Keseringan Nonton Film Porno, Remaja Cabuli Anak 10 Tahun di Majene

  • Whatsapp
Keseringan Nonton Film Porno, Remaja Cabuli Anak 10 Tahun di Majene
Didampingi sejumlah personel kepolisian, pelaku tertunduk malu dan mengaku khilaf dan menyesali perbuatan bejatnya

PAREPOS.CO.ID,MAJENE– Kepolisian Resort Majene akhirnya mengamankan seorang pemuda yang diduga melakukan pencabulan terhadap bocah berusia 10 tahun. Pelaku A (22) melakukan aksi bejat tersebut lantaran tak mampu membendung hasrat seksualnya karena keseringan menonton video porno. Kapolres Majene, AKBP Febryanto Siagian menjelaskan, pihaknya mendapat laporan dari korban yang tak lain masih keluarga dekat pelaku. Petugas segera menjemput tersangka tanpa perlawanan yang berarti.

Dihadapan penyidik, pelaku mengakui semua perbuatannya terhadap korban. Itu dilakukan karena mengaku sering nonton film porno. Sehingga nekat melakukan perbuatan tak senonoh tersebut. Sesuai kronologis kejadian dari pengakuan tersangka, pada Kamis 26 Agustus 2021 sekitar pukul 10.30 Wita, pelaku berusaha mencabuli korban di area perkebunan kelapa di wilayah Majene.

Awalnya tersangka melihat korban dan dua temannya sedang bermain di pinggir pantai. Setelah itu, tersangka langsung mendekati korban dan mengajaknya pergi mencari buah kelapa dengan teman-teman korban. Bahkan, pelaku menjanjikan uang sebesar Rp15 ribu kepada korban dan teman-temannya. Tujuannya, agar korban dan temannya mau ikut dengan tersangka.

Begitu tiba di sekitar sungai,tersangka menyuruh teman korban menunggu. Tersangka berdalih akan mencari buah kelapa bersama korban, selanjutnya tersangka mengajak korban ke kebun kelapa. Namun, bukannya mencari buah kelapa, akan tetapi tersangka menyuruh korban berbaring dengan menarik tangan kanan korban sambil membentak korban yang membuat korban takut dan menuruti perintah tersangka.

Pada saat korban posisi terbaring, tersangka langsung melucuti celana korban dan mencabulinya. Usai menjalankan aksinya, tersangka kemudian memberi uang Rp5 ribu kepada korban supaya korban tidak menceritakan hal yang dialaminya kepada orang lain termasuk teman korban. Atas kejadian tersebut keluarga korban melaporkan ke SPKT Polres Majene dengan laporan polisi LP / 105 / Vill / 2021 / SPKT / RES.MJN / POLDA SULBAR, tanggal 29 Agustus 2021.

Atas perbuatan tersangka, pelaku diancam dengan sangkaan Pasal 82 ayat (1) jo pasal 76e UU RI no 35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU RI no 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak yang berbunyi, setiap orang dilarang melakukan kekerasan atau ancaman kekerasan, memaksa, melakukan tipu mustihat, melakukan, serangkaian kebohongan, atau membujuk anak untuk melakukan atau membiarkan dilakukan perbuatan cabul diancam dengan pidana penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 15 tahun. Sementara pelaku yang sengaja dihadirkan saat press release mengaku khilaf dan menyesali semua perbuatannya.(edy/B)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *