Warning! Aparat Diminta Tindak Tegas Pelaku Pungli BST

  • Whatsapp
Warning! Aparat Diminta Tindak Tegas Pelaku Pungli BST
Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G Plate

PAREPOS.CO.ID,PAREPARE–
Pemerintah akan menindak tegas oknum tidak bertanggung jawab yang melakukan pungutan liar Bantuan Sosial Tunai (BST). Hal ini menyusul ditemukannya laporan terkait pemotongan BST di sejumlah daerah. “Segera laporkan ke pihak berwajib jika penerima BST dimintakan imbalan atau
dipungut biaya agar dapat menerima BST tersebut,” tegas Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G, Senin, 9 Agustus, sore tadi.

Menkominfo mengatakan, pada program BST, masyarakat seharusnya menerima bantuan secara utuh tanpa ada potongan dan biaya apapun. Jika ada oknum
tidak bertanggung jawab yang memotong atau memungut biaya kepada penerima manfaat atas BST yang diterima segera laporkan kepada aparat penegak hukum.
“Pemerintah pastikan akan menindak tegas oknum-oknum tidak bertanggungjawab yang menarik pungutan atau meminta imbalan kepada penerima manfaat BST atas bantuan yang diterimanya,” ujarnya.

Bacaan Lainnya

Dia memastikan, dalam pelaksanaan penyaluran BST, pemerintah akan mengawasinya dengan ketat agar masyarakat dapat menerima dan mendapatkan manfaatnya. Menurutnya, penyaluran BST kepada masyarakat oleh pemerintah tujuannya adalah untuk meringankan beban masyarakat dimasa pandemi, khususnya pada masa PPKM.

Menteri Johnny juga menjelaskan, pemerintah telah menggelontorkan berbagai
macam bantuan, salah satunya adalah BST, sebesar Rp 300 ribu perbulan. Untuk periode Mei dan Juni 2021 akan dibagikan dua bulan sekaligus hingga total bantuan yang diterima Rp 600 ribu per Keluarga Penerima Manfaat
(KPM).

Untuk rincian detailnya, lanjutnya, Bantuan Sosial Tunai (BST) untuk 10 juta KPM sebesar Rp 300.000/bulan/KPM untuk bulan Mei dan Juni, dengan pencairan
pada bulan Juli 2021. Anggaran BST mendapatkan tambahan dana bagi 5,9 juta KPM yang akan disalurkan selama 4 bulan, yakni Juli hingga Desember 2021. “Dengan demikian, secara total, BST ditujukan bagi 15,9 juta KPM dengan anggaran Rp 24,54 triliun. Penyaluran BST ini dilakukan melalui PT Pos Indonesia,” ujar Menkominfo Johnny.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *