Terpilih Kota Layak Anak, Sekda Parepare: Kebanggaan Sekaligus Tantangan

  • Whatsapp
Terpilih Kota Layak Anak, Sekda Parepare: Kebanggaan Sekaligus Tantangan

PAREPOS.CO.ID,PAREPARE— Terpilihnya Kota Parepare sebagai Kota Layak Anak (KLA) oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, merupakan penghargaan keempat kalinya. KLA sebelumnya untuk kategori Madya, dan meningkat menjadi kategori Nindya.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Parepare H. Iwan Asaad saat menjadi narasumber pada Talkshow Dinamika Pembangunan dengan tema Kota Layak Anak, yang diadakan oleh Dinas Kominfo Kota Parepare, Kamis 5 Agustus, mengatakan, dengan adanya pencapaian Parepare sebagai Kota Layak Anak diperlukan langkah agar predikat tersebut tetap melekat dan pantas untuk dipertahankan. ” Hal ini merupakan kebanggaan sekaligus juga tantangan buat kita apakah penghargaan ini memang pantas dan layak untuk kita pertahankan dan tingkatkan. Agar menjadi prestasi kedepannya yang lebih membanggakan lagi, “ujarnya.

Bacaan Lainnya

Lebih lanjut, H iwan Asaad juga mengemukakan dalam mempertahankan kebanggaan tersebut, banyak hal yang telah diupayakan oleh Pemerintah Kota Parepare dengan menggandeng stakeholder lainnya, juga membenahi sampai kepada anggaran tentang bagaimana Pemerintah mendukung program KLA tersebut. ” Banyak hal yang terus dilakukan dalam hal ini Pemerintah Kota Parepare bersama stakeholder lainnya mulai dari sistem kelembagaan, dirapikan dan dibenahi, kemudian mata anggaran apakah benar pemerintah daerah mendukung program ini sehingga pengalokasiannya sudah tergambar dalam kurun waktu APBD setiap tahunnya.

Dikesempatan yang sama, H Iwan Asaad memberi penekanan pada beberapa hal yang sangat penting dan menjadi dasar kepada Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD). Mengenai penggambaran kluster dan faktor yang perlu diperhatikan, sehingga menjadi titik penilaian KLA.” Belum lagi kita berbicara tentang hak sipil dan perlindungan pada anak. Itu tergambar pada kluster-kluster yang dinaungi oleh SKPD terkait, belum lagi faktor yang menjadi penilaian lingkungan keluarga, dan perlindungan alternatif, menjadi bagian yang perlu di perhatikan. Juga ada unsur kesehatan dalam pelaksanaan dan bukan hanya dalam tataran konsep semata. Jadi penilaian ini bukan hanya di fokuskan terhadap satu SKPD tapi, sudah merujuk ke SKPD lainnya dan juga pemanfaatan pendidikan dan waktu luang pendidikan budaya itu banyak termasuk didalamnya. Perlindungan khusus anak juga tetap kaitannya dengan pusat pelayanan terpadu, serta dinas Pemberdayaan Perempuan dan Anak P2TP2A. Juga tidak kalah pentingnya peran masyarakat dan dunia usaha untuk mendukung parepare sebagai kota layak anak. Tidak hanya sebatas konsep, tapi unsur yang tersampaikan menjadi penilaian mulai dari Administrasi, wawancara langsung, sampai Verifikasi,”tutupnya.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *