai aturan. Termasuk tetap menjaga kondisi daerah dengan rasa aman,”singkatnya.(ade)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *