Kolaborasi Kunci Capaian 100 Juta Vaksinasi

  • Whatsapp
Kolaborasi Kunci Capaian 100 Juta Vaksinasi
Jubir Presiden RI, Fadjroel Rachman bersama Kapolres Parepare, AKBP Welly Abdillah

PAREPOS.CO.ID,PAREPARE– Juru Bicara Vaksinasi Kementerian Kesehatan, dr Siti Nadia Tarmizi, M.Epid mengatakan, persediaan vaksin menjadi salah satu kunci capaian vaksinasi 100 juta dosis suntikan. Selain itu, kolaborasi dengan banyak pihak juga mendorong semakin luasnya
cakupan vaksinasi. dr. Nadia menjelaskan, sejak Januari hingga Juni jumlah vaksin yang diterima terus meningkat. April sempat 20 juta dan Juli menyentuh 40 juta. Juli hingga Agustus Indonesia menerima sekitar 50-65 juta dosis vaksin. “Karena jumlah vaksin nya terus meningkat harus segera
gunakan vaksin untuk menyelesaikan vaksinasi,” ujar dr. Nadia.

Lanjut dr Nadia mengatakan, dalam mempercepat dan memperluas vaksinasi,pemerintah
menggandeng TNI/Polri, BUMN, swasta, organisasi masyarakat, dan juga organisasi keagamaan
untuk bersama-sama melakukan vaksinasi dengan membuka lebih banyak centra vaksinasi. Dia
berharap, target vaksinasi untuk 208 juta penduduk Indonesia bisa tercapai. Dia juga memastikan, pihaknya melakukan distribusi vaksin tiap pekan sesuai dengan stok vaksin yang dimiliki. Vaksin didistribusikan ke seluruh provinsi yang bisa dibagi ke 514 kabupaten/kota dengan mempertimbangkan proporsi jumlah penduduk. Seperti Provinsi di Jawa dan Bali, Sulawesi Selatan, Sumatera Utara yang memiliki jumlah penduduk besar mendapatkan alokasi yang tentunya lebih besar. “Yang kedua daerah rentan atau yang memiliki risiko artinya kasus konfirmasi positifnya cukup tinggi. Dan laju penularan yang tinggi,” kata dr. Nadia.

Bacaan Lainnya

dr Nadia kembali menegaskan vaksin yang dipergunakan dalam program vaksinasi pemerintah
dijamin aman dan efektif karena telah melewati proses uji keamanan mutu yang ketat dan
memperoleh izin penggunaan dari Badan POM. “Vaksin yang aman adalah vaksin yang tersedia saat ini. Jadi, tidak usah ragu-ragu dan khawatir untuk divaksinasi,” katanya.

Ketua Perhimpunan Ahli Epidemiologi Indonesia (PAEI) Dr. dr. Hariadi Wibisono, MPH, menilai, vaksinasi mengalami perkembangan yang dinamis, awalnya masih terbatasnya
jumlah vaksin dan tempat pelayanan vaksin, pada saat yang sama masyarakat juga masih takut
divaksin sehingga masih rendah masyarakat yang mau divaksin. Apalagi saat itu masih banyak
berita hoax soal vaksin. Namun berjalan dengan waktu masyarakat mulai menerima informasi yang benar soal vaksinasi. “Terjadi perubahan cara pandang saat ini masyarakat yang minta divaksin. Ini harus
dipertahankan,” ujarnya.

Menurut Dr Hariadi, perlu proses diluar pemberian vaksinasi yakni memberikan pemahaman
kepada masyarakat serta memerangi berita hoax. Dia juga mengingatkan, saat minat masyarakat tinggi untuk divaksin jangan sampai saat datang ke sentra vaksinasi ditolak karena vaksinnya tidak cukup.”Soal masyarakat pilih-pilih vaksin mungkin kurang mendapatkan pemahaman bahwa semua
vaksin dari segi keamanan dan manfaat itu sama,” ujarnya.

Sebelumnya, Juru Bicara Presiden RI, Fadjroel Rachman saat mampir di Kota Parepare mengatakan, Presiden Joko Widodo menargetkan pelaksanaan vaksinasi Covid-19 di Indonesia dengan rasio 70 persen dari total warga Indonesia, sudah mendapatkan suntikan vaksin di tahun ini. ” Luar biasa antusias masyarakat untuk mendapatkan vaksin di Sulsel . Kami akan terus dorong penanganan pelaksanaan vaksinasi ini. Selain itu, penanganan sosial dan UMKM juga akan didorong,” ungkap Fadjroel.

Menyangkut keterbatasan stok vaksin, mantan aktivis dan pengamat politik ini menegaskan pihaknya akan menyampaikan permasalah ini ke bapak Presiden sebagai bahan masukan dan kritikan untuk segera ditindaklanjuti.” Kami akan segera laporkan ke Bapak Presiden persoalan penanganan Covid-19 ditingkat daerah yang saya kunjungi selama di Sulawesi Selatan,” tutupnya.(*/ade)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *