Nikmati Es Kopi, Pemuda Meninggal Mendadak di Warkop, Diduga Ini Penyebabnya

  • Whatsapp
Nikmati Es Kopi, Pemuda Meninggal Mendadak di Warkop, Diduga Ini Penyebabnya
Nampak awak media di depan Mapolres Parepare menunggu klarifikasi kepolisian terkait korban meninggal di Warkop Paste
PAREPARE, PAREPOS.CO.ID — Pemuda berinisial MR (23) meninggal secara mendadak saat tengah menikmati es kopi sambil bermain game online bersama kedua rekannya di Warkop Paste, Jalan Andi Mappatola, Kota Parepare, Jumat sore 15 Oktober 2021. Dua rekan korban Mikhail dan Reza tak menduga apa yang dialami sahabatnya tersebut.
Rekan korban, Mikhail yang ditemui di lokasi mengatakan, secara mendadak MR jatuh ke depan dan membentur meja sambil kejang-kejang. Korba sempat terbangun dan didiamkan beberapa saat, dan seketika jatuh ke lantai (samping kiri) dalam kondisi serupa.”Tiba-tiba jatuh ke meja. Kami mencoba meminta bantuan dari call center namun agak lama, di RS Khadijah juga agak lama untuk meminjam tandu. Jadi, kami kembali ke sini (warkop) dan Call Center pun datang membantu, nafasnya masih ada, namun, sekitar lima menit kemudian sudah tidak ada nafas dan dinyatakan meninggal. Itu sekitar pukul 16.15 WITA,” ujar Mikhail.
Lebih lanjut, ia mengatakan, rekannya MR tinggal di Jalan Singa dan bekerja di PT Kejar. Kata Mikhail, MR memesan minuman es kopi dan sudah diminum setengah gelas, sambil bermain game online bersama. “Sebelumnya tidak ada gejala-gelaja bagaimana, biasa saja,” katanya.
Beberapa saksi juga mengatakan hal demikian, Wawan, Wandi, dan Maya yang bertugas saat itu sebagai pegawai warkop mengaku melihat MR langsung jatuh terbentur ke meja dan keadaan kejang-kejang, yang seketika sempat terbangun dan terjatuh ke lantai (samping kiri). “Pakai kursi yang ada sandarannya. Pas jatuh terbentur di meja, sempat bangun dan jatuh mi ke lantai dalam kondisi kejang. Jadi, itu kak Kail sapaan Mikhail langsung dia cabut colokan listrik yang menghubungkan charger HP dari korban karena dikiranya kesetrum. Pas mau disentuh tiba-tiba bangun dan sempat sadar, lalu langsung jatuh ke samping kiri (lantai), ” kata Wandi mewakili kedua rekannya (Maya dan Wawan).
Ia menambahkan, MR memesan es kopi dan kondisi mukanya pucat keunguan (lebam)  dan mengeras.
“Pucat dan warna ungu mukanya. Keras badannya, karena lehernya bengkok dan coba diluruskan dan ternyata keras. Ada juga sempat lakukan pertolongan pertama,” tambahnya.
Terpisah, Hj dr Renny Anggraeni Sary yang dikonfirmasi terkait gejala penyakit yang diduga terjadi akibat kondisi kejang dan wajah keunguan diduga disebabkan serangan jantung. “Serangan jantung biasanya. Kalau sudah meninggal pasti kaku dari badan korbannya,” katanya.
Malamnya, sekitar pukul 20.00 WITA, sejumlah media baik cetak maupun elektronik melakukan konfirmasi kelanjutan ke Mapolres Parepare untuk meminta keterangan terkait kejadian tersebut. Wakapolres Parepare, Kompol Ishak IFA mengatakan, sejauh ini belum bisa memberi keterangan lanjut mengenai hasil identifikasi. “Masih menunggu hasil identifikasi,” jelasnya di depan awak media.
Informasi yang dihimpun, jenazah dilarikan ke RS Sumantri dan disarankan dilakukan autopsi di RS Makassar, dan pihak keluarga (paman) menyarakan bawa saja ke rumah saja sambil menunggu orangtua dari Makassar. Dan  sejak pukul 17.09 jenazah sudah tiba di rumah. (nan/B)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *