Bupati Miliki Mobil Dinas Baru Dimasa Pandemi Covid-19, Amir Madeaming: Dimana Hati Nuraninya

  • Whatsapp
Bupati Miliki Mobil Dinas Baru Dimasa Pandemi Covid-19, Amir Madeaming: Dimana Hati Nuraninya
Ketua LSM Sorot Indonesia, Amir Madeaming

PAREPOS.CO.ID,ENREKANG– Pro dan kontra pengadaan kendaraan dinas baru bagi para kepala daerah di masa pandemi Covid-19, hampir terjadi dibeberapa daerah. Setelah Bupati Polewali Mandar (Polman) di Sulawesi Barat. Salah satu kepala daerah diwilayah Ajatappareng yakni Bupati Enrekang pun melakukan hal serupa dengan membeli mobil dinas senilai Rp 1,6 miliar. Mobil jenis New Marcedes-Benz V-260, dengan kapasitas 1.999 CC dengan keunggulan panoramic sliding sunroof dan meja tengah di kabinnya, mobil dinas baru Bupati Enrekang ini terlihat mewah dan kini telah terparkir di rumah jabatan.

Ketua LSM Sorot Indonesia, Amir Madeaming. Pria berkepala plontos dan calon doktor hukum itu mengaku sangat tidak berempati jika seorang kepala daerah membelanjakan APBD dengan sesuatu yang dinilainya kurang produktif di saat pandemi Covid-19.

Bacaan Lainnya

Padahal banyak masyarakat yang kesulitan perekonomiannya. Pembelian mobil dinas tersebut menjadi persoalan, karena dibeli di masa pandemi. Sehingga hal itu menjadi masalah rasa kemanusiaan yang berubah menjadi ketidakpedulian. Dia pun menuturkan, sesuai arahan presiden daerah diminta membuat kebijakan dengan skala prioritas yang jelas sehingga penggunaan APBD dapat lebih fokus dan memberikan hasil yang besar.

Amir pun mempertanyakan, bagaimana Pemerintah Kabupaten Enrekang meningkatkan efisiensi pemanfaatan anggaran dalam menjalankan program-programnya. Termasuk, pengawasan dari DPRD Enrekang yang notabene adalah perpanjangan tangan masyarakat. “Seharusnya dengan kondisi pandemi, pemerintah daerah mungkin bisa beli yang agak murah namun bagus. Itu pemborosan,”katanya.

Selanjutnya, azas transparansi yang menentukan bahwa setiap kegiatan dari pengelolaan APBD harus dapat dipertanggungjawabkan. “Anggaran itu harus diketahui masyarakat. Ini aneh, dimana hati nuraninya sebagai kepala daerah. Itu uang negara bukan pribadi,”tutupnya.

Namun, sebahagian pihak pun menilai pembelian kendaraan dinas baru itu dinilai hal wajar, sepanjang untuk mendukung kinerja melayani masyarakat. Sebelumnya, Kepala Bagian Umum Setkab Enrekang, Umaruddin menjelaskan, pertimbangannya karena mobil dinas Bupati yang lama itu sudah 7 tahun. ” Jadi sudah sering rusak saat perjalanan dinas,”katanya, dikutip dari laman Fajar.co.id.

Namun, pengadaan mobil dinas ini hanya untuk bupati seorang saja. Wakil Bupati, Sekertaris Daerah (Sekda) dan Ketua DPRD Enrekang belum mendapat jatah mobil dinas baru, dengan pertimbangan Pandemi Covid-19. “Sebenarnya yang lain juga sudah tidak layak. Tapi pertimbangannya karena Pandemi Covid-19, jadi kita dahulukan Bupati dulu,” ungkap Umaruddin.(tim/*)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *