Dinkes Pangkep Gelar AMP, Cegah Penyebab Kematian Ibu dan Bayi

  • Whatsapp
Dinkes Pangkep Gelar AMP, Cegah Penyebab Kematian Ibu dan Bayi

PAREPOS.CO.ID, PANGKEP — Pemerintah Kabupaten Pangkep melalui Dinas Kesehatan menggelar pertemuan Audit Maternal Perinatal (AMP). AMP menurut Departemen Kesehatan merupakan suatu kegiatan untuk menelusuri kembali sebab kesakitan dan kematian ibu dan perinatal dengan tujuan mencegah kesakitan dan kematian yang akan datang.

Pertemuan AMP dibuka langsung oleh Bupati Pangkep, Muhammad Yusran Lalogau di salah satu hotel di Kota Makassar. Bupati dalam sambutannya mengharapkan ada komitmen bersama lintas sektor agar kedepan angka kematian ibu dan bayi bisa ditekan.

Bacaan Lainnya

Ia mengajak peserta untuk mencurahkan pikiran, agar melahirkan inovasi-inovasi khususnya layanan kesehatan. Bahkan, ia juga menekankan jika dibutuhkan fasilitas penunjung untuk diusulkan pengadaannya. “Meskipun tiap tahun ada penurunan, tapi kita tidak boleh terlena. Kita berharap, dari pertemuan ini ada inovasi dan komitmen bersama mencegah kematian ibu dan bayi,”katanya.

Mantan Ketua DPRD Pangkep itu juga berharap, ada bimbingan terhadap ibu hamil. Khususnya, untuk ibu yang pertama mengalami kehamilan. “Apalagi yang pertama hamil, beritahu mereka proses yang dialami selama hamil dan melahirkan,” katanya.

Kepala Dinas Kesehatan Pangkep, Hj Herlina menyampaikan, pertemuan AMP ini bertujuan untuk melacak penyebab kematian ibu dan bayi guna mencegah kesakitan dan kematian serupa dimasa akan datang. Sehingga hal tersebut tidak terjadi lagi. Dari pertemuan ini, lanjutnya, ada rekomendasi dari audit maternal perinatal dan ada tindak lanjut terhadap rekomendasi yang dihasilkan.

Berdasarkan data, angka kematian ibu tahun 2020 sebanyak enam orang. Sementara, tahun 2021 hingga bulan Juli sebanyak 4 empat orang. “Semoga kedepan, tidak ada lagi penambahan,” harapnya. Pertemuan AMP berlangsung 6-8 September 2021. Diikuti sejumlah perwakilan OPD, DPRD, Dinkes, RSBS, BPJS, Kepala Puskesmas dan Camat.(ade)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *