BBM Langka, Dewan Imbau SPBU Batasi Pembelian Gunakan Jeriken di Pinrang

  • Whatsapp
BBM Langka, Dewan Imbau SPBU Batasi Pembelian Gunakan Jeriken di Pinrang
Antrian kendaraan di salah satu SPBU di Kabupaten Pinrang
PINRANG,PAREPOS.CO.ID– Menyikapi kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) disejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang ada di wilayah Kabupaten Pinrang. DPRD Pinrang menyikapi kondisi itu dengan menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan para pemilik SPBU yang ada diwilayah bumi Lasinrang, Pinrang.
Dan hasilnya, RDP itu menghasilkan kesepakatan bersama guna membatasi pelayanan pembelian menggunakan jeriken untuk BBM jenis Pertalite. Ketua Komisi II DPRD Pinrang, Hastan Mattanete menyampaikan, mencermati situasi kelangkaan BBM yang terjadi hingga berbulan-bulan, DPRD Pinrang pun akhirnya memanggil para pengelola SPBU mengikuti RDP. Hastan mengaku telah mendengar banyak keluhan dari masyarakat terkait terjadinya antrean pengisian BBM.
Di sisi lain, ternyata ada sejumlah praktik curang yang sempat didapatkan. “Diantaranya ada mobil yang dimodifikasi tempat pengisian BBM, sehingga kapasitasnya melebihi mobil pada umumnya. Ini kan tidak adil karena dia mengambil jatah yang lebih banyak,” paparnya dalam RDP yang digelar di DPRD Pinrang, kemarin.
Senada diungkapkan, Anggota Komisi II DPRD Pinrang, Andi Pallawagau Kerrang dimana kasus yang ditemukannya, ada pihak SPBU justru mendahulukan melayani pembelian BBM jenis Pertalite dengan jeriken. Sementara puluhan mobil sudah antre panjang.
Ia mengakui BBM jenis Pertalite bukan merupakan BBM subsidi, sehingga pada dasarnya masyarakat bebas membeli. Akan tetapi juga perlu diatur dan dibatasi agar semua masyarakat juga bisa mendapatkan BBM. “Dari hasil RDP, kita akan minta dinas terkait agar ada imbauan pembatasan melayani jeriken. Kita sepakati hanya boleh dilayani hingga 40 jeriken yang isinya liter. Sementara mobil hanya boleh sampai Rp250 ribu,” imbuhnya.
Sementara itu, Senior Supervisor Communication & Relations PT Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Taufiq Kurniawan menjelaskan, terkait adanya RDP yang menyoroti kelangkaan BBM. Taufiq menyatakan akan meminta laporan untuk dapat segera ditindaklanjuti. “Terima kasih informasinya. Kami akan segera koordinasi soal kendala dan temuan dewan yang terjadi di lapangan,” bebernya. (mnr/B)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *