Vaksinasi Teratas Kedua Setelah Makassar, Parepare ‘Role Mode’ Wilayah Herd Immunity

  • Whatsapp
Vaksinasi Teratas Kedua Setelah Makassar, Parepare 'Role Mode' Wilayah Herd Immunity
Wali Kota Parepare saat menerima tamu di ruang kerjanya

PAREPOS.CO.ID, PAREPARE– Akhir tahun 2021, Kota Parepare  akan menjadi sampel atau ‘role mode’ wilayah herd immunity (kekebalan kelompok) di tengah pandemi Covid-19. Gagasan disampaikan Wali Kota Parepare, Dr HM Taufan Pawe SH MH dihadapan jajarannya di sela-sela penyerahan penghargaan kepada kelurahan berprestasi  di Ruang Pola Kantor Wali Kota,  Jumat 27 Agustus 2021.

Taufan Pawe menyebutkan, saat ini pencapaian vaksinasi warga Parepare yang tuntas sudah mencapai 29 persen. Dia juga mengatakan, herd immunity sudah berada dikisaran antara 60-70 persen. Jika, sudah berada pada angka tersebut, maka kondisi daerah sudah terkendali. “Meski pun ada penyebaran namun terkendali, mungkin sudah seperti flu biasa. Namun persoalannya, jumlah vaksin dibatasi. Kita di tempatkan diposisi kedua trend vaksin masyarakat setelah Makassar. Tapi kita populasinya kecil. Dan jangan dianggap populasi kecil itu suplainya dibatasi,” kata Taufan Pawe.

Bacaan Lainnya

Seharusnya, kata Taufan, Pemerintah Provinsi mengambil satu sampel daerah untuk herd immunity.  Dia meminta tuntaskan vaksinasi minimal 70-80 persen. “Apalagi kita ini daerah lintas 14 kabupaten/kota Sulsel bagian utara dan timur. Lima untuk Sulawesi Barat. Transmisi lokal kita itu rendah dan terkendali.  Yang jadi masalah ini Parepare daerah lintas. Mereka yang melintas di Parepare belum divaksin, tidak pakai masker, masuk makan dan minum. Jadi tidak ada pilihan lain, kita daerah lintas harus herd immunity. Lindungi warga saya dengan kekebalan yang mencapai 70-80 persen yang telah divaksin,” ungkapnya.

Olehnya itu, seharusnya Kota Parepare disupport provinsi khususnya Dinas Kesehatan agar mengambil satu daerah yang sudah herd immunity, dan Parepare bisa untuk itu. “Karena penduduk kita yag mau divaksin paling tidak 100 ribu saja kalau tidak salah. Jadi saya minta Dinas Kesehatan agar bergerak cepat. Termasuk, camat dan lurah persiapkan data-data warganya yang siap divaksin,” pintanya.

Dia pun meminta dukungan dan motivasi dari semua jajaran agar segera keluar dari situasi ini. “Tentu dibutuhkan koordinasi dan integrasi tidak boleh ada mengatakan bukan bidang saya. Minimal kita tampil memberikan edukasi pada masyarakat terkait prokes (protokol kesehatan). Karena prokes harus kita dahulukan baru vaksin,” jelas Taufan Pawe.

Kenapa Prokes dahulu? Menurutnya, prokes selain mudah, juga dianggap sangat penting. “Karena kita disarankan memakai masker,  jaga jarak,  cuci tangan, tidak berkerumun, dan kurangi mobilitas. Apa susahnya. Tapi kalau vaksin luar biasa susahnya, kita mau vaksin tidak ada vaksin. Inilah kita harus berfikir realistis, objektif serta punya jiwa kenegarawan untuk menjaga saudara kita,” harapnya.

Sementara, Plt Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Pareparwe,  Rahmawaty menjabarkan, per Kamis, 27 Agustus 2021, Dinkes Parepare memiliki 1.140 dosis vaksin. “Dan diutaman vakasin dua, tapi kalau ada kecamatan yang siap untuk dosis 1 tetap kita layani. Vaksin kita terbatas, jadi kami membagi ke kecamatan. Kecamatan beri data ke kami bahwa yang siap divaksin sekian. Jadi kami sesuaikan jumlah vaksin dan kami bagi satu kelurahan di tiap kecamatan,” katanya. Ia juga menyebutkan, target  500 perhari divaksin. Tergantung jumlah vaksin yang datang. “Diasumsikan bisa dipakai tiga hari. Dan untuk tambahan vaksin belum ada informasi selanjutnya,” tandas Rahmawaty. (nan/ade)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *