1 Oktober Merger BUMN Pelabuhan Berlaku, Apa itu ?

  • Whatsapp
1 Oktober Merger BUMN Pelabuhan Berlaku, Apa itu ?
Pelabuhan Nusantara Kota Parepare

PAREPARE,PAREPOS.CO.ID– Merger Badan Usaha Milik Negara (BUMN) pelabuhan akan memiliki regional head di empat subholding dengan satu direksi yang akan menangani operasional. Direktur Operasi dan Komersial Pelindo III Putut Sri Muljanto menyampaikan bahwa sejak 1 Oktober 2021, terbentuk empat regional subholding Pelindo, yakni Regional 1 yang berlokasi di Medan, Regional 2 di Jakarta, Regional 3 di Surabaya, dan Regional 4 di Makassar.

Pascamerger, kata dia, berbagai persoalan termasuk hubungan dengan pelanggan dan konsumen akan tetap berjalan sebagaimana mestinya di masing-masing Pelindo regional. Artinya, tidak ada perubahan layanan dan hubungan dengan pelanggan. Nantinya, terangnya, di masing-masing regional subholding akan terdapat regional head yang memiliki kewenangan dalam mengambil keputusan sebagaimana yang saat ini dimiliki oleh Direksi Pelindo I, II, III, dan IV dengan pembatasan kewenangan yang diberikan.

Dengan demikian, segala persoalan operasi dan hubungan dengan pelanggan bisa diputuskan oleh regional head di masing-masing subholding. “Sekali lagi kami sampaikan untuk di regional ini akan dipimpin oleh regional head yang bertanggung jawab menjamin kelancaran. Regional head akan dibantu oleh senior manajer operasi dan komersial untuk menyelesaikan permasalahan komersial jika ada. Hal-hal lain di luar kewenangan regional head akan ditangani Direktur pengelola di perusahaan,” ungkapnya beberapa waktu lalu.

Senada dijelaskan GM Pelindo Parepare, Sardi ST bahwa Pelindo II akan berubah nama menjadi PT Pelabuhan Indonesia dan menjadi kantor pusat. Di perusahaan itu juga akan terdapat direksi yang menangani operasi regional Pelindo I dari Aceh sampai Jayapura. Direksi tersebut bertanggung jawab melakukan penyelesaian operasional yang tidak bisa dilakukan di daerah. Seperti diketahui, akan terbentuk empat subholding pascaintegrasi empat BUMN Pelabuhan.

Pertama, kegiatan bisnis peti kemas dialihkan ke subholding peti kemas yang berkantor di Surabaya secara bertahap. Kedua, subholding nonpeti kemas akan mengoperasikan seluruh aktivitas bisnis terminal curah di Pelindo I, II, III, dan IV secara bertahap. Ketiga, subholding yang menangani kegiatan logistik dan hinterland terkait dengan pengelolaan tanah akan dioperasikan di Jakarta. Keempat, subholding marine equipment dan marine services merupakan bisnis pendukung Pelindo.

Adapun, Pelindo terintegrasi memiliki tiga objektif, yakni pertama kepada pemerintah untuk meningkatkan konektivitas dan standarisasi pelabuhan. Hal ini juga sebagai salah satu bentuk untuk mendukung capaian sasaran Kemenhub. Kedua, terkait dengan ekosistem mendukung layanan logistik terintegrasi mulai dari darat dan laut guna menguatkan dan mendukung tercapainya efisiensi. Ketiga, penciptaan nilai BUMN pelabuhan dengan peningkatan skala usaha keunggulan operasi dan komersial.(*)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *