Pantau Alur Pelayaran, KSOP Parepare dan Ditpolairud Polda Sulsel Gelar Patroli Bersama

  • Whatsapp
Pantau Alur Pelayaran, KSOP Parepare dan Ditpolairud Polda Sulsel Gelar Patroli Bersama
Patroli bersama KSOP Parepare dan Ditpolairud Polda Sulsel, sejumlah kapal pun diperiksa dokumennya

PAREPARE,PAREPOS.CO.ID- Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Parepare bersama Direktorat Polisi Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Sulawesi Selatan melaksanakan kegiatan patroli bersama di wilayah perairan Kota Parepare dan Pinrang.

Pantau Alur Pelayaran, KSOP Parepare dan Ditpolairud Polda Sulsel Gelar Patroli Bersama
Patroli bersama KSOP Parepare dan Ditpolairud Polda Sulsel

Patroli gabungan dipimpin Kepala KSOP Parepare, Triono S.Pel. MM didampingi Komandan Kapal XIV 2009 Polairud Polda Sulsel, Bripka Haris Barakasi. Adapun tujuan patroli bersama ini untuk memantau rute alur pelayaran baik kapal angkutan barang dan penumpang yang akan masuk di wilayah Pelabuhan Nusantara, Pelabuhan Cappa Ujung dan Pelabuhan Rakyat (Pelra) Lontange.

Bacaan Lainnya

Kepala KSOP Parepare, Triono S.Pel. MM yang ditemui usai patroli gabungan di Warkop 588 mengungkapkan, perhatian akan jalur masuk ini perlu diperhatikan. Pasalnya, jangan sampai alur ini terganggu akan aktifitas nelayan. “Alur pelayaran sudah ada memang, termasuk dengan rambu-rambu saat kapal akan masuk maupun keluar pelabuhan. Tapi terkadang ada juga nelayan yang tak patuh akan hal itu. Makanya kita perlu kembali mensosialisasikannya,” jelasnya.

Triono menjelaskan, sosialisasi yang dilakukan harus secara humanis. Tujuan dari sosialisasi akan alur itu, tentunya akan menghindari terjadinya hal-hal yang tak diinginkan. ” Mari masyarakat nelayan, agar patuh akan aturan-aturan yang ada. Utamanya jangan menganggu alur dan rute pelayaran masuk dan keluar pelabuhan,”tegasnya.

Ditambahkannya, dari sisi kelaiklautan kapal pun harus memenuhi syarat. Mulai dari tercukupinya alat keselamatan diri seperti life craft dan life jacket (jaket pelampung). Begitupun dari sisi kapasitas angkut kapal juga harus sesuai dengan ketentuan yang berlaku. ” Persyaratan kelaiklautan kapal di Indonesia tidak terlepas dari dinamika perkembangan teknologi perkapalan serta peraturan Internasional yang dikeluarkan oleh IMO yang juga berubah. Untuk itu harus dapat bergerak dinamis dengan melakukan penyesuaian peraturan yang ada dengan perkembangan kondisi geografis dan budaya Indonesia,” jelasnya.

Terpisah, Komandan Kapal XIV 2009 Polairud Polda Sulsel, Bripka Haris Barakasi membenarkan adanya patroli gabungan bersama antara KSOP dan Ditpolairud Polda Sulsel. Kegiatan ini bertujuan untuk membersihkan rompong nelayan yang berada di alur pelayaran masuk pelabuhan. Selain itu, lanjut pria yang murah senyum itu, patroli bersama dilakukan pula pemeriksaan dokumen kapal nelayan. Dan sosialisasi binmas dengan dialog dengan nelayan, dalam penyampaian pesan-pesan kamtibmas. “Pesan kamtibmas
dilakukan pada wilayaj perairan parepare dan pinrang, tujuannya agar nelayan bisa paham dan mengetahui tetang alur pelayaran,”tutup Haris.(ade)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *