TNI Terjunkan Personel ke Titik Bencana Banjir dan Tanah Longsor di Polman

  • Whatsapp
TNI Terjunkan Personel ke Titik Bencana Banjir dan Tanah Longsor di Polman
Bencana alam di Polman

PAREPOS.CO.ID, POLMAN- Puluhan Anggota TNI dari Kodim 1402/Polman diterjunkan ke Desa Riso, Kecamatan Tapango, Kabupaten Polewali Mandar membantu warga yang menjadi korban banjir di wilayah itu yang terjadi, Kamis, 26  Agustus malam tadi. Komandan Kodim 1402/Polman,  Letkol Czi Masni Etha Yanurianedhi, M.Tr (Han) menerjunkan anggotanya mulai kamis malam hingga jumat hari ini untuk membantu masyarakat yang tertimpa bencana banjir maupun tanah longsor yang terjadi dibeberapa wilayah akibat curah hujan yang cukup tinggi.

 

Bacaan Lainnya

TNI Terjunkan Personel ke Titik Bencana Banjir dan Tanah Longsor di Polman TNI Terjunkan Personel ke Titik Bencana Banjir dan Tanah Longsor di Polman TNI Terjunkan Personel ke Titik Bencana Banjir dan Tanah Longsor di Polman TNI Terjunkan Personel ke Titik Bencana Banjir dan Tanah Longsor di Polman TNI Terjunkan Personel ke Titik Bencana Banjir dan Tanah Longsor di Polman TNI Terjunkan Personel ke Titik Bencana Banjir dan Tanah Longsor di Polman TNI Terjunkan Personel ke Titik Bencana Banjir dan Tanah Longsor di PolmanFoto: Aktivitas TNI dari Kodim Polman dilokasi bencana

Anggota kita bagi karena yang terkena dampak bencana banjir dan tanah longsor yang yaitu Kecamatan Anreapi, Matakali dan Tapango. Namun dilapangan juga ada dari BPBD dan anggota Polres yang membantu warga yang tertimpa musibah. Informasi awal yang kami terima tadi malam kata Dandim, Ada sejumlah titik longsor yang terjadi di kecamatan Anreapi sementara banjir terjadi di dua kecamatan yakni Kecamatan Matakali dan Kecamatan Tapango.

Anggota terus kita siagakan di lokasi baik di titik banjir maupun di titik longsor untuk mebantu warga yang tertipa musibah.
Untuk daerah yang terdampak terus kita data dan kirim anggota untuk membantu terutama bangunan sekolah yang rusak diterjang banjir dan tanah longsor adalah SDN 057 Pappandangan, Kecamatan Anreapi karena Ruangan kelas di sekolah itu dipenuhi material tanah longsor bercampur bebatuan. (*/ade)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *